
Jam sudah menunjukkan jam 6 dan langit sudah hampir gelap. Kini kedua gadis cantik itu sudah berada di jalan untuk pulang. Jalan yang tadinya dia lewati ramai kini hanya beberapa mobil yang berlalu lalang di sana.
Alisya yang hanya duduk di samping sang kakak hanya terlihat bermain ponselnya. Sedangkan Anin hanya fokus dengan kemudinya.
" Agatha baik ya? "
Alisya yang sibuk dengan ponselnya, segera melihat ke arah Anin ketika bertanya kepadanya. Alisya pun menyimpan ponselnya ke ransel yang dia bawa.
" Iya kak. Awalnya kami juga tidak dekat saat SMA, tetapi semenjak beberapa Minggu terakhir kami saling dekat. Dia selalu menceritakan kehidupannya, tetapi aku merasa dia juga kesepian karena kedua orangtuanya sibuk bekerja. Makanya saat dia bertemu dengan kita, dia terlihat begitu bahagia. "
" Iya. Kakak rasa juga begitu. Dia gadis yang baik. "
Dengan tiba tiba Anin mengerem mobilnya mendadak ketika sebuah mobil di depan berhenti secara tiba tiba. Kedua gadis itu terhuyung ke depan dengan perasaan begitu terkejut. Jika saja Anin tidak menghentikan mobilnya, mungkin mereka akan mengalami kecelakaan itu.
__ADS_1
Anin dan Alisya segera turun dari mobil bersamaan juga dengan pengemudi mobil yang hampir mereka tabrak. Anin dan Alisya menghela nafas ketika melihat siapa yang turun dari mobil di depan. Ternyata mereka adalah Daniel dan kedua pria kepercayaannya.
Daniel terkejut melihat kedua adik iparnya yang masih berada di jalan malam begini. Daniel pun mendekati kedua adik iparnya yang sudah berdiri di samping mereka. Begitu pun dengan Christian dan Lucas yang ikut berjalan ke arah gadis itu.
" Kalian di sini? "
" Kami baru akan pulang kak Daniel. "
" Jam begini sangat berbahaya, apalagi kalian hanya berdua. Christian lebih baik kau mengantar mereka ke rumah, aku tidak ingin mengambil resiko dengan keselamatan kedua adikku. "
Suasana dalam mobil seketika hening karena tidak ada satupun yang memulai pembicaraan. Anin dan Alisya terlihat canggung apalagi melihat Christian yang kini begitu fokus dengan kemudinya.
Di mobil lainnya, Kini Lucaslah yang mengambil alih kemudinya, sedangkan Daniel duduk di belakang dengan sebuah tab di tangannya. Daniel membuka email yang masuk, dia pun membaca setiap kalimat email tersebut.
__ADS_1
" Tidak mungkin. Ini tidak mungkin. "
Daniel berteriak tidak percaya ketika membaca emailnya, Lucas yang sedang menyetir pun ikut terkejut dengan teriakan Daniel. Lucas mengerti mengapa Daniel berteriak sekarang, dia juga hanya terdiam tanpa tahu harus mengatakan apa.
" Lucas, ini tidak benar bukan? "
" Maaf tuan, tapi itulah kenyataannya. Haris Wilson adalah Ayah dari nona Annastasia, dan pembunuhnya 13 tahun yang lalu adalah mafia The Black Devils. "
" Jadi, jadi Aku yang sudah membunuhnya? "
Daniel tidak percaya dengan kenyataan bahwa dirinyalah yang telah membunuh Ayah Anna. Daniel sangat mengingat kejadian waktu itu yang mana dengan begitu sadis dirinya menembakkan begitu banyak peluru di tubuh pria bernama Haris Wilson.
Ternyata inilah mengapa dia seperti tidak asing dengan nama belakang istrinya dulu, yang ternyata adalah salah satu nama korbannya. Daniel mengacak rambutnya frustasi mengetahui kenyataan yang tidak bisa dia terima. Daniel memikirkan Anna, wanitanya. Bagaimana jika Anna mengetahui bahwa dirinyalah yang sudah melenyapkan sang Ayah.
__ADS_1
" Tidak, tidak. Aku tidak bisa kehilangannya, dia hidupku. Bagaimana jika dia mengetahui fakta ini, apa dia akan meninggalkanku? "