
Anna membuka matanya dan di lihatnya ke arah jendela ternyata sudah siang. Di sampingnya ada Jack dan putrinya, sedangkan istrinya yang sudah tewas sudah tidak ada lagi di sana.
Seketika air matanya turun, Anna tak menyangka dia juga akan terjebak di dalam sana. Mungkin dia menyesal karena tidak mendengar ucapan sopir itu, andai dia mendengar ucapan sopir itu mungkin dia tidak akan berada di sini.
Anna melihat Jack yang sudah sangat mengenaskan karena luka dan darah yang mengering di seluruh tubuhnya. Anna meringis melihat keadaan pria paruh baya itu, entah apa yang sudah dilakukan padanya.
" Siapa kau? Kenapa kau berada di sini? "
Ketika Jack bangun dia melirik ke arah Anna yang sedang menangis itu. Dia penasaran kenapa wanita di sampingnya itu bisa berada di tempat menyeramkan ini.
Anna melihat kearah pria paruh baya itu. Dia pun kembali menangis karena dirinya tiba tiba teringat dengan bunda dan adik adiknya. Saat Anna akan menjawab pertanyaan dari Jack, pintu terbuka dan terlihatlah Daniel bersama Christian dan Lucas berjalan ke arah mereka.
Daniel langsung mendudukkan bokongnya di atas kursi tak lupa pula kedua kakinya berada di atas meja. Sangat tidak sopan, tapi seperti itulah Daniel, menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya.
__ADS_1
" Bagaimana? Apa tidur kalian menyenangkan? "
Daniel bertanya sesekali dia meneguk minuman yang ada di tangannya. Dia melihat ketiga orang yang di sandera olehnya, namun tatapannya berhenti di wajah Anna.
Daniel ingat dia adalah wanita yang sama beberapa waktu yang lalu. Wanita yang melihat dirinya bercumbu dengan j***ng yang dia sewa. Namun dia tidak mengerti, kenapa wanita berada di sana dan melihat saat dirinya menembak istri Jack.
" Brengsek. Lepaskan aku dari sini! "
Anna berteriak meski tenaganya sudah habis, sejak tadi malam dia belum memakan apapun. Tidak diberi makan dan minum membuat Anna kehabisan tenaganya.
" Ada apa, kau takut? "
Daniel melepaskan cengkramannya tak lupa senyum iblis yang menghiasi wajah tampan itu. Meninggalkan Anna, Daniel pun mendekati dan menodongkan senjata itu pada putri Jack.
__ADS_1
Gadis itu sangat ketakutan ketika Daniel menodongkan senjatanya tepat di kepalanya. Tak hanya gadis itu, Anna dan Jack juga terkejut, karena bisa saja Daniel saat ini membunuh gadis itu seperti halnya yang di lakukan pada istri Jack.
" Katakan Jack! Siapa dalang di balik pembunuhan itu? " teriak Daniel yang siap menarik pelatuk pistol itu.
" Baiklah akan aku katakan. Lepaskan putriku, jangan menyakitinya, bunuh saja aku. Putriku tidak bersalah, aku yang bersalah. Bunuh saja aku tapi kumohon lepaskan putriku. "
Akhirnya Jack mengakui dan itu berhasil membuat Daniel menjauhkan senjata itu dari anaknya. Daniel kembali mendekati Jack, dia sudah tidak sabar untuk mengetahui siapa dalang itu.
Jack pun akhirnya membuka mulut dan mengatakan siapa dalang yang selama ini di tutupinya. Jack sangat menyesal andai dia tidak menutupi identitas pelaku utamanya, mungkin hari ini istrinya masih bersama dengan dirinya.
Daniel mengeraskan rahangnya saat Jack menyebutkan satu nama. Nama yang begitu asing baginya, tetapi dia bersumpah akan membalaskan dendamnya pada pemilik nama itu.
" Di mana dia sekarang? "
__ADS_1
" Aku tidak tahu. Aku sudah lama tidak bekerja dengannya lagi, terakhir kali kami bertemu 10 tahun yang lalu. "
Jack berkata jujur, dengan menundukkan kepalanya dia akhirnya mengungkap siapa pelaku utama dalam pembantaian malam itu. Sedangkan Anna, dia hanya diam karena tidak mengerti pembicaraan kedua pria itu.