
" Mari bermain main sekarang, Annastasia! "
Ujar Aaron penuh kebahagiaan yang kini bersantai dengan sepuntung rokok di tangannya. Kedua kaki yang bertumpu di atas meja yang sudah di isi banyak botol minuman. Bibirnya bisa saja tersenyum tetapi hatinya terluka kala mengingat wanita yang begitu di cintainya.
Sejujurnya, dia sudah berusaha melupakan rasa cintanya terhadap Anna, namun entah mengapa hatinya tidak bisa melakukan itu. Yang ada, hatinya semakin terluka apalagi ketika melihat kebersamaan wanita yang dia cintai dengan suaminya.
Karena tidak sanggup melihat keromantisan antara Anna dan Daniel, dirinya pun nekat membalaskan sakit hatinya kepada Anna melalui adiknya. Dan hari ini dia begitu berbinar ketika mendapatkan alat untuk membalaskan sakit hatinya kepada Anna.
" Aku akan membuat adikmu sangat terluka, Anna. Jangan menyalahkanku atas semua yang akan terjadi, tetapi dirimulah yang memulainya. Aku sudah muak melihatmu bahagia di atas penderitaanku. Sekarang, mari kita nikmati permainannya! "
Pria yang begitu terobsesi dengan Anna yang dia yakin adalah cinta sejatinya, membuat hatinya gelap. Entah apa yang merasukinya hingga obsesinya kepada Anna, melibatkan seorang gadis yang tidak tahu apa-apa. Aaron sungguh kejam, pria dewasa itu benar benar memiliki hati yang begitu gelap.
...----------------...
__ADS_1
" Alisya, kau baik baik saja? "
Anin semakin meringis ketika melihat sang adik yang menatap kosong ke depan. Gadis yang notabenya adalah kakak dari Alisya terus berusaha melepaskan ikatan di tubuhnya. Namun yang di tanya tidak merespon apapun, Alisya hanya terdiam.
Usaha Anin kali ini membuahkan hasil, dengan sekuat tenaganya dia melepaskan ikatan itu hingga ikatan itu berhasil terlepas darinya. Wajahnya berbinar, sembari menyeka kasar air matanya, Anin segera berlari mendekati sang adik.
" Tenanglah! Kita akan segera kabur dari sini, Alisya. "
Alisya yang sedang melamun tersentak kaget ketika sang kakak sedang mencoba melepaskan ikatannya. Bibir pucatnya terangkat ketika dia rasa akan segera bebas dari tempat menakutkan ini. Anin tidak berlama lama, karena setelah melepaskan ikatan di tubuh Alisya, dia juga segera melepas ikatan di tubuh Agatha.
" Alisya, kau kenapa? "
" Kepalaku sedikit pusing. Tidak apa apa, ayo kita segera lari. "
__ADS_1
Alisya berusaha tersenyum kepada mereka agar tidak mengkhawatirkan dirinya. Meskipun tubuhnya lemas akibat belum ada makanan yang masuk sejak semalam, tetapi dia tetap berusaha keras untuk bisa berjalan.
Anin dan Agatha membantu Alisya berjalan, belum sempat mereka melangkah keluar, ketiganya di kejutkan dengan Aaron yang sudah berdiri di depan pintu. Pria itu menatap tajam mereka, rahangnya mengeras ketika mendapati tawanannya berusaha kabur.
Aaron mengangkat tangannya menyuruh beberapa orang masuk dan kembali menahan ketiga gadis itu. Ketiga gadis itu memberontak namun tenaga mereka kalah dengan pria berbadan besar itu.
" Berani sekali kalian mencoba kabur dariku. "
Ujar Aaron ketika sudah duduk tepat di hadapan ketiga gadis yang kembali terikat. Tatapannya sangat tajam, seakan dia ingin secepatnya menghabisi ketiga gadis di hadapannya. Namun dia tidak boleh gegabah, dirinya masih ingin bermain dengan ketiga gadis itu.
" Bajingan! Kami tidak melakukan apapun kepadamu, tetapi mengapa kau melakukan ini kepada kami? "
Alisya berteriak keras di hadapan Aaron dengan nafas naik turun. Matanya memerah, bibirnya semakin pucat. Tetapi Aaron hanya tersenyum devil kepadanya, Aaron beranjak dan segera mencengkeram dagu gadis itu.
__ADS_1
" Berani sekali kau menyebutku bajingan, gadis kecil. "