Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: What Is This?


__ADS_3

Bughh...


Satu tinjuan berhasil Daniel layangkan tepat di wajah Aaron sehingga membuat pria itu tersungkur di lantai. Mata elang Daniel menatap dengan tatapan membunuh pria yang begitu terobsesi kepada istrinya.


Christian yang melihat Anin menangis segera mendekati gadis itu. Pria yang sangat mencintainya itu bahkan segera menutupi kepala Anin yang terbuka dengan jas miliknya. Tak lupa pula melepaskan semua ikatan yang berada di tubuhnya wanitanya.


Tak berbeda dengan Christian, Lucas pun melakukan hal yang sama dengan membuka ikatan pada tubuh Agatha. Sesaat netra keduanya bertemu, namun Lucas segera membuang mukanya dari gadis yang sudah terlihat berantakan itu.


" Kau baik baik saja, Anin? Apa bajingan itu menyakitimu? " tanya Christian khawatir.


Ingin sekali Christian menyeka air mata di wajah wanitanya itu, namun mereka belum memiliki ikatan apapun. Anin tidak menjawab pertanyaan Christian, fokusnya kini teralihkan dengan Alisya dan Anna di sana. Di ikuti oleh Agatha, kedua gadis yang tak sengaja melihat langsung kejadian menjijikkan itu, segera mendekati Anna yang masih merengkuh tubuh tak berdaya itu.


" Alisya? "

__ADS_1


Lirih Anin yang menutup mulut tidak percaya ketika melihat kondisi tubuh sang adik. Anin segera memeluk sang adik, dan sekali lagi dia sudah menjadi kakak yang tidak berguna. Bagaimana tidak, di depan matanya sendiri sang adik mendapatkan kejadian menjijikkan. Tetapi dia tidak bisa berbuat apapun selain meratapinya sekarang.


" Anin, apa kau baik? "


Anna pun menggenggam jemari Anin yang langsung di balas pelukan oleh adiknya. Ketiga kakak beradik itu menangis sesenggukan. Bibir Anin seakan kaku tidak bisa berbicara apapun. Hingga ketiganya teralihkan dengan suara bariton yang berteriak ke arah mereka.


" Lihatlah Annastasia! Bagaimana, apa kau menyukai kejutanku? " teriak Aaron di sertai tawa yang menggema di ruangan itu.


Bughh...


Keadaan Aaron sungguh memprihatinkan saat ini, karena seluruh wajah sudah luka dan memar. Darah segar terus keluar dari sudut bibir bahkan dalam hidungnya. Meskipun begitu, pria itu masih bisa tertawa dan bangkit dengan sepenuh tenaga. Di liriknya ke pintu tak ada anak buahnya yang datang.


" Sialan! Seperti sebelumnya, bajingan itu tidak ada yang becus. Tunggulah bastard! "

__ADS_1


Tak memperdulikan Aaron, Daniel segera berlari mendekati sang istri namun matanya sekilas melihat keadaan Alisya yang membuatnya meringis. Meskipun tubuh Alisya sudah di tutupi dengan pakaiannya yang robek, tetapi Daniel masih bisa melihat sekitar leher yang memerah.


Di saat semuanya teralihkan dengan Alisya yang masih belum sadarkan diri, Aaron berhasil keluar dari sana. Bukan karena takut, tetapi melihat keadaannya yang tidak memungkinkan untuk bertarung, lebih baik pergi. Dengan menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya, dia berhasil kabur dan mengendarai mobilnya sendiri menjauh dari tempat itu.


Arghhh...


Ringis pria itu saat memegang luka di area wajahnya. Pukulan ketiga pria itu benar benar membuat wajahnya kesakitan bahkan wajah tampannya tertutupi oleh luka luka menyakitkan itu. Meskipun begitu, dia tetap masih bisa tertawa melihat bagaimana hancurnya Anna.


Di tengah rasa bahagia yang menyelimutinya, memorinya seketika berputar saat dirinya begitu menikmati tubuh kecil milik Alisya. Dirinya tidak munafik, jujur dia memiliki daya tarik sendiri terhadap tubuh Alisya, meskipun kecil tidak seperti ja**ng lainnya di luar sana yang pernah di cicipinya, tetapi sangat pas di tangannya. Dan itu membuatnya berkali kali menitipkan benihnya di rahim gadis belia itu.


Tawanya bahagianya meredup ketika mengingat rintihan kesakitan gadis kecil itu. Tanpa sadar dirinya menghentikan mobilnya mendadak, kembali menerawang bagaimana kesakitan gadis kecil itu karena perbuatannya hingga dia tidak sadarkan diri. Mengingat itu entah mengapa hatinya merasa ada sesuatu yang aneh.


" Ada apa ini? " lirihnya sembari memegang dadanya yang berdetak lebih cepat.

__ADS_1


__ADS_2