
Di dalam mobil Anna hanya termenung mengingat kejadian beberapa saat lalu. Bukan di saat dirinya hendak di sentuh oleh Aaron, tetapi pikirannya saat ini memikirkan perkataan terakhir Aaron sebelum akhirnya pria itu tidak sadarkan diri.
Daniel yang duduk berdua dengan sang istri di belakang, bisa melihat istrinya yang sedang memikirkan satu hal. Pria yang begitu senang karena sang istri kini kembali bersamanya, pun mencoba memeluk istrinya. Anna tersadar dari lamunannya ketika tangan kekar suaminya merengkuh hangat tubuhnya.
Anna pun menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami, dia begitu merindukan pelukan hangat suaminya. Namun hatinya kini berada di tempat lain, hatinya masih memikirkan perkataan terakhir Aaron. Anna percaya tidak percaya dengan perkataan Aaron yang mengetahui siapa pembunuh Ayahnya. Meskipun Anna sudah melupakan kejadian tragis hari itu, namun di hatinya yang paling dalam juga ingin tahu siapa yang melakukan hal itu dan bertujuan untuk apa.
" Jangan memikirkan hal yang bisa membuatmu khawatir sayang? "
Daniel sangat mengerti isi hati istrinya sekarang, dia juga penasaran dengan perkataan Aaron beberapa saat lalu. Dengan tangan yang terus mengusap kepala wanitanya, hingga akhirnya nafas istrinya kini sudah teratur berarti wanita itu sudah berada di alam mimpinya.
Daniel melihat ke arah Lucas dan Christian yang kini melihatnya. Daniel menjadi semakin penasaran dengan setiap ucapan pria yang di benci olehnya. Ingin sekali dia melenyapkan pria itu, namun dia tidak bisa melakukannya karena sang istri yang melarangnya. Jika bukan karena sang istri, Daniel sudah menghabisi pria itu.
__ADS_1
" Carilah informasi mengenai pembunuhan yang terjadi pada Ayah istriku! "
***
Daniel mengangkat tubuh sang istri dan menggendongnya ala bridal style memasuki rumahnya. Sang istri yang tadinya tertidur kini membuka matanya ketika dia merasa berada di udara. Kala dia membuka matanya, tatapannya langsung berhenti di wajah tampan sang suami.
Tangannya menyentuh rahang tegas sang suami dan tersenyum ketika Daniel melihat kepadanya. Daniel membuka pintu kamar mereka dengan kakinya dan membawa tubuh sang istri ke ranjang. Dengan perlahan Daniel menidurkan Anna di atas ranjang milik mereka, Daniel mencium kening sang istri begitu lama sampai dia melepaskannya ketika bunda dan kedua adik iparnya masuk ke kamar mereka.
" Apa ada yang terluka sayang? "
" Tidak ada yang terluka bunda. Anna baik baik saja, kalian tidak perlu mengkhawatirkan Anna seperti itu. "
__ADS_1
Anna tersenyum melihat kekhawatiran sang bunda dan tangannya tergerak menyeka air mata sang bunda. Anna tersenyum kepada mereka bertiga dan mengatakan agar ketiganya tidak menangis.
" Alhamdulillah kak Anna pulang selamat. "
" Tapi siapa yang sudah mencoba menculik kakak? Kita harus menghubungi pihak kepolisian untuk menangkap penculik itu "
Anindhita menyeka air matanya dan melihat ke arah sang kakak yang terlihat begitu pucat. Meskipun sang kakak sudah pulang tanpa luka sedikitpun, tetapi Anin masih tidak bisa percaya dengan penculikan itu.
" Tidak apa. Alhamdulillah aku sudah pulang dan itu sudah lebih dari cukup. Kalian jangan khawatir lagi, bukankah sekarang ada suamiku yang akan melindungiku? "
Anna tersenyum dan melirik sang suami sekilas, Anna begitu beruntung karena Tuhan mengirimkan pria seperti Daniel. Meskipun dulu pria itu jauh dari idamannya, tetapi sekarang Anna begitu mencintai suaminya.
__ADS_1