Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Son Of His Enemy


__ADS_3

Daniel menuruni mobilnya dengan penampilan seperti biasa serta masker yang tidak pernah lupa di pakainya. Daniel berjalan cepat ke sebuah bangunan tua yang terlihat sangat menyeramkan karena jauh dari permukiman setempat. Hanya bangunan markasnya yang berada di sana.



Mungkin siapapun yang melihatnya pasti akan ketakutan ketika melihat bangunan tua yang bercat hitam serta rumput panjang tumbuh di sekitarnya. Semua yang melihat mungkin tidak menyangka bahwa bangunan bercat hitam tersebut merupakan tempat pertemuan para The Black Devils ketika menjalankan sebuah misi rahasia.


Bangunan itulah yang menjadi salah satu markas terbesar anggota The Black Devils yang berada di negara ini. Setiap ada sebuah misi mereka akan berkumpul di bangunan tua itu.


Daniel di sambut oleh beberapa anggota The Black Devils yang sudah menunggunya di depan pintu. Daniel pun segera memasuki rumah tua itu yang ternyata jauh berbeda dengan yang terlihat dari luar.


Bagaimana tidak karena rumah yang begitu menyeramkan dari luar ternyata sangat mewah dari dalam. Ruangan besar serta sebuah meja panjang yang tersusun begitu rapi. Ruangan yang juga bercat gelap dengan warna hitam yang dominan, serta segala furniture yang juga dengan warna senada.

__ADS_1


" Selamat datang tuan. "


Daniel mengangguk dan langsung mendudukkan tubuhnya di sebuah kursi yang khusus untuk dirinya serta di ikuti oleh para anggota The Black Devils. Mereka berkumpul karena ada sesuatu hal yang harus mereka beritahu kepada tuan mereka.


Christian berjalan ke arah Daniel dengan membawa sebuah berkas di tangannya. Daniel mengambil dan membaca isi berkas tersebut yang seketika membuat keningnya berkerut saat membaca isinya.


" Aaron Ryan Harrison? "


Tanya Daniel menatap anggotanya tidak percaya, karena saat dia membaca dan melihat sebuah foto pria yang sangat di kenal olehnya berada di sana.


Salah satu anggota The Black Devils menjawab pertanyaan Daniel serta mengatakan semua informasi yang mereka dapatkan. Cukup lama mereka mencari informasi yang begitu sulit untuk di dapatkan, tetapi sekarang usaha mereka membuahkan hasil.

__ADS_1


Daniel menatap tajam foto Aaron dari berkas yang dia pegang, sama sekali tidak di sangka bahwa pria yang sedang menjalankan bisnis dengannya merupakan anak dari musuhnya. Daniel meremas berkas di tangannya dengan wajah yang memerah menahan amarahnya.


" Apa rencana selanjutnya tuan? Apa kita langsung membunuhnya sekarang juga, karena kebetulan sekali dia berada di negara ini. "


Lucas bertanya kepada Daniel yang sedang memikirkan sesuatu itu. Daniel terdiam tanpa mengeluarkan suara apapun, meskipun dia sedang menjalankan bisnis dengan anak musuhnya, tetapi dia tetap harus membalaskan dendam kepadanya bukan?


" Tidak sekarang. Aku sendiri yang akan membunuhnya tetapi bukan sekarang. Bukankah lebih baik jika membuat hidupnya hancur lebih dulu, maka dari itu dia akan mati perlahan lahan. "


Sebuah smirk mematikan dari Daniel ketika dia menyusun rencana itu. Rasanya sangat tidak sabar untuk membuat hidupnya Aaron menderita, bagaimana pun Aaron tetaplah musuhnya saat ini dan selamanya.


Daniel dan mereka meminum minuman yang sudah berada di atas meja. Beberapa wanita juga sudah di sewa untuk melengkapi pesta anggota The Black Devils itu. Seluruh anggota The Black Devils begitu menikmati wanita yang sudah mereka sewa untuk membuat mereka bahagia malam ini.

__ADS_1


Christian dan Lucas juga demikian, mereka sangat menikmati malam ini. Mereka merayakan keberhasilan mereka dalam mengungkap siapa keturunan dari pria yang sangat di benci oleh tuan mereka.


Sedangkan Daniel, pria itu hanya menonton pertunjukan di depan matanya. Sama sekali tidak berhasrat untuk menikmati ja**ng itu, bahkan seorang wanita yang menggodanya tadi dia usir begitu kasar. Pikirannya hanya satu, yaitu memikirkan sang istri di rumah yang entah mengapa hasratnya menggebu hanya karena membayangkan wajah cantik istrinya.


__ADS_2