
" Apa? "
Kaki Anna melemas dan dia terduduk dengan perasaan tidak percaya ketika mendengar ucapan sang adik dari ponselnya. Ponsel yang dia pegang terjatuh ke lantai bersamaan dirinya terduduk di atas ranjang kamarnya.
Air matanya seketika turun menatap lurus ke depan, wanita itu menangis sejadi jadinya hingga membuat Daniel segera berlari dari kamar mandi ketika mendengar sang istri menangis keras. Pria itu tidak mengerti dengan sang istri yang menangis seperti ini, Daniel pun memeluk sang istri.
Anna terus menangis terisak dalam pelukan sang suami, benar benar menyakitkan ketika sebuah berita datang dari adiknya. Daniel semakin tidak mengerti melihat sang istri menangis padahal baru beberapa saat lalu mereka masih bisa tertawa bersama.
" Bunda... "
Bahkan Anna tidak bisa berkata apapun sekarang, hatinya benar benar hancur ketika mendengar kabar buruk dari sang adik. Ya, beberapa saat lalu Anin menghubunginya dan mengatakan bahwa pesawat yang bunda Hana tumpangi jatuh.
Anna tidak percaya dengan berita itu, dirinya terisak mengingat bagaimana keadaan sang bunda. Bagaimana keadaan wanita yang begitu di sayanginya saat ini, apakah wanita paruh baya itu selamat. Anna sangat tahu bagaimana para penumpang jika pesawat jatuh. Tetapi Anna tidak siap untuk kehilangan orang tersayangnya sekali lagi.
__ADS_1
" Tenanglah sayang! "
" Bunda.. Pesawat yang bunda tumpangi jatuh. Bagaimana keadaan bunda, apakah bunda selamat? Aku tidak bisa kehilangan bunda, aku tidak bisa! "
Daniel begitu terkejut mendengar ucapan sang istri, Daniel segera menyalakan televisi dan melihat berita yang sedang menayangkan tentang pesawat yang jatuh. Anna ambruk tak sadarkan diri ketika mendengar reporter televisi itu mengatakan bahwa di perkirakan tak ada penumpang yang selamat dari kecelakaan pesawat itu.
Daniel panik melihat sang istri tak sadarkan diri, dengan cepat dia menghubungi dokter kepercayaannya. Menunggu dokter tiba, Daniel berusaha menggosok tangan sang istri, dia tidak bisa melihat sang istri seperti ini. Daniel bisa merasakan perasaan terluka sang istri ketika mendengar berita kecelakaan sang bunda.
Daniel yang sedang berfokus dengan istrinya, menatap ponselnya yang berbunyi pertanda panggilan masuk. Daniel pun mengangkat panggilan itu dengan satu tangan sedangkan yang lain menggenggam tangan Anna.
" Kami saat ini berada di lokasi terjatuhnya pesawat. Di sini juga ada kedua adik Nona Anna,Tuan. "
" Lalu bagaimana kondisi kedua adik iparku? Bagaimana kondisi terkini di tempat kejadian? Apa ada kabar terbaru dari Bunda Hana? "
__ADS_1
" Kedua gadis itu menangis di sini, Tuan. Tapi kami sudah berusaha menghibur mereka. Hingga saat ini para tim penyelamat sedang mencari para korban di laut. Pihak maskapai belum memberikan keterangan apapun tentang para penumpang. "
" Aku akan segera ke sana, tolong jaga keduanya. "
Daniel menutup panggilannya dan pandangannya kembali berfokus kepada wajah sang istri. Dia begitu sedih ketika mendapat kabar seperti ini, dia bisa merasakan bagaimana perasaan sang istri saat ini.
Tak lama kemudian seorang dokter pria paruh baya yang sudah bekerja dengannya puluhan tahun sudah datang. Daniel segera menyuruh dokter kepercayaannya untuk segera memeriksa keadaan sang istri.
" Bagaimana keadaan istriku dan kandungannya? "
" Dia hanya mengalami shock, tak ada yang berbahaya. Beliau hanya butuh istirahat yang cukup karena untuk seorang wanita yang hamil tidak boleh mengalami hal seperti ini lagi. Kau tidak perlu khawatir tuan Daniel, sebentar lagi dia akan siuman. "
Setelah mengatakan hal itu, dokter pun pergi dari sana meninggalkan kedua pasangan itu. Daniel kembali duduk di samping sang istri. Dia begitu khawatir melihat keadaan sang istri saat ini.
__ADS_1
" Sayang jangan seperti ini. Aku tidak mau terjadi apapun kepada dirimu, cepatlah sadar! "