
Mobil yang di tumpangi Anna berhenti di depan hotel miliknya. Keduanya keluar dari mobil dan langsung berjalan memasuki gedung hotel itu. Tanpa mengenakan alas kaki serta dengan pakaian lusuhnya, membuat dirinya menjadi tontonan orang orang di sana.
Namun dia tidak perduli dengan tatapan menjijikkan dari orang orang di sana. Masih ada satu kesempatan bagi Anna untuk meminta bantuan kepada temannya. Ya saat ini dirinya sedang memikirkan Alice dan rekan dokternya yang mungkin masih berada di sini karena masa cuti mereka masih tersisa 3 hari. Anna berharap semoga mereka bisa membantunya terbebas dari jeratan Daniel.
Anna masuk ke dalam lift bersamaan dengan Daniel. Dia berdiri di belakang Daniel tanpa mengeluarkan satupun suara. Hingga beberapa saat kemudian pintu lift terbuka, ternyata di depan lift ada Alice dan rekannya.
" Anna! "
Alice memanggil Anna saat dirinya melihat Anna yang sudah menghilang tanpa ada kabar sedikit pun. Setiap saat mereka mencoba menghubungi Anna namun tidak ada hasil. Mereka bahkan sudah melaporkan menghilangnya Anna kepada polisi setempat namun hingga saat ini mereka belum memberikan kabar apapun mengenai Anna.
Tapi sekarang mereka sangat bahagia saat melihat Anna kembali dengan selamat. Anna sesaat merasa bahagia karena dia berpikir Alice dan rekannya bisa melepaskan dirinya dari Daniel. Alice berusaha mendekati Anna namun Daniel menghalanginya.
" Mengapa kau menghalangiku? "
Alice mengerutkan keningnya saat Daniel tiba tiba menghalanginya untuk mendekati Anna. Alice mengenal pria di depannya itu, dia adalah Daniel Raymond. Pengusaha muda di Jepang bahkan namanya kini melambung tinggi.
__ADS_1
Daniel mengeluarkan pistol dari dalam jasnya dan itu berhasil membuat Anna dan ketiga rekannya membulatkan mata. Daniel menodongkan pistol itu kepada Alice hingga membuat mereka memundurkan langkahnya.
" Turunkan pistolmu! "
Pinta Anna memohon agar rekan rekannya tidak menjadi korban karena dirinya. Ketiga orang itu ketakutan saat Daniel menodongkan senjatanya di hadapan mereka. Daniel menarik tubuh Anna dan membawanya menuju kamar hotelnya. Tanpa menurunkan todongan senjatanya kepada ketiga orang itu.
" Kami bisa melaporkanmu ke polisi sekarang juga. Lepaskan dokter Anna! "
Aditya, rekan dokter Anna mencoba menakuti Daniel dengan menyebut nama polisi. Daniel tersenyum miring saat pria di depannya mengancam melaporkan ke polisi. Tidak ada yang bisa menghentikan seorang Daniel. Bahkan polisi pun tidak bisa menghentikannya.
" Dokter Annastasia, mungkin ini terakhir kalinya kau bertemu dengan mereka. Ucapkan selamat tinggal kepada mereka! "
" Tidak. Jangan lakukan itu, kumohon lepaskan mereka. Mereka tidak bersalah, aku akan menurutimu tapi kumohon jangan menyakiti mereka! "
Anna memohon bahkan kini dirinya berlutut di depan Daniel. Anna tidak bisa melihat ketiga temannya menjadi korban dari Daniel. Anna sangat yakin Daniel bisa melakukan apapun saat ini. Maka dari itu berlutut untuk memohon agar melepaskan ketiga temannya meskipun kini sudah tidak ada jalan untuk dirinya terlepas dari Daniel.
__ADS_1
Daniel pun menurunkan senjatanya dan memasukkan kembali senjata itu dalam jasnya. Alice dan kedua temannya langsung membantu Anna berdiri, mereka tidak mengerti apa yang sudah terjadi pada Anna hingga berlutut seperti itu.
" Apa yang terjadi padamu Anna? " tanya Alice yang merasa prihatin dengan keadaan Anna.
Anna memeluk erat tubuh Alice saat ini, dia menangis sejadinya dalam pelukan itu. Alice mengusap pelan punggung Anna saat merasakan Anna bergetar dalam pelukannya.
Anna melihat ke arah Daniel yang sedang bersandar di pintu kamar hotelnya. Keduanya sesaat saling bertatapan tetapi dengan cepat Anna memutuskan kontak matanya dengan Daniel. Dia sangat membenci pria itu, pria yang hampir merusak masa depannya.
" Anna ayo kita kembali ke Jepang! "
" Tidak. Aku tidak bisa pulang sekarang. "
Anna menggeleng sembari menghapus air matanya, Sekilas dia melihat ke arah Daniel yang terlihat begitu santai. Anna melihat ketiga temannya dan berusaha tersenyum kepada mereka agar mereka tidak mengkhawatirkan dirinya.
" Kalian pulanglah. Alice, aku mohon jangan katakan apapun kepada bunda yang bisa membuatnya mengkhawatirkanku. Carilah alasan mengenai diriku di sini, berilah alasan kepada mereka agar mereka tidak mengkhawatirkan ku di sini. Aku akan segera kembali ke Jepang, kalian tidak perlu mengkhawatirkanku. "
__ADS_1
" Aku mohon jangan ada yang mengetahui hal ini selain kalian. Aku takut hal buruk terjadi pada kalian, berjanjilah kepadaku. "