
Bukankah seharusnya kita akan sangat bahagia ketika seseorang yang kita cintai juga mencintai kita? Sebuah perasaan yang selama ini kita pendam, ternyata mendapat balasan. Bagi semua orang mungkin itu adalah satu hal yang paling membahagiakan.
Bagaimana tidak? Karena perasaan kita terbalaskan. Mencintai seseorang yang juga mencintai kita adalah suatu hal yang paling indah yang tidak bisa di ungkapkan dengan kalimat. Tetapi bagaimana jadinya ketika rasa bahagia itu harus terpaksa redup hanya karena sebuah benteng kokoh yang menghalangi rasa cinta itu.
Dan itulah yang sedang di rasakan oleh seorang gadis cantik yang berprofesi sebagai seorang dokter gigi. Anindhita, terpaksa harus mengubur rasa bahagia dan cintanya saat ini karena sebuah perbedaan besar. Ketika hatinya begitu senang kala pria yang berhasil masuk ke hatinya tiba tiba melamarnya, namun harus di patahkan detik itu juga.
" Maukah kau menikah denganku, Anindhita? "
Lamunan Anin buyar ketika suara Christian kembali terdengar. Anin menatap dalam pria itu, gadis itu mencoba mencari kebohongan di sana, namun tak ada kebohongan sama sekali. Anin dengan jelas melihat keseriusan di mata pria itu.
Dirinya sungguh terdiam ketika suasana yang tadinya tenang mendadak menegangkan. Anin begitu senang ketika mendengar pernyataan cinta dari pria itu, namun dirinya juga bersedih karena perasaan itu.
" Maaf aku tidak bisa. "
__ADS_1
Setelah berpikir panjang Anin memutuskan untuk menolak lamaran mendadak itu. Meskipun hatinya menolak mengatakan hal itu, tetapi dia terpaksa mengambil keputusan itu. Dengan nafas yang seakan susah di hembuskan, Anin segera mengambil tas dan beranjak dari duduknya.
Dirinya hendak pergi namun lengannya di pegang oleh Christian. Pria itu terpukul dengan penolakan Anin. Mengapa menolaknya? Apa dia terlalu buruk untuk gadis itu? Christian sungguh kecewa dengan penolakan itu. Dia tidak bisa diam begitu saja, dia benar benar jatuh cinta untuk pertama kalinya. Pertama kali juga dia mendapatkan penolakan dari seorang wanita.
" Atas alasan apa kau menolakku? Aku yakin di hatimu juga ada perasaan yang sama untukku bukan? "
Anin menjauhkan tangan Christian dari lengannya, sehingga tangan Christian terlepas begitu saja. Perasaan Christian hancur dengan penolakan itu, padahal dirinya sudah berusaha ikhlas jika dirinya nanti di tolak. Tetapi sekarang hatinya berkhianat, hatinya seakan tidak menerima atas penolakan itu.
" Aku harus pergi sekarang! "
" Turunkan aku, tuan! Ini sudah tindak kriminal. Aku akan melapormu ke pihak berwajib jika kau terus memaksaku. "
" Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau memberikan alasan, mengapa kau menolak lamaran dariku? "
__ADS_1
Christian terus melajukan mobil itu dengan kecepatan sangat tinggi dan hal itu membuat Anin merasa ketakutan. Anin bisa melihat wajah merah menahan amarahnya itu. Jantung Anin seakan berhenti berdetak kala Christian banting setir ke tepi jalan hingga membuat mobil itu berhenti seketika.
Nafas keduanya terengah, Anin membuka matanya dan melihat ke depan ternyata mereka tidak mengalami sebuah kecelakaan. Matanya pun melirik pria di sampingnya yang masih menunjukkan kemarahannya.
" Katakan Anindhita! Apa kau menolakku karena kau sudah memiliki seorang kekasih di luar sana? "
Christian memukul keras setir mobilnya hingga tangannya memar. Wajahnya memerah, urat urat di wajahnya pun kini terlihat menonjol.
" Aku tidak bisa menerima lamaran itu. Karena kita berbeda Tuan Christian. Jujur aku juga menaruh hati kepadamu, tetapi cinta ini salah. Kita beda keimanan dan keyakinan dan itu membuat kita tidak akan pernah bisa bersatu sampai kapanpun! "
Anin meneteskan air matanya kala mengutarakan isi hatinya. Rasa bahagia dan hancur terjadi begitu saja dalam satu waktu yang sama. Matanya terus mengeluarkan buliran bening yang seakan menjadi sebuah luapan kesedihan dirinya.
Christian melihat wanita yang berhasil memasuki hatinya, ingin sekali dia menyeka air mata itu. Tetapi tidak bisa, karena bagaimanapun Anin tidak mengizinkannya.
__ADS_1
" Aku akan ikut dengan keyakinanmu, Anindhita! "
" Tidak. Aku tidak berhak mengambilmu dari Tuhanmu! "