Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Drastic Changes


__ADS_3

Daniel serta kedua kepercayaannya saat ini sedang berada di sebuah restoran untuk melakukan pertemuan bisnis dengan seorang cliennya. Di ruang VIP yang mereka sewa untuk pertemuan itu, karena mereka tidak ingin terganggu oleh para pengunjung restoran mewah itu.


Setelah pertemuan yang memakan waktu cukup lama, akhirnya berakhir. Namun setelah kepergian cliennya, Daniel tidak segera pergi dari sana. Dirinya menyandarkan sesaat punggungnya di sofa, sangat lelah untuk pekerjaan hari ini.


Meskipun ada Christian dan Lucas yang selalu berada bersamanya, tetapi rasa lelah begitu di rasakannya saat ini. Menghembuskan nafas kasarnya, Daniel terlihat begitu lelah bahkan Christian dan Lucas melihat tuannya.


" Kau baik baik saja, tuan? "


" Hm. Jangan khawatir, aku baik. "

__ADS_1


Daniel yang sedang memejamkan matanya, membukanya secara tiba tiba. Ketika dia mengingat tentang mafia yang kini sudah tidak ada campur tangan lagi dengannya. Dia tetap masih mengingat mafianya, walaupun dia sudah bukan lagi pemimpin mereka. Tetapi Daniel mengetahui bahwa mafia itu masih berjalan dengan Lucas yang mengelolanya.


Daniel sudah menyerahkan semua tentang The Black Devils kepada Lucas, sedangkan Christian lebih berfokus untuk membantunya di perusahaan.


" Lucas, bagaimana tentang The Black Devils saat ini? "


" Seperti biasa, tuan. Meskipun tuan tidak lagi menjadi pemimpin mereka, mereka tetap melakukan hal yang tuan Daniel perintahkan dulu. "


Seorang pembunuh dan penikmat wanita kini sudah hilang dari jiwanya. Tak ada lagi Daniel yang dulu, Daniel sekarang sudah berubah menjadi lebih baik. Melakukan segala kewajibannya sebagai seorang muslim dan suami. Dia akui semenjak dirinya berjalan ke jalan Tuhan, hidupnya berubah drastis.

__ADS_1


Jika dulu hatinya penuh dendam dan kebencian, kini berubah menjadi lebih tenang dan tentram. Dan dia begitu menyukai hidupnya sekarang, tenang dan damai serta seorang istri yang selalu di sampingnya. Daniel terus belajar ilmu agamanya, karena bagaimanapun dia harus menjadi istri dan calon Ayah yang baik untuk keluarga kecilnya.


Daniel terhenyak dari lamunannya ketika ponsel miliknya bergetar pertanda ada pesan masuk. Dia pun segera mengambil ponsel yang terletak di meja depannya. Ponsel berwarna hitam dengan merek ternama bahkan harganya juga fantastis.


Keningnya berkerut ketika membaca pesan yang ternyata istrinya kirim. Di pesan Anna meminta izin kepadanya untuk pergi ke Apartemen Alice sahabatnya. Awalnya Daniel tidak mengizinkannya, namun dengan alasan yang sang istri katakan, dia pun mengizinkannya meskipun terpaksa.


Ada perasaan tidak tenang ketika sang istri pergi sendirian tanpa dirinya. Meskipun hidup mereka tenang sekarang, tak bisa di pungkiri Daniel masih takut terjadi hal yang tidak di inginkan kepada istrinya. Apalagi saat ini sang istri sedang hamil, Daniel tidak bisa mengambil resiko terhadap istri dan calon anaknya.


" Christian, Lucas. Kita ke Apartemen XX sekarang. "

__ADS_1


Tanpa menunggu lagi, ketiga pria tampan itu segera berjalan ke luar restoran yang masih banyak pengunjung itu. Tak sedikit mata wanita yang menatap kagum terhadap ketiga pria tampan tanpa cacat itu.


__ADS_2