Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Alice's Confession


__ADS_3

" Apa yang kau lakukan, Alice? "


Anna berteriak sembari berjalan cepat kepada sang sahabat yang sedang melihat ke bawah. Alice yang mendengar suara Anna pun segera melihat ke arah wanita yang sedang berjalan ke arahnya. Bibirnya tertarik sedikit melihat wanita yang di bencinya sudah datang.


Entah apa yang sedang di rencanakan olehnya, namun saat ini Alice benar benar kehilangan akal sehatnya. Sedangkan Anna, dirinya sama sekali tidak mengetahui maksud dari wanita yang di anggap saudara sendiri.


" Ada apa ini? Sedang apa kau berada di sini, kau sedang tidak merencanakan sesuatu yang buruk bukan? "


Anna begitu mengkhawatirkan wanita di hadapannya bahkan dirinya memeluk Alice begitu erat. Sedangkan Alice, dia sama sekali tidak membalas pelukan Anna. Pikirannya sudah tidak bisa berpikir jernih, hanya ada satu yang ada di otaknya. Yaitu melihat wanita di dekatnya saat ini meninggalkan dunia ini untuk selamanya.


Di saat Anna masih memeluk sang sahabat, Alice justru mendorong Anna hingga Anna hampir terjatuh jika tak ada pegangan di belakangnya. Anna tidak percaya dengan apa yang Alice lakukan kepadanya.

__ADS_1


" Mengapa kau mendorongku? "


Anna bertanya namun Alice hanya tertawa begitu keras dan itu semakin membuat Anna semakin bingung. Anna pun hendak menyentuh pundak Alice namun kembali mendapat penolakan dari wanita yang sudah berantakan. Baju yang terbuka di bagian bahu serta rambut yang sudah sangat berantakan.


Alice tertawa begitu keras di atas atap gedung tinggi itu. Tak hanya tertawa namun Alice juga menangis dalam tawanya. Tak ada orang lain di atap gedung pencakar langit itu, hanya Anna dan Alice.


Anna semakin tidak mengerti dengan keadaan sang sahabat yang tertawa begitu keras. Anna merasakan ada sesuatu yang buruk telah terjadi kepada Alice hingga wanita itu terlihat seperti orang gila. Anna pun kembali mendekati wanita itu, namun lagi dan lagi hanya ada sebuah penolakan.


" Jangan mendekat, Annastasia! "


Anna masih berusaha menenangkan wanita itu yang sesekali tertawa dan menangis. Alice sungguh terlihat seperti orang gila, Anna merasa kasian dengan keadaan sang sahabat yang padahal baru kemarin baik baik saja.

__ADS_1


" Aku membencimu, Anna. Kau mendapatkan segalanya, sedangkan aku? Aku tidak mendapatkan apapun, bahkan kau mengambil pria yang aku cintai. "


Anna terkejut dengan pengakuan Alice yang kini terduduk di lantai. Anna yang ingin kembali memeluknya tidak jadi, ketika mendengar semua pengakuan Alice. Alice mengatakan segalanya, bagaimana kebencian dirinya kepada Anna, bahkan mengatakan bahwa dirinya begitu mencintai Daniel.


Anna menutup mulutnya tidak percaya mendengar perkataan sang sahabat. Sama sekali tidak di sangka bahwa wanita yang sudah dia anggap sebagai saudara sendiri menyimpan dendam yang amat besar terhadapnya. Kaki Anna melemas ketika mengetahui sesuatu yang membuat hatinya terluka. Pengakuan Alice yang ternyata membencinya serta mencintai suaminya, begitu menyesakkan.


Tak di sangka ternyata perlakuan manis Alice selama ini hanya kebohongan, sahabatnya sendiri ternyata mengkhianatinya. Tak terasa buliran bening keluar begitu saja dari pelupuk matanya. Masih tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan, namun bagaimana pun dia menolak, itulah kebenarannya.


" Kau mengkhianatiku, Alice! "


" Bukan aku, tapi kau Anna. Kau tahu aku sangat iri dengan kehidupanmu dari dulu hingga sekarang. Kau mendapatkan segalanya, penghargaan demi penghargaan kau terima. Bahkan kau mendapatkan pria yang begitu aku cintai. "

__ADS_1


Plakk


Sebuah tamparan mendarat di pipi Alice, Anna terpaksa melakukan itu karena tidak tahan dengan Alice yang mengatakan cinta kepada suaminya sendiri.


__ADS_2