Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Dissapear?


__ADS_3

Sebuah suara tembakan terdengar bersamaan dengan lampu yang tiba tiba padam membuat semua orang berteriak ketakutan. Seketika suasana yang awalnya begitu tenang kini sudah ricuh dengan teriakan para tamu serta bunyi tembakan yang beruntun.


Keadaan semakin mencekam saat anggota The Black Devils kini mengeluarkan pistol mereka untuk menembaki para musuh dalam cahaya remang. Tembakan demi tembakan anggota mafia itu lepaskan kepada beberapa musuh yang terlihat bahkan tembakan itu sudah memakan beberapa korban dari tamu undangan yang masih terjebak di ruang pesta itu.


Orang orang sudah berlari keluar di sana yang hanya dengan cahaya remang. Sedangkan mereka yang tertembak kini sudah terjatuh ke lantai dengan darah yang tercium begitu menyengat. Christian dan Lucas kini juga ikut menembak para musuh yang entah bagaimana bisa berhasil masuk ke dalam.


Lampu kembali menyala hingga bisa membuat korban yang berjatuhan di lantai dengan darah segar yang sudah mengotori lantai. Ruangan yang tadinya begitu cantik dengan dekorasi kini sudah sangat berantakan dengan noda darah di mana mana.


" Anna? "


Daniel berteriak ketika tidak menemukan keberadaan sang istri di sampingnya. Semua tatapan dari keluarga yang masih berada di sana kini teralihkan dengan teriakan Daniel. Seluruh tamu sudah pergi serta beberapa petugas rumah sakit kini sudah berdatangan membawa korban penembakan.

__ADS_1


" Anna kau di mana? "


Daniel frustasi saat wanita yang beberapa saat lalu berada di sampingnya kini sudah menghilang saat lampu padam tadi. Pegangan tangan Daniel tidak sengaja terlepas dari Anna hingga saat lampu kembali menyala Anna sudah tidak berada di sampingnya lagi.


" Apa yang terjadi dengan Anna? Bagaimana bisa Anna menghilang? "


Bunda Hana sudah menangis melihat kekacauan pesta putrinya, dia semakin histeris ketika Anna tiba tiba menghilang. Semua orang kini sibuk mencari keberadaan Anna namun hasilnya nihil. Tidak ada yang bisa menemukan keberadaan Anna, Daniel memerah mengepalkan kedua tangannya.


Baik Anin maupun Alisya sudah menangis tersedu sedu ketika Anna menghilang. Mereka saling berpelukan untuk berusaha menguatkan satu sama lain. Tak pernah mereka bayangkan, kejadian semacam ini akan terjadi dan tepat dengan acara kebahagiaan mereka.


" Tuan, semua musuh berhasil kabur. Namun ada satu yang berhasil kami lumpuhkan. "

__ADS_1


" Bawa dia ke ruang bawah tanah! "


Christian dan Lucas segera membawa seorang musuh yang berhasil mereka lumpuhkan. Sedangkan seluruh keluarga kini sudah meninggalkan tempat kejadian mengerikan itu. Semuanya memasuki mobil yang sudah terparkir di depan gedung itu, dengan perasaan yang tidak tenang mereka pergi dari sana.


Di dalam mobil ketiga wanita itu saling berpelukan menguatkan satu sama lain. Suasana penembakan tadi seketika mengingatkan bunda Hana dengan kejadian beberapa tahun silam. Dia memikirkan bagaimana keadaan putrinya yang menghilang tepat di hari pestanya.


Sedangkan Daniel kini sudah melajukan mobilnya sendiri mengikuti mobil Christian dan Lucas yang berjalan di depan. Pikirannya sangat kacau dan mengutuk dirinya sendiri karena tidak sengaja melepaskan pegangan tangan istrinya. Andai dia tidak melakukan kecerobohan seperti itu, mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi.


Daniel mengacak rambutnya frustasi dan berkali kali dia memukul setir mobilnya. Keadaannya sudah sangat berantakan, dia tidak perduli dengan keadaannya saat ini karena di pikirannya hanya Anna istrinya.


" Kurang ajar! Aku tidak akan pernah mengampuni siapapun yang sudah melakukan hal ini. "

__ADS_1


__ADS_2