Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Never Thought


__ADS_3

" Kau datang sendiri tuan Daniel, kau tidak mengajak istrimu. Aku ingin bertemu dengan wanita yang berhasil memiliki dirimu. "


Aaron datang sembari memberikan sebuah minuman kepada Daniel namun Daniel menggeleng karena mulai sekarang mungkin dia tidak akan menyentuh minuman beralkohol lagi. Daniel seakan ingin segera membunuh anak musuhnya sekarang juga tetapi dia tidak ingin membuat kekacauan di acara malam ini.


" Aku datang dengan istriku. Kebetulan dia sekarang sedang pergi ke toilet. "


Aaron mengangguk sembari menikmati minumannya di depan Daniel. Dan hal itu semakin membuat Daniel muak melihat anak musuhnya begitu bahagia menikmati hidupnya.


Daniel merasa tidak adil karena ayah Aaron sudah merenggut segalanya darinya dulu. Sedangkan anak musuhnya kini hidup begitu bahagia di atas penderitaannya, Daniel ingin sekali membuat hidup Aaron sama sepertinya dulu.


" Aku akan membalaskan dendamku kepada Aaron. Kau juga harus merasakan sakit seperti diriku dulu. Tunggulah kehancuranmu Aaron Harrison."


Daniel tersenyum ketika melihat kedatangan wanitanya ke arah dirinya. Anna berjalan mendekati Daniel dan Daniel langsung melingkarkan satu tangannya ke pinggang wanitanya. Aaron yang sedang menikmati minumannya ketika melihat ke arah wanita yang baru saja datang.


Aaron sangat terkejut melihat wanita yang selama ini terus datang ke mimpinya berada di depannya saat ini. Tatapan matanya teralihkan ke arah tangan Daniel yang melingkari pinggang wanita itu.

__ADS_1


" Tuan Aaron, ini Annastasia istriku. "


Aaron seketika melepaskan gelas kristal di tangannya sehingga gelas itu jatuh dan hancur di lantai. Semua pandangan orang orang melihat kepadanya, dan dengan cepat dia tersadar dari lamunannya.


" Ah maaf aku tidak sengaja melepaskannya. "


Aaron mengepalkan kedua tangannya menahan rasa sesak saat melihat wanita yang selalu berada di pikirannya ternyata adalah istri dari Daniel rekan bisnisnya.


Aaron tidak bisa menahan sesak di dadanya melihat kedekatan wanita yang di cintainya bersama pria lain. Dia pun memutuskan untuk menjauh dari pasangan suami istri itu setelah mengatakan alasan untuk keduanya agar tak ada yang mencurigai gelagat dirinya.



Daniel terus menggenggam tangan wanitanya sesekali juga mengecup tangan putih mulus wanitanya. Anna hanya tersenyum melihat sang suami yang begitu mencintai dirinya dan dia berharap dia akan selalu merasakan kebahagiaan itu.


" Kapan aku bisa kembali bekerja di rumah sakit? Aku sudah tidak sabar bisa menjalankan kembali profesiku. "

__ADS_1


Daniel yang sedang fokus menyetir sekilas melihat ke arah wanitanya. Sekali lagi dia merasa sangat bersalah dan berdosa karena kesalahannya yang selama ini mengekang istrinya hingga dia tidak bisa melakukan hal yang istrinya inginkan.


" Maafkan aku sayang, aku sudah mengekang hidupmu selama ini. "


" Tidak. Aku tidak bermaksud untuk itu. Lupakan masa lalu, kita bisa menjadikannya sebagai pengalaman untuk kita kedepannya. "


" Bagaimana kalau besok, apa kau ingin mulai bekerja besok? Aku sudah mempersiapkan segalanya, kalau kau mau besok kau mulai masuk ke rumah sakit terkenal di Tokyo. "


Anna berbinar ketika mendengar ucapan sang suami, artinya dia akan kembali melanjutkan profesinya. Rasanya bahagia sekali Anna bisa kembali bekerja namun sesaat senyuman itu hilang dari wajahnya.


Daniel yang melihat keanehan pada istrinya pun bertanya sembari menatapnya sekilas. Tangannya masih terus menggenggam erat tangan wanitanya.


" Ada apa? "


" Aku ingin secepatnya bertemu dengan bunda dan kedua adikku. Entah sudah berapa lama kami tidak saling bertemu dan berpelukan. Aku begitu merindukan mereka. "

__ADS_1


" Kau tidak perlu bersedih sayang. Secepatnya aku akan mempertemukan kalian dan aku berjanji akan menebus segala kesalahanku di masa lalu. "


__ADS_2