
" Menikah? Mengapa aku harus menikah denganmu? Aku tidak memercayai hubungan apapun apalagi menikah. "
Daniel sesaat tertawa mendengar kata menikah dan itu berhasil membuat Anna ketakutan mendengar tawa Daniel yang menurutnya sangat menakutkan itu. Entah kenapa kalimat itu keluar sendiri dari mulutnya, namun dia sadar apa yang dia katakan itu.
Tidak ada pilihan lain saat ini, menikah lebih baik daripada dirinya harus melakukan perbuatan zina yang di haramkan dalam agamanya. Anna menatap manik mata Daniel berharap Daniel menyetujui permintaannya jika dia benar benar ingin menikmati tubuhnya.
Sesaat Daniel terdiam saat Anna menatap dirinya, air mata yang terus keluar dari mata indah itu seketika membuat hatinya melunak. Daniel tiba tiba teringat dengan ibunya yang sudah tiada saat Anna menangis di bawahnya. Mata indah yang sejak tadi malam tidak berhenti mengeluarkan cairan beningnya membuat Daniel menjauhkan tubuhnya dari Anna.
Anna langsung mengambil hijab yang di buang oleh Daniel tadi untuk kembali menutup rambut indah miliknya. Daniel membelakanginya entah apa yang sedang di pikirkan olehnya sekarang.
" Baiklah aku menuruti permintaanmu. Besok aku akan menikahi mu. "
Daniel berkata sembari membelakangi Anna dan itu berhasil membuat Anna memejamkan kedua matanya. Anna tidak tahu apa yang akan terjadi dalam hidupnya setelah ini. Namun menurutnya itu yang terbaik daripada harus menyerahkan tubuhnya kepada seseorang yang tidak memiliki ikatan halal dengannya.
" Cepat bangun. Ikutlah denganku! "
Setelah mengatakan itu dengan terpaksa Anna harus mengikuti perintah Daniel. Berjalan dengan bergetar apalagi dia harus menahan rasa sakit di kakinya. Daniel? Pria itu tidak perduli dengannya, dia hanya berjalan begitu angkuh di depannya.
__ADS_1
"Ya Allah, apa yang harus aku lakukan? Tolong bantu aku! "
Dia terus berjalan mengikuti langkah kaki Daniel di depannya. Daniel berhenti ketika dia sudah berada di dekat mobilnya dan sudah ada Christian dan Lucas yang menunggunya di sana. Sesaat mata Anna bertemu dengan Lucas, seketika dia jijik dengan pria itu ketika dia mengingat kejadian yang sangat menjijikkan di hadapannya.
Daniel berbicara dengan Christian dan Lucas, sedangkan Anna berdiri di belakang mereka. Anna mengedarkan pandangannya ke sekeliling jalan yang berada di tengah hutan belantara itu. Saat melihat ketiga pria itu sibuk berbicara, Anna perlahan memundurkan kakinya untuk berusaha berlari dari sana.
Namun usahanya di ketahui oleh Daniel, dengan sigap tangannya merengkuh Anna. Memaksa Anna untuk masuk ke dalam mobilnya tak lupa pula dia mengunci pintu mobil itu agar Anna tidak bisa kabur darinya lagi.
" Tuan apa kau yakin akan menikahi wanita itu? "
Christian dan Lucas sangat mengenal Daniel yang hanya menganggap wanita sebagai pemuas nafsu birahinya saja. Tapi sekarang tiba tiba mereka mendengar kalimat menikah dari mulut Daniel dan itu membuat mereka tidak percaya.
" Apa aku pernah bercanda? Siapkan pernikahanku besok! "
Setelah mengatakan itu, dia segera memasuki mobilnya yang di samping dirinya sudah ada wanita yang dengan berani meminta dirinya menikahinya. Entah apa yang di pikirkan olehnya hingga tanpa pikir panjang dia menyetujui permintaan itu.
Daniel menjalankan mobilnya tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Anna. Di sampingnya Anna hanya menunduk berusaha menahan agar air matanya tidak keluar walaupun akhirnya cairan bening itu tetap keluar tanpa izin.
__ADS_1
" Jangan menangis! Bukankah kau sendiri yang menginginkan aku untuk menikahimu? "
Tanpa melihat Anna, Daniel mengucapkan kalimat itu sehingga membuat Anna langsung menghapus air matanya. Perlahan dia mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Daniel yang sedang fokus dengan kemudinya.
" Tidak bisakah kau melepaskanku? Aku berjanji tidak akan mengatakan kepada siapapun mengenai dirimu, aku akan menutup mulutku selamanya. Tidak bisakah... "
" Tidak. Kau sendiri yang datang kepadaku. "
Anna memejamkan matanya saat Daniel memotong ucapannya. Anna masih berusaha membujuk Daniel untuk melepaskannya tetapi Daniel sama sekali tidak mengindahkan nya. Tidak ada yang bisa di lakukan oleh Anna saat ini, mau tidak mau dia harus terjebak dengan pria berbahaya seperti Daniel.
" Jika kau tetap ingin menikahiku, kau harus bersyahadat dan masuk dalam agamaku. Aku tidak mau menikah dengan pria yang berbeda keyakinan denganku. "
" I will enter your religion ! "
Tanpa pikir panjang Daniel mengiyakan permintaan Anna, padahal Anna mengatakan itu agar Daniel berubah pikiran. Seketika air matanya kembali mengalir di pipi mulusnya. Sudah tidak ada jalan untuk bisa terlepas dari Daniel, mau tidak mau Anna harus menerima takdir ini.
" Bunda, aku takut. Maafkan aku bunda. "
__ADS_1