Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Close Related Person?


__ADS_3

" Apa maksudmu? "


Anna terdiam ketika mendengar ucapan Aaron beberapa saat lalu. Rasa benci dan ketakutan ketika melihat Aaron tadi tiba tiba hilang begitu saja ketika mendengar ucapan yang membuat hatinya berdenyut.


Hati mana yang tidak sedih ketika mendengar sebuah ungkapan tentang kematian orangtua. Dan sekarang Anna merasa begitu sedih ketika Aaron menyebutkan tentang pembunuhan Ayahnya yang sudah 13 tahun silam dia coba lupakan. Namun tanpa aba aba, kini Aaron datang membawa kabar yang entah membuatnya senang karena mengetahui pembunuh itu atau sedih karena kembali mengingat kejadian kelam itu.


" Aku mengetahui siapa yang sudah membunuh Ayahmu Annastasia. "


Aaron masih mengangkat kedua tangannya dan berjalan mendekat Anna perlahan lahan tanpa Anna sadari. Anna menyadari Aaron yang hampir mendekati dirinya pun segera memundurkan langkahnya.


" Jangan mendekat! "


" Baik, aku tidak akan mendekatimu! "

__ADS_1


" Mungkin kau akan sangat terkejut dan mungkin tidak percaya siapa orang itu. Tetapi yang pasti dia adalah yang paling dekat denganmu saat ini. Jika kau ingin mengetahui siapa pembunuh itu, datanglah ke tempat ini besok siang. Kau akan mengetahui segalanya besok Annastasia. "


Aaron meninggalkan sebuah kertas yang sudah ada tulisan sebuah alamat di atas meja samping Anna berdiri. Sembari meletakkan kertas itu, Aaron mendekatkan wajahnya tepat di telinga Anna sembari menyunggingkan senyum devilnya.


" Pembunuh itu adalah orang yang begitu dekat denganmu Anna. Jangan terkejut saat kau mengetahui siapa penjahat itu! "


Setelah mengatakan hal itu, Aaron segera meninggalkan ruangan itu. Anna tersadar ketika mendengar pintu yang tertutup dari luar, sesaat dia seperti orang di hipnotis namun dia menyadari semua perkataan Aaron. Anna melirik kertas yang di tinggalkan Aaron dan mengambilnya.


Anna duduk lemas di atas sofa ketika mendengar perkataan Aaron beberapa saat lalu. Tatapannya terus menatap secarik kertas di tangannya, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia tidak ingin percaya dengan ucapan pria itu, tetapi di hatinya yang paling dalam memercayainya. Sangat jelas dia melihat mata Aaron yang sama sekali tidak menunjukkan kebohongan sedikitpun.


Pikirannya terus teringat dengan ucapan Aaron yang menyebutkan bahwa pembunuh itu adalah orang yang dekat dengannya. Wanita cantik itu tidak mengerti sama sekali, siapa yang di maksud Aaron.


" Tidak mungkin. Tetapi entah mengapa hatiku merasa takut sesuatu akan terjadi. "

__ADS_1


Anna menggeleng kepalanya berniat membuang semua yang ada di pikirannya. Anna terkejut ketika pintu ruangannya tiba tiba terbuka dan dengan sigap dia memasukkan kertas itu ke dalam tasnya.


Anna tersenyum menyembunyikan keresahannya saat melihat siapa yang datang. Daniel datang dengan membawa dua Paper Bag di tangannya serta tak lupa sebuah senyuman hangat dia berikan.


" Kau tidak bilang akan datang. "


" Tadinya aku ingin mengajakmu untuk makan siang di luar sayang tetapi setelah aku pikir pikir, mengapa aku tidak membawa makan siang langsung ke sini. "


Suami istri itu saling menyuapi satu sama lain makan siang yang mungkin sudah sedikit terlambat itu. Anna begitu pandai menyimpan keresahannya bahkan Daniel tidak menyadarinya. Terlihat begitu bahagia, saling tertawa di sela sela suapan mereka, siapa saja yang melihat mungkin akan merasa iri dengan keromantisan dua insan yang saling bertolak belakang itu.


" Aku tidak ingin kehilanganmu sayang! "


" Ada apa dengan hatiku ini? Mengapa hatiku merasa begitu resah, tak seperti biasanya. "

__ADS_1


__ADS_2