
Anin menatap bintang yang begitu indah bertebaran di langit malam kota itu. Kota yang menjadi tempat terakhir mereka bertemu dengan malaikat tak bersayap yang berwujud seorang ibu yang begitu mereka sayangi. Gadis itu memejamkan matanya menikmati angin yang masuk ke dalam kulitnya, sangat dingin.
Christian ikut menemani gadis yang sudah membuat hatinya bergetar kala mengingat namanya. Hampir seminggu ini dia selalu meluangkan waktu untuk menemani gadis itu. Hati pria tampan itu benar benar sudah terkunci dengan sosok gadis yang jauh berbeda dari dirinya.
Gadis yang bisa dia sebut sebagai berlian, sedangkan dirinya hanyalah seorang pendosa. Ingin sekali dirinya mengungkapkan rasa cintanya kepada gadis di sampingnya, namun dia tidak bisa. Dia merasa terlalu kotor untuk bidadari seperti Anin. Rasa cintanya untuk Anin, kini sudah mengubah dirinya terhadap wanita. Bahkan sejak rasa itu hadir, dirinya tidak lagi melirik wanita manapun.
" Kau kedinginan. "
Christian memasangkan jaket miliknya kepada gadis itu sehingga membuat Anin terkejut dengan perlakuan Christian. Sesaat mata keduanya saling bertemu, ada rasa cinta di hati keduanya. Namun tak ada satupun yang mengungkapkannya. Christian merasa dirinya tidak pantas untuk gadis itu sedangkan Anin merasa cintanya salah karena sudah jatuh cinta kepada pria yang berbeda keyakinan dengan dirinya.
__ADS_1
" Terima kasih. "
Segera mungkin dia mengalihkan pandangannya dari pria yang sudah membuat hatinya nyaman. Keduanya terdiam tanpa ada yang memulai pembicaraan, cukup lama terdiam akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kamar mereka masing.
Anin membuka pintu dan melihat sang adik kecilnya tertidur pulas di atas ranjang. Anin memilih untuk tidur satu kamar dengan sang adik yang terkadang masih bermimpi buruk. Karena itu dia selalu menjadi penenang untuk adik kecilnya.
Tangannya mengusap lembut rambut sang adik dan mencium kening itu sekilas. Hanya Alisya dan Anna yang menjadi keluarganya saat ini.
Anin pun melepaskan hijabnya dan berbaring di samping sang adik. Namun kini matanya belum tertutup mengingat kejadian beberapa saat lalu bersama Christian.
__ADS_1
" Apa aku benar benar jatuh cinta dengannya? Aku tidak mengerti mengapa hatiku selalu tenang jika dekat dengannya. Ada apa ini? "
Anin merasa perasaannya saat ini sangat salah karena sudah berani jatuh cinta dengan pria yang beda keyakinan dengannya. Selama ini, gadis itu hanya menginginkan imam yang bisa membimbingnya ke jalan-Nya. Tetapi mengapa sekarang perasaannya malah jatuh ke dalam pesona Christian. Pria yang sangat jauh berbeda dari tipe idamannya.
" Aku tidak boleh memiliki perasaan kepadanya, perasaan ini salah. "
Sama halnya dengan Anin, di dalam kamar Christian dia juga tidak bisa tidur karena memikirkan gadis cantik itu. Tubuhnya tidak tenang, bahkan sudah beberapa kali dia mengganti posisi namun tetap tidak bisa tidur. Pikirannya hanya selalu di isi dengan gadis cantik yang sudah menguat hatinya berdebar.
Sama seperti Anin, dia juga merasa perasaannya kali ini sangat salah karena sudah menaruh hati kepada gadis sempurna itu. Tetapi meskipun begitu dirinya tidak bisa menghilangkan perasaan itu, bahkan kini dirinya tidak tertarik dengan wanita manapun.
__ADS_1
" Aku sudah gila karenanya. Tidak, ini tidak bisa terjadi aku harus mengatakannya kepada Anindhita. Tetapi bagaimana jika dia malah membenci diriku nanti, tidak itu tidak mungkin. "
" Aku harus mengutarakan isi hatiku kepadanya, aku ingin dia menjadi milikku. Tetapi pantaskah pendosa sepertiku memiliki mutiara sepertinya, aku terlalu kotor untuk dirinya yang terlalu sempurna. "