
Langit yang tadinya begitu cerah kini sudah tergantikan dengan gelapnya malam. Namun di kota dengan pemandangan kota yang begitu indah apalagi dengan lampu cantik yang kini sudah menghias gedung tinggi pencakar langit itu. Kota yang terkenal dengan kota bunga sakura, membuat siapa pun pasti ingin menikmati langsung kota itu.
Jalan raya kini sudah di padati oleh lalu lalang kendaraan serta tak sedikit yang memilih berjalan kaki menikmati kesejukan malam. Tak terkecuali dengan dua insan yang masih hangatnya dengan hubungan mereka. Hubungan yang terikat karena sebuah keterpaksaan kini sudah berubah menjadi saling melengkapi. Tak ada satupun yang menginginkan hubungannya retak begitu juga dengan sepasang suami istri yang kini sedang bergandengan tangan menyusuri keindahan malam kota Tokyo.
Daniel yang terus menggenggam jemari sang istri melihat sang istri yang terlihat kedinginan. Dengan sigap Daniel membuka blazer tebalnya dan mengenakan kepada istrinya. Anna sudah memakai sendiri blazernya, namun entah mengapa malam ini begitu dingin sehingga Anna kini sudah mengenakan dua blazer panjang sekaligus.
" Terima kasih. "
Anna tersenyum sembari melingkarkan kedua tangannya di lengan kekar sang suami. Keduanya pun kembali berjalan perlahan lahan sembari menikmati udara sejuk itu. Anna tersenyum senang bisa berdua seperti ini, inilah salah satu impiannya untuk bisa berkencan dengan pria yang kebetulan sudah di takdirkan menjadi suaminya.
Namun tidak hanya mereka berdua, kedua pengawal setia Daniel juga ikut kedua pasangan itu. Namun mereka memilih untuk menjaga tuan mereka dengan posisi yang sangat jauh dari suami istri itu. Hingga tak ada yang menyadari bahwa kedua pria itu menjadi pengawal pasangan halal itu.
" Apa kau tidak ingin berkencan seperti tuan Daniel, Lucas? "
__ADS_1
Christian yang berjalan sejajar dengan Lucas sembari memasukkan kedua tangannya ke saku jaketnya mendadak bertanya hal yang sudah dia ketahui jawabannya seperti apa. Namun pria tampan itu tetap ingin bertanya walaupun akhirnya hanya di jawab seperti biasanya.
Sedangkan yang menjadi objek Christian hanya memutar bola matanya malas menanggapi pertanyaan yang menurutnya sangat konyol itu. Lucas pun berjalan cepat meninggalkan Christian yang hanya memasang sedikit senyumnya.
" Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu Lucas, tetapi di hatiku yang terdalam menginginkan seseorang yang seperti nona Annastasia. Wanita baik dan tidak seperti wanita yang pernah menemaniku sebelumnya. Aku hanya menginginkan wanita seperti nona Annastasia, tetapi apa aku bisa seperti tuan Daniel? "
Lirih Christian pada dirinya sendiri sembari mengikuti langkah Lucas dari belakang. Christian memang pria brengsek yang juga suka tidur dengan wanita malam. Namun saat melihat kehidupan Daniel sekarang, entah mengapa hatinya kini menginginkan seorang wanita yang bisa menerima dirinya apa adanya seperti Annastasia.
Bahkan saat ini dirinya sudah sangat jarang menghabiskan waktu dengan para wanita malam. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya namun dia merasakan ketenangan saat menjauhi perbuatan kejinya itu.
Tak terkecuali dengan Anna yang tersenyum melihat pemandangan indah di depan matanya. Kedua tangannya dia angkat tak lupa pula memejamkan kedua matanya untuk lebih menikmati suasana itu. Tak ketinggalan Daniel kini memeluk sang wanita dari belakang yang semakin menambah kesan romantis.
__ADS_1
Pria yang masih menjadi pemimpin dari mafia besar itu kini meletakkan dagunya tepat di bahu sang istri dengan kedua tangan kekarnya sudah melingkar sempurna di pinggang sang istri.
" Apa kau senang? "
" Sangat, aku sangat senang. Kita tidak pernah menghabiskan waktu berdua seperti ini, tetapi malam ini kau membuatku merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Terima kasih suamiku, aku mencintaimu. "
Daniel tersenyum sembari membalikkan tubuh kecil istrinya menghadap dirinya. Jemarinya yang kekar kini membelai lembut wajah putih bersih milik istrinya. Tak ada make up apapun namun itu malah semakin terlihat aura kecantikan wanitanya.
" Aku juga sangat mencintaimu istriku. "
Dengan perlahan namun pasti kini bibir keduanya sudah menyatu, sebuah ciuman yang menghangatkan kedua insan tersebut. Ciuman itu semakin terlihat sempurna ketika menyatu dengan suasana yang sangat mendukung keromantisan pasangan itu.
Berbeda dengan pasangan yang sedang menyalurkan rasa cinta itu, seseorang terlihat begitu marah melihat keromantisan Daniel dan Anna. Sepasang mata elang nan tajam kini sedang melihat adegan yang begitu membuatnya panas seketika. Meskipun jaraknya cukup jauh, namun mata elangnya tidak salah melihat wanita yang begitu dia cintai kini sedang berciuman mesra dengan orang lain.
__ADS_1
" Kurang ajar. Kau benar benar keji Daniel, tetapi tidak apa, nikmatilah malam ini bersama istrimu karena mungkin ini adalah malam terakhir kau bersamanya. "