Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Kill Again!


__ADS_3

Daniel membaringkan sang istri secara perlahan di ranjang kamar milik mereka. Beberapa saat lalu Anna tak sadarkan diri kerena kejadian yang membuatnya shock. Melihat sang istri pingsan, Daniel pun segera membawa pulang sang istri dari tempat itu.


Sedangkan tubuh Alice yang di tembak sudah di urus oleh Christian dan Lucas, dirinya yakin jika tubuh wanita itu sudah tidak bernyawa sekarang. Ada rasa bersalah di hati mantan pembunuh itu ketika sudah melanggar janjinya kepada sang wanita. Namun tak ada pilihan lain, hanya ada satu pilihan yang ada yaitu menembak sahabat istrinya.


Daniel tidak mengetahui apa yang telah terjadi kepada Anna dan Alice waktu dia berhasil datang ke atap itu. Yang pasti dirinya melihat begitu jelas bahwa Alice mencoba menusuk sang istri dengan sebuah pisau. Karena waktu yang begitu singkat, dengan terpaksa Daniel menarik pelatuk pistol dan menembakkan ke punggung Alice.


" Maaf sayang, aku harus melanggar janjiku. Tidak berniat sedikitpun untukku melanggar janjiku, aku terpaksa melakukan hal itu karena jika tidak melakukan hal itu, aku bahkan tidak bisa membayangkan sesuatu yang buruk terjadi padamu. "


Tatapan menyesal Daniel begitu terlihat. Mengusap pelan wajah sang istri yang masih belum sadarkan diri itu. Hingga Anna perlahan membuka matanya dan tatapannya langsung berhenti di suaminya yang kini menunduk merasa bersalah.

__ADS_1


Anna beranjak dari baringnya, namun sangat jauh dari pikiran Daniel bahwa istrinya akan memarahinya. Karena ternyata sang istri malah memeluk dirinya begitu erat. Bahkan Daniel bisa merasakan Isak tangis dari sang belahan jiwanya.


Anna mengatakan segalanya apa yang terjadi saat dia berada di atap itu bersama Alice. Tak ada yang Anna tutupi, semuanya dia ceritakan kepada sang suami. Tentu saja Daniel terkejut dengan perkataan sang istri, tak terpikirkan sebelumnya bahwa wanita yang sama sekali tidak di kenalnya ternyata menaruh perasaan terhadapnya.


" Jangan menangis lagi, sayang! Hatiku perih melihat dirimu meneteskan air mata. "


Daniel menyeka air mata sang istri dengan jari jempolnya. Anna pun perlahan mulai meredam tangisannya, meskipun di lubuk hatinya masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi hari ini.


Daniel mengungkapkan penyesalannya dengan pandangan menunduk. Bukan menyesal karena sudah membunuh wanita yang berusaha menyakiti istrinya, tetapi menyesal karena janji yang sudah dia langgar.

__ADS_1


Anna masih terdiam, dirinya terlalu shock dengan kebenaran yang dia tahu. Namun meskipun dia membenci Alice, tetapi Alice tetaplah sahabatnya. Tak di pungkiri dia merasa bersalah kepada Alice, sebagai seorang wanita dia mengerti perasaan Alice.


" Apa Alice baik baik saja? Apakah dia sudah di rawat di rumah sakit sekarang? "


Setelah melihat Alice terjatuh tepat di kakinya, Anna pun tidak mengingat lagi kejadian selanjutnya karena tidak sadarkan diri. Meskipun hatinya masih sakit kepada Alice, tetapi dia tetap mengkhawatirkan keadaan sahabatnya.


" Maaf sayang, Alice tidak tertolong. Dia sudah tewas! "


Anna kembali menutup mulutnya tidak percaya dengan perkataan sang suami. Anna menubruk ke dada sang suami dan terisak di sana. Dia bersedih dengan berita Alice, dan lagi lagi dia melihat sang suami membunuh seseorang di depan matanya.

__ADS_1


" Maafkan aku, sayang! "


__ADS_2