Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Stalker?


__ADS_3

Dalam sebuah ruangan bernuansa dark yang telah di isi dengan berbagai foto yang tergantung begitu banyak. Foto foto tersebut hampir menutupi seluruh bagian ruangan tersebut.


Seorang pria duduk di sebuah single sofa dengan segelas minuman di tangannya sembari menatap foto tersebut. Sesekali dia menyunggingkan senyumnya ketika melihat satu persatu foto yang dia tempelkan.


" Kau sangat cantik Anna. Kau tahu, tak ada wanita yang secantik dan sempurna seperti dirimu. "


Aaron mengambil sebuah foto Anna yang sedang tersenyum cerah. Obsesi Aaron kali ini semakin gila karena tanpa sepengetahuan Anna, dia diam diam mengambil foto Anna. Aaron seperti seorang penguntit yang hampir setiap saat mengikuti Anna tanpa ada yang mengetahuinya.


Aaron menciumi foto itu sembari membayangkan dirinya bersama wanita tercintanya. Namun saat dirinya sedang berkhayal wajah Anna, tiba tiba Daniel memasuki pikirannya. Aaron memerah menahan amarahnya sembari meremas foto tersebut di tangannya.


Matanya memerah sedangkan gelas yang berada di tangannya kini sudah pecah karena dia sudah meremas gelas itu sehingga membuat tangannya terluka terkena pecahan gelas. Aaron tidak perduli dengan tangannya yang kini sudah banyak mengeluarkan darah.


Dia pun pergi keluar dari ruangan tersebut dan langsung menaiki mobilnya yang sudah terparkir depan bangunan kecil itu. Tak ada satupun orang yang melewati bangunan itu bahkan hampir tidak ada penduduk di sana.

__ADS_1


Aaron mengendarai mobilnya dengan tangan yang masih mengeluarkan banyak darah serta tak lupa dia melirik sekilas sebuah pistol kesayangannya. Ingin sekali dirinya segera melenyapkan Daniel detik ini juga namun dia tidak bisa gegabah.


" Bastard. Aku tidak bisa melihatmu bahagia dengan wanitaku Daniel. Aku akan melakukan sesuatu yang bisa membuatmu menggila, tunggulah Daniel Raymond. "


Aaron menepikan mobilnya di sebuah danau yang terlihat sedikit sepi karena hanya ada beberapa orang yang ada di danau tersebut. Aaron keluar dari mobilnya dan berdiri di hadapan danau yang masih begitu alami.


Aaron sekilas melihat tangannya yang darahnya hampir mengering itu. Baginya luka tangannya tidak seberapa dengan luka yang ada di hatinya. Aaron hanya menginginkan satu hal yaitu memiliki wanita berwajah teduh serta tatapan yang begitu layu milik Anna.


Aaron berucap kepada dirinya sendiri sembari memejamkan kedua matanya menikmati angin yang menusuk kulitnya. Aaron terkejut karena tiba tiba ada yang memegang tangannya dan secepatnya dia membuka matanya. Dia mengerutkan keningnya ketika melihat seorang wanita yang kini sedang melihat lukanya.


" Kau terluka tuan, jika tidak segera di obati, lukanya bisa membahayakan kesehatanmu. "


Aaron mengikuti langkah wanita itu yang membawanya ke sebuah bangku panjang yang berada di tepi danau. Wanita itu terlihat berlari ke arah sebuah mobil hingga tak lama kemudian dia kembali ke tempat Aaron serta membawa sebuah kotak P3K.

__ADS_1


Dengan penuh kehati-hatian wanita itu membersihkan dan mengobati luka yang berada di tangan Aaron serta tak lupa pula membalutnya. Aaron hanya melihat perlakuan wanita di depannya yang kembali mengingatkannya kepada Anna.


" Kau siapa? Kau mirip dengan Annastasia Wilson. "


Setelah melihat wanita di depannya, Aaron menyadari bahwa wanita itu mirip dengan Anna. Tidak hanya dari wajahnya, tetapi dari segi berpakaian pun juga sama seperti Anna.


" Dia kakakku. Kau mengenalnya? "


Aaron mengangkat alisnya ketika mendengar ucapan wanita di depannya. Wanita itu tersenyum ketika sudah menyelesaikan tugas untuk mengobati tangan pria di hadapannya.


" Aku sudah mengobati lukamu tuan, jika nanti kau merasakan sakit di bagian itu, silahkan segera ke rumah sakit untuk memeriksa lebih lanjut. "


Setelah mengatakan itu, wanita tersebut langsung pergi meninggalkan pria yang tidak sengaja dia lihat sedang terluka. Dia pun menolongnya karena baginya itu adalah salah tugasnya sebagai calon dokter masa depan.

__ADS_1


__ADS_2