Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Remembering The Past


__ADS_3

Aaron menceritakan semuanya kepada Anna yang tidak percaya dengan setiap cerita yang dia katakan. Aaron mengenang masa lalunya dengan penuh kebahagiaan apalagi ketika mengingat wajah Anna saat kecil dulu. Wajah yang membuat dirinya begitu tenang, Aaron tersenyum mengingat masa itu.


Aaron melihat Anna yang sama sekali tidak meliriknya, Anna hanya membuang pandangannya karena dia tidak ingin melihat pria gila seperti Aaron. Aaron hanya tersenyum melihat ekspresi Anna yang malah membuatnya semakin ingin memiliki wanita itu.


" Sekarang apa kau ingat saat kau mengatakan janji untuk selalu bersamaku Anna? "


Sedangkan wanita itu dia sama sekali tidak mengerti dengan setiap perkataan Aaron, dia tidak mengingat hal apapun. Wanita yang masih mengenakan dress pengantinnya tidak percaya dengan perkataan pria di depannya. Anna berpikir mungkin itu hanyalah imajinasi pria gila itu untuk membuatnya percaya.


" Tidak. Aku tidak mengingat apapun. Berhentilah membuat karangan, aku tidak pernah bertemu denganmu. "


Anna berteriak di depan Aaron yang hanya menunjukkan smirknya kepada Anna. Aaron kembali menduduki dirinya di sofa depan Anna. Tak lupa pula sebuah foto yang masih erat dia genggam di tangannya sesekali dia menciuminya.

__ADS_1


" Jangan berteriak sayang! "


" Apa kau tahu sayang? Saat kau mengatakan untuk tidak memiliki dendam kepada siapapun, aku berusaha untuk mengikhlaskan kepergian Mommy dan Daddyku hingga saat itu. Dan setelah hari pertemuan pertama kita, aku selalu memikirkan dirimu Anna. Aku selalu berusaha untuk menemuimu lagi, tetapi tidak pernah terjadi lagi. Aku terus mencari keberadaanmu hingga sekarang aku tahu ternyata Anna yang selama ini aku cari adalah dirimu. Kaulah gadis kecil yang sudah membuat hatiku tenang, hanya kau yang bisa membuat hatiku berdebar. "


Anna menggeleng tidak ingin mendengarkan apapun lagi saat ini. Anna hanya memikirkan Daniel yang ingin sekali memeluk suaminya saat ini, Anna berharap Daniel segera membebaskan dirinya dari pria gila seperti Aaron.


Namun sekilas wanita yang sudah menangis itu mengingat sebuah memori yang Aaron katakan. Anna mengingat hari di mana dia bertemu dengan seorang pria muda yang jauh dari usianya. Ternyata pria gila itu menceritakan hal yang sebenarnya, bukan imajinasi yang dia buat.


" Apa kau sudah mengingatnya sekarang? "


" Katakan sayang! "

__ADS_1


Aaron berusaha mendekatkan wajahnya kepada Anna namun secara refleks Anna menampar pipi Aaron. Aaron tersenyum merasakan pipinya yang panas karena tamparan wanitanya. Aaron terlihat santai walaupun sudah terkena tamparan panas dari Anna, namun dia tetap berusaha menahan emosinya.


Anna gemetar menatap tangan yang sudah menampar pipi Aaron. Saat melihat Aaron lengah, Anna mencoba menendang area bawah Aaron hingga berhasil membuat Aaron kesakitan. Tak menyiakan kesempatan, Anna berusaha berlari namun kesusahan karena dress panjang yang dia pakai.


Belum sempat Anna melangkahkan kakinya keluar dari ruangan menakutkan itu, tubuhnya tiba tiba sudah di rengkuh oleh sebuah tangan kekar yang melingkari pinggangnya. Anna mencoba memberontak namun tenaganya kalah dengan pria itu.


Aaron mengangkat paksa Anna dan langsung membawanya ke ranjang sebelum menghempaskan kasar tubuh kecil itu di atas ranjang miliknya. Dengan sigap Aaron menindihnya hingga membuat Anna terkunci di bawahnya. Anna ketakutan melihat mata Aaron yang memerah dan terus berusaha memberontak di bawah Aaron.


Pria itu sangat marah saat Anna menendang bagian intim dirinya dan berusaha untuk kabur. Aaron yang sebelumnya masih bersabar menghadapi sikap Anna, kini kesabaran itu hilang dan Aaron kini sudah memperlihatkan aura kekejamannya.


" Kau yang menginginkan hal ini, maka jangan salahkan aku jika aku bertindak kasar kepadamu Anna! "

__ADS_1


Aaron berusaha mencium Anna namun tidak bisa karena Anna terus menghindar, Aaron semakin di buat marah melihat sikap Anna. Anna terus menangis di bawah kungkungannya namun Aaron seperti tidak melihat tangisan Anna.


Brakkkk.....


__ADS_2