Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Baby Don't Cry!


__ADS_3

Brakkkk....


Aaron menghentikan kegiatannya saat tiba tiba seseorang menarik tubuhnya begitu keras menjauh dari Anna yang terlihat ketakutan di ranjang. Aaron yang tidak memiliki kesiapan apapun, kini harus menerima bogeman mentah serta pukulan keras di wajah dan perutnya.


Aaron terjatuh namun orang itu masih terus memukulinya hingga kini Aaron sudah babak belur dengan luka di wajah dan sekujur tubuhnya. Aaron sangat kesakitan di seluruh tubuhnya namun dia masih bisa melihat dengan jelas siapa yang berani melakukan hal itu padanya.


" Fu*k you! "


Daniel. Pria tersebut adalah Daniel yang kini sudah sangat marah ketika melihat Aaron menyentuh wanitanya. Dengan membabi buta Daniel terus memukul dan menendang Aaron yang kini tidak berdaya serta jatuh ke lantai.


Daniel tidak perduli dengan keadaan Aaron yang kini sudah sangat sekarat bahkan darah sudah memenuhi wajahnya. Daniel masih terselimut api kemarahan sehingga dia terus memukul pria tak berdaya itu.


Anna segera turun dari ranjang dan memegang tangan Daniel agar tidak melakukan hal yang bisa fatal lagi. Daniel menghentikan pukulannya dan memeluk erat sang istri. Anna menangis sejadi jadinya dalam pelukan sang suami, dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika sang suami tidak datang untuk menolongnya.

__ADS_1


" Baby don't cry! "


Daniel mengusap air mata sang istri, dia merasa sudah menjadi suami yang tidak berguna karena tidak bisa melindungi istrinya. Daniel kembali memeluk begitu erat sang istri, sedangkan Anna dia masih menangis mengingat hal beberapa saat lalu.


Anna tidak menyangka bahwa Aaron begitu keji karena ingin menyentuhnya. Anna memejamkan matanya mencoba menghilangkan pikiran yang terus terbayang bayang dengan kejadian beberapa saat lalu.


Aaron membuka matanya dan melihat Daniel dan Anna saling berpelukan dan hal itu membuat hatinya terbakar. Aaron mencoba bangun namun tubuhnya seakan retak karena pukulan Daniel. Pria itu terus mencoba berdiri dengan begitu susah payah, memegangi perutnya yang sangat sakit apalagi beberapa saat lalu dia muntah darah.


Aaron tidak mengerti bagaimana Daniel bisa mengetahui keberadaannya, padahal dia sudah menyiapkan penjagaan yang ketat. Serta tempat ini berada cukup jauh dari perkotaan, tetapi bagaimana bisa Daniel mengetahui dan berhasil masuk ke sana.


Daniel melepaskan pelukannya dan membawa sang istri ke belakangnya. Daniel menatap tajam Aaron yang kini juga sedang menatap tajam dirinya. Tatapan tajam kedua pria itu seakan ingin membunuh satu sama lain. Daniel ingin kembali menghajar pria di depannya, namun tangannya di hentikan oleh sang istri.


Di saat bersamaan, Christian dan Lucas juga sudah masuk ke kamar itu dengan wajah yang juga di penuhi sedikit memar dan noda darah di pakaian mereka. Anna menatap kedua pria itu dan bisa di pastikan mereka sudah berkelahi di luar sana.

__ADS_1


" Ada apa Daniel? Kau ingin membunuhku bukan? Bukankah kau ingin membalaskan dendam karena kematian orangtuamu? "


Aaron masih bisa tertawa walaupun tubuhnya sudah babak belur, sesekali dia meringis kesakitan. Aaron bahkan tidak bisa berdiri dengan benar, matanya menatap nanar ke arah Anna dan sesaat dia menyunggingkan sedikit senyumnya.


" Ah ternyata kau sudah terlebih dahulu mengetahuinya Aaron. Sekarang kau sudah mengerti, lebih baik kau ucapkan selamat tinggal tuan Aaron Ryan Harrison! "


Dengan api kemarahan dalam dirinya, Aaron sudah siap menarik pelatuk pistol di tangannya. Namun dengan sigap Anna membuang pistol yang suaminya pegang dengan penuh keterkejutan. Anna menggeleng pelan kepada Daniel, agar Daniel tidak boleh melenyapkan orang.


Anna memang membenci Aaron namu dia tidak ingin melihat suaminya membunuh seseorang lagi. Cukup di masa lalu sang suami melakukan perbuatan keji, tetapi sekarang tidak lagi.


" Jangan, jangan lakukan hal itu lagi! Kumohon jangan pernah melenyapkan siapapun lagi. "


" Aku harus menghabisi bajingan itu Anna. Aku tidak bisa melihatnya hidup setelah aku melihat sendiri bagaimana dia mencoba menyentuhmu dengan tangan kotornya. "

__ADS_1


Anna menggeleng dan kembali memeluk sang suami begitu erat. Anna mengatakan kepada sang suami bahwa untuk tidak pernah melakukan hal semacam itu lagi walaupun di belakang dirinya. Daniel pun luluh kepada sang istri, tatapannya kembali menatap tajam Aaron yang juga sedang melihat mereka.


__ADS_2