Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Start To Rise


__ADS_3

Sudah cukup kesedihan saat ini, mereka semua harus mulai melupakan kesedihannya karena waktu terus berjalan. Jika ingin terus berjalan, maka harus bisa bangkit. Karena memang sudah takdir seperti itu yang Tuhan berikan. Mau tidak mau, segala takdir itu harus di terima dengan hati yang ikhlas.


Meskipun jauh di lubuk hati yang paling dalam, rasa kehilangan masih ada. Tetapi itu tidak bisa membuat mereka terpuruk, karena bagaimanapun masih ada tujuan mereka untuk bangkit di masa mendatang. Berusaha ikhlas dan menerimanya dengan lapang dada adalah salah satu hal yang harus di lakukan oleh setiap manusia.


Begitupun dengan tiga adik kakak itu yang mulai bangkit dari kesedihan mereka. Mereka harus tetap maju untuk bisa membuat kedua orangtua mereka yang sudah tenang di surganya merasa bahagia. Oleh karena itu mereka harus bisa menggapai mimpi mereka untuk membuktikan bahwa mereka mampu mencapai impian orangtuanya.


Anna sudah berdamai dengan hatinya, dirinya tidak boleh sedih berkepanjangan karena ada satu nyawa yang harus di jaganya. Mungkin dengan kehadiran sang calon bayi bisa membuatnya melupakan kesedihannya secara perlahan. Tak hanya sang calon buah hati, namun suaminya selalu bersamanya dan itu membuatnya semakin bersyukur.


Benar adanya, sesuatu yang pergi akan di gantikan dengan sesuatu yang lebih berharga lagi. Meskipun kehilangan sang bunda, namun dia masih di berikan seorang suami yang begitu baik kepadanya.


" Apa kau benar benar sudah jauh lebih baik saat ini? Aku masih bisa bekerja dari rumah jika kau mau! "

__ADS_1


Daniel menatap sang istri yang sedang memasangkan dasi kepada dirinya. Selama seminggu terakhir, dia bekerja dari rumah karena tidak ingin meninggalkan sang istri meskipun masih ada kedua adiknya. Tapi sekarang kedua adiknya sudah melakukan aktivitas mereka masing masing dan hari ini juga mereka akan kembali ke rumah milik mereka.


Meskipun Anna bersikeras untuk keduanya tetap tinggal bersamanya, tetapi Anin dan Alisya memutuskan untuk tinggal di rumah milik mereka yang tentunya ada campur tangan Daniel membelikan rumah itu kepada mereka. Mereka tidak seharusnya tinggal terlalu lama lagi dengan sang kakak, karena bagaimanapun sang kakak sudah memiliki keluarga sendiri.


" Iya, aku tidak apa apa. Kau tidak perlu khawatir seperti itu, lagipula aku tidak sendirian di rumah ini. "


Anna tersenyum sembari merapikan pakaian sang suami. Daniel pun ikut bahagia melihat istrinya sekarang yang sepertinya sudah mulai mengikhlaskan kepergian sang bunda. Meskipun dirinya masih belum ingin meninggalkan sang istri di rumah, tetapi dia tetap harus bekerja untuk menafkahi sang istri.


*


Tak jauh berbeda dengan sang kakak, Anin sudah mulai masuk bekerja lagi hari ini. Sudah cukup dia tenggelam dalam kesedihannya, sekarang saatnya dia kembali bangkit untuk meraih masa depannya. Kini kedua gadis itu sudah bersiap mengemasi barang barang mereka yang sempat mereka bawa saat tinggal di rumah ini.

__ADS_1


Hari ini mereka akan kembali ke rumah mereka sendiri. Keduanya sudah bersiap untuk meninggalkan rumah itu dengan tak lupa meminta izin dari sang kakak terlebih dahulu. Anin memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil namun tiba tiba ada sebuah tangan kekar yang mengambil koper dari tangannya dan di masukkan ke dalam bagasi mobil itu.


" Aku akan membantumu! "


Anin hanya terdiam melihat Christian yang sedang membantu dirinya dan sang adik. Tak hanya Anin, namun Alisya juga heran dengan bantuan tiba tiba itu. Tak hanya Alisya yang heran, namun Daniel dan Anna yang juga berada di sana mengerutkan kening mereka.


Di sini Daniel yang lebih heran dengan sikap Christian kepada adik iparnya itu. Daniel yang lebih mengenal Christian, selama dia mengenal pria yang sudah di anggapnya sebagai adik, tidak pernah sekalipun pria menunjukkan sikap seperti itu kepada siapapun. Tetapi sekarang dia bisa melihat hal yang tidak wajar dengan Christian.


" Ada apa dengan Christian? "


Lucas pun sama seperti Daniel, pria itu hanya terdiam memperhatikan setiap pergerakan Christian. Bibirnya tertarik dengan kedua yang dia masukkan ke dalam saku celananya, matanya tak berkedip melihat sahabatnya.

__ADS_1


" Kau benar benar jatuh dalam pesona gadis itu, Christian. Pantas saja kau selalu menolak setiap kali aku mengajakmu untuk ke club. "


__ADS_2