
Anna sudah bersiap untuk hari ini karena hari ini dia akan kembali mengemban tugas dan tanggung jawabnya sebagai dokter. Hari ini sesuai keinginannya, Anna kembali bisa merasakan rasa senangnya ketika dia masih di berikan satu kesempatan untuk bekerja sebagai dokter.
Sudah sangat lama dia tidak bekerja karena masalah dengan Daniel, namun hari ini dia sangat senang karena Daniel menepati janjinya. Senyum bahagia tidak pernah pudar di wajah Anna ketika dia sudah sampai di depan gedung tinggi rumah sakit kota itu.
Dia melihat dengan mata berbinar gedung tinggi itu, rasa bahagianya tidak bisa dia ungkapkan dengan kalimat. Meskipun dia tidak bekerja di rumah sakitnya dulu, tetapi dia senang bisa bekerja di rumah sakit barunya.
" Apa kau bahagia? "
Daniel masih bertanya padahal jawabannya tetap sama, Anna sangat bahagia. Anna hanya mengangguk dan memeluk Daniel sebentar sebelum keluar dari mobil suaminya. Daniel ikut bahagia melihat wanitanya seperti ini, dia sudah berjanji akan melakukan apapun yang wanitanya inginkan.
" Ya sudah aku masuk dulu, aku sudah tidak sabar bisa bekerja di rumah sakit lagi. "
__ADS_1
" Aku akan mengantarmu! "
Anna menggeleng hingga setelah perdebatan panjang karena Daniel tetap ingin mengantar istrinya, akhirnya Daniel mengalah dan membiarkan istrinya masuk sendiri. Dengan kekuasaan yang di miliknya, bagi Daniel sangatlah mudah untuk membuat wanitanya bisa bekerja di salah satu rumah sakit terbesar itu. Hingga tak sulit untuk bisa menempatkan sang istri menjadi dokter di sana.
Setelah melihat istrinya masuk Daniel pun menjalankan mobilnya meninggalkan gedung putih bertuliskan HOSPITAL itu. Anna terus berjalan ke dalam gedung itu dan bertemu dengan beberapa orang yang ternyata sedang menyambut dirinya.
Anna di terima baik di rumah sakit itu, karena bagaimanapun nama Anna masih melambung tinggi di negara itu. Para staf rumah sakit tentu saja senang karena dokter terbaik tahun ini bekerja di rumah sakit mereka.
Anna di antar ke ruang pribadinya yang jauh lebih besar daripada ruangnya dulu. Anna sama sekali tidak mempersalahkan ruangan yang besar ataupun kecil, yang penting dia masih bisa membantu orang orang yang membutuhkan sudah cukup.
Anna masih berbinar setelah mendudukkan tubuhnya di atas kursi serta menyentuh barang barang yang ada di meja. Keningnya berkerut ketika melihat sebuah surat di sana. Tak menunggu lama dia pun membuka dan membaca isi surat singkat itu.
__ADS_1
" *Assalamualaikum istriku. Apa kau bahagia, ah tentu saja kau sangat bahagia bukan? Maaf karena semua kesalahanku dulu kepadamu. Semoga kau menyukai ruangan yang aku berikan, dan sekali lagi selamat kembali bekerja.
Aku mencintaimu sayang.
Suamimu Daniel*. "
Anna terharu membaca surat yang ternyata dari suaminya, dia pun memeluk surat itu dengan air mata terharunya. Dia juga baru tahu jika ruangan ini ternyata Daniel yang mempersiapkan untuk dirinya.
Dia terus tersenyum dengan memeluk surat dari suaminya, hingga keningnya kembali berkerut ketika sebuah pesan dari ponsel miliknya masuk. Anna meletakkan surat itu dan membuka ponsel miliknya, lagi dan lagi dia kembali tersenyum melihat pesan yang baru saja suaminya kirimkan.
" Terima kasih suamiku, aku juga mencintaimu. "
__ADS_1
Anna tersenyum sembari terus melihat ke arah ponselnya yang baru saja dia balaskan pesan dari suaminya. Anna pun menarik nafas dan menghembuskannya sebelum dia mulai melakukan pekerjaannya di luar.
" Bismillah, lancarkanlah segala urusanku hari ini Ya Rabb. "