
Anna melihat keadaan pria yang di cintainya sedang terbaring lemah tak berdaya di atas brankar ruang itu. Sebuah selang oksigen kini menutupi mulut dan hidung mancung itu serta beberapa alat medis yang berada di tubuh kekar itu.
Anna semakin terisak kala matanya melihat suaminya dengan jarak begitu dekat. Kakinya bergetar melihat pria yang selalu membuatnya bahagia kini terbaring di sana. Perlahan jemari lembutnya menyentuh tangan kekar yang masih terpasang infus, Anna menggenggam jemari kekar yang selalu membelai lembut wajahnya selama ini.
Anna menciumi tangan itu berkali kali dan satu tangannya yang lain menyentuh wajah tampan yang masih memejamkan matanya itu. Anna tidak pernah membayangkan suaminya terbaring di sini, pria yang begitu gagah dan tak segan segan menyakiti siapapun itu kini harus terbaring dengan alat medis yang hampir memenuhi dadanya.
" Aku memang membencimu karena kaulah penyebab Ayahku meninggal. Tetapi bukan seperti ini kau menghukumku. Seharusnya aku yang menghukummu, bukan sebaliknya. Kau masih memiliki hutang penjelasan kepadaku Daniel, suamiku. Aku berjanji akan mendengar semua penjelasanmu, cepatlah bangun dan sembuh! "
__ADS_1
Meskipun kini hatinya hancur menyadari sebuah fakta menyakitkan, namun dia adalah istri yang begitu mencintai suaminya. Sesaat dia melupakan kenyataan bahwa pria itu adalah pembunuh Ayahnya. Wanita yang sudah mengganti pakaiannya dengan jauh lebih menyegarkan, kini terus menciumi tangan sang suami.
Anna mencium kening sang suami cukup lama hingga dia melepaskan itu ketika pintu ruangan terbuka. Dua orang pria datang dengan menunduk dan itu membuat Anna menjauhi Daniel sebentar.
" Maaf karena kami gagal melindungi tuan Daniel, Nona Annastasia. "
Mereka tidak menyangka bahwa Daniel akan masuk ke rumah sakit dengan keadaan seperti ini. Karena selama ini Daniel sama sekali tidak pernah seperti ini, ini kali pertamanya terbaring seperti itu. Dulu dia hanya memasukkan lawannya ke rumah sakit, dan jika dia terluka hanya luka kecil yang bahkan tidak di anggap olehnya. Tetapi sekarang berbeda, tidak ada yang menyangka hal seperti ini terjadi.
" Kami berjanji akan membalaskan semuanya kepada Aaron, Nona. Secepatnya kami akan melakukan hal yang sama kepada bajingan itu. "
__ADS_1
" Tidak perlu membalaskan apapun. Kumohon kalian jangan melakukan hal apapun yang membuatku tidak suka, kumohon! "
Anna mengalihkan pandangannya dari dua pria di hadapannya, dan kembali mendekati sang suami. Jujur dia juga sangat membenci Aaron karena sudah menembak Daniel, tetapi dia tidak ingin melakukan hal yang sama terhadapnya. Anna bukan wanita tidak berperasaan, dia hanya ingin tidak ada yang terluka lagi kedepannya.
Anna yakin Aaron juga akan mendapatkan balasan dari semua perbuatannya selama ini. Fokusnya sekarang hanya melihat sang suami kembali bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Tak ada apapun yang dia harapkan saat ini, tak pernah lupa dia berdoa agar memberikan kesembuhan untuk sang suami.
Kedua pria itu pun meninggalkan ruangan itu saat melihat Anna yang kembali terisak, tak ada yang bisa mereka lakukan saat ini. Mereka memang mengiyakan perkataan Anna tadi, tetapi mereka tidak bisa tinggal diam begitu saja melihat keadaan tuan mereka.
" Aku menunggumu suamiku. Cepatlah bangun, maafkan aku karena sudah bersikap kurang ajar kepadamu. "
__ADS_1