
Di dalam sebuah mobil yang sedang di kendarai oleh gadis gadis cantik kini sedang melaju pesat di jalan raya. Mobil berwarna putih itu kini sedang mengambil jalan pintas supaya lebih cepat sampai ke tempat tujuan mereka. Karena jika melewati jalan biasanya, keduanya pasti akan terjebak macet apalagi sekarang sudah menunjukkan jam makan siang hingga banyak mobil yang berlalu lalang di jalan biasanya.
Oleh sebab itu, mereka memilih untuk melewati jalan pintas yang sedang sepi karena hanya beberapa mobil yang lewat. Dan hal itu membuat Anin bebas mengendarai mobilnya, sedangkan sang adik kini sedang memakan cemilan yang beberapa saat lalu dia beli.
" Alisya, entah mengapa perasaanku tidak enak? "
Anin bertanya kepada sang adik karena semenjak dirinya pulang dari rumah sang kakak, perasaannya tidak karuan. Apalagi ketika dia melewati jalan yang terlihat begitu sepi semakin membuatnya semakin merasa ada sesuatu yang aneh.
" Perasaan kakak saja mungkin. Aku tidak merasakan apapun! "
Di saat Anin kembali melihat ke arah depan dirinya terpaksa menghentikan mobilnya secara mendadak karena melihat sebuah mobil yang terparkir tepat di depannya. Kedua gadis itu mengerutkan keningnya ketika melihat dua orang pria yang sangat mereka kenali kini sedang saling berkelahi dengan beberapa pria yang tertutupi masker.
" Bukankah itu Tuan Christian dan Tuan Lucas? Sepertinya mereka sedang di serang oleh para pria bermasker itu? "
__ADS_1
" Iya kak itu mereka. Aku takut, bagaimana kalau mereka melihat kita di sini? Putar balik kak, aku sangat takut! "
Anin berusaha menenangkan sang adik yang terlihat panik dan ketakutan. Namun tak mendengar perkataan sang adik untuk memilih pergi, Anin mempunyai rencana untuk menolong kedua pria itu.
Anin mengambil ponselnya dan keluar dari dalam mobil, tak menunggu lama gadis yang sudah menjadi seorang dokter gigi muda itu menyalakan suara sirene mobil polisi begitu keras. Hingga akhirnya para pria bermasker itu lari terbirit-birit meninggalkan tempat itu. Anin yakin mereka adalah kelompok para preman yang mungkin ingin meminta uang kepada Christian dan Lucas.
Christian dan Lucas melihat Anin yang tak jauh dari posisi mereka saat ini. Kedua pria itu pun segera mendekati gadis cantik berhijab itu. Alisya juga ikut turun mendekati sang kakak setelah melihat para preman itu berlari dari sana.
" Wajah kalian terluka. Biar aku obati, takutnya nanti terinfeksi! "
Christian melihat kedua gadis cantik di hadapannya namun pandangannya terkunci kepada Anin yang entah mengapa dia ingin menatap gadis yang sedang khawatir itu. Lucas menyadari tatapan Christian saat ini hingga dengan sengaja dia menyingkut lengan Christian hingga pria itu tersadar.
" Ekhem. "
__ADS_1
Christian berdehem untuk mengembalikan ekspresinya. Dia mengutuk dirinya sendiri ketika tatapannya melihat gadis cantik itu tak seperti biasanya. Sedangkan Lucas dia menghela nafasnya dengan memutar bola matanya malas melihat sikap Christian yang tidak seperti biasanya.
"Apa dia mulai tertarik dengan gadis ini? "
" Kami ingin pulang tetapi karena jalan utama macet jadi kami memilih jalan pintas agar tidak memakan waktu yang lama. "
" Apa tidak apa jika kalian tidak mengobati luka di wajah kalian itu? "
Christian menolak permintaan gadis yang entah mengapa membuat hatinya berdebar. Setelah itu mereka memutuskan untuk memasuki mobil mereka masing masing. Mobil Christian dan Lucas mengikuti mobil milik Anin dan Alisya dari belakang.
Christian mengatakan dia akan mengantarkan kedua gadis itu dengan menjaga mereka dari belakang. Entahlah, itu hanya alasannya saja karena hatinya meminta untuk melakukan hal itu.
" Apa kau mulai tertarik dengan gadis itu? Mungkinkah kau akan menjadi seperti tuan Daniel setelah ini? "
__ADS_1
" Entahlah. Dia begitu sempurna untukku yang hanyalah seorang pendosa. "