
Daniel yang sedang fokus dengan pekerjaannya, mengalihkan pandangannya ketika terdengar suara ketukan dari luar. Dan setelah itu terlihat seorang pria masuk setelah sebelumnya Daniel persilahkan.
Christian berjalan dengan raut wajah yang tidak seperti biasa. Dan Daniel menyadari hal itu ketika orang yang sudah di anggap sebagai adiknya, kini sudah berdiri sembari menunduk di hadapannya. Merasakan seperti ada sesuatu yang membuat Christian ke ruangannya, Daniel pun melepaskan kacamata anti radiasi yang sejak tadi bertengger di hidungnya.
" Apa ada sesuatu? "
Daniel bertanya sembari melonggarkan sedikit dasi yang melilit di lehernya. Matanya pun kini menatap pria yang masih menunduk itu dan hal itu membuat Daniel semakin penasaran ada apa dengannya saat ini. Tentu saja Daniel merasa ada keanehan dari sikap tidak biasa seorang Christian.
Christian menarik nafasnya dalam dalam sebelum menjawab pertanyaan dari Tuannya. Setelah di rasa sudah sedikit tenang, karena sejak dia masuk kedalam ruangan itu, entah mengapa itu membuat tubuhnya seakan berkeringat dingin. Tak pernah dia merasakan gugup seperti ini, terakhir kali dia merasakan hal demikian adalah ketika menyatakan perasaannya kepada wanita pujaannya.
" Tuan, aku ingin menjadi seorang muslim sepertimu! "
__ADS_1
Daniel yang mendengar itu seketika tersedak ludahnya sendiri. Ucapan Christian sungguh membuatnya tidak percaya, namun setelah hening beberapa saat, Daniel pun menyunggingkan sedikit bibirnya.
Daniel segera beranjak dan berjalan mendekati Christian yang kini juga menatap dirinya. Daniel menepuk pundak Christian, dirinya sekarang mengerti dengan apa yang di katakan oleh pria itu.
" Apa kau sedang bercanda, Christian Xavier? "
" Tidak. Aku tidak pernah pernah bercanda dengan siapapun, Tuan. Dan sekarang itupun juga yang terjadi. Aku mengatakan yang sebenarnya, aku ingin menjadi seorang muslim! "
Daniel sangat yakin ada maksud lain dari Christian yang tiba tiba ingin memeluk keyakinan seperti dirinya sekarang. Hanya satu yang Daniel pikirkan, yaitu salah satu adik iparnya. Meskipun begitu dia ikut bahagia ketika seorang Christian juga bisa merasakan jatuh cinta kepada seorang wanita. Pria yang tak jauh berbeda darinya dulu, kini terlihat sudah berubah.
Dan hal itu membuat Daniel ikut bahagia dengan perubahan pria itu.
__ADS_1
Kedua pria itu terkejut ketika pintu tiba-tiba terbuka dan terlihat seorang wanita yang sangat mereka kenali. Anna yang baru masuk melihat kedua pria itu dengan tatapan intimidasi. Daniel pun segera mendekati sang istri, pria itu tersenyum sekaligus terkejut dengan kedatangan tiba tiba istri tercintanya.
Tak lupa mencium kening sang istri, Daniel pun mengajak sang istri untuk duduk di sebuah sofa. Anna pun ikut tersenyum sembari memberikan kotak makan siang untuk sang suami. Dan dengan penuh bahagia Daniel mengambil dan segera memakan makan siangnya.
Karena kedatangan istrinya, Daniel tidak sengaja melupakan kehadiran Christian yang masih berdiri di samping meja kerjanya. Anna melihat ke arah Christian yang masih menundukkan pandangannya ke bawah. Dia pun menawarkan juga makan siang kepada pria itu namun pria itu menolak dengan hormat.
Setelah beberapa menit, Daniel pun menyelesaikan makan siangnya. Anna pun segera mengelap sudut bibir suaminya dengan penuh senyuman. Dan hal itu tak luput dari penglihatan Christian yang berhasil membuat hatinya berdebar.
" Terima kasih sayang. Makan siangnya enak sekali! "
" Iya sama-sama. "
__ADS_1
Setelah merasa puas dengan kedekatannya dengan sang istri. Daniel pun menyuruh Christian untuk duduk di hadapan mereka. Daniel merasa ini waktu yang tepat untuk Christian mengatakan niat baiknya kepada Anna. Meskipun di hatinya merasa sedikit ragu dengan Anna yang bisa menerima niat baik Christian kepada adiknya.