Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Alice Maurin?


__ADS_3

" Brengsek kau, Annastasia! "


Seorang wanita berteriak bahkan menghancurkan segala isi apartemennya. Dirinya sudah di penuhi api kemarahan, hatinya sakit ketika melihat wanita yang sudah menjadi sahabatnya mendapatkan semuanya.


Hatinya penuh iri dengki dengan semua yang Anna dapatkan. Tak di pungkiri dirinya merasa sangat iri dengan segala sesuatu yang Anna dapatkan. Mulai dari mendapatkan penghargaan terbaik sebagai dokter di negara itu, hingga saat ini ketika mendapatkan pria yang pernah menjadi incarannya.


Sejak dulu dirinya sudah memiliki sifat iri kepada kesuksesan Anna. Wanita yang selalu bersikap baik di hadapan sahabatnya kini sudah tidak bisa menyembunyikan kebenciannya kepada Anna.


" Aku sangat membencimu, Anna! "

__ADS_1


Alice. Wanita yang sedang menatap tajam foto Anna di tangannya. Matanya memerah dan tangannya meremas foto dirinya bersama Anna dulu. Munafik, dirinya sangat munafik karena di depan Anna, dia bersikap seolah olah mendukungnya. Sedangkan di belakang, Alice selalu mengumpat Anna, rasa iri dan bencinya sungguh telah mengubah sifatnya.


Keduanya berteman dari bangku kuliah, hingga pertemanan mereka berlanjut sampai mereka bekerja di rumah sakit yang sama. Awalnya dia begitu baik kepada Anna, namun setelah Anna mendapatkan penghargaan demi penghargaan, rasa iri di hatinya mulai terlihat.


Dan rasa benci itu semakin menjadi ketika Anna mendapatkan Daniel. Pria yang pernah singgah di hatinya bahkan hingga saat ini dia masih menyimpan rasa terhadap suami sahabatnya itu. Meskipun dirinya mengetahui sifat gonta ganti wanita yang Daniel lakukan dulu, dia tidak merasa masalah.


Rasa cintanya kepada Daniel sungguh telah menutup hatinya. Bahkan waktu Anna sempat di culik oleh Daniel dulu, dirinya merasa senang karena mungkin saja Daniel menyakiti wanita itu. Tetapi ternyata semuanya tidak sesuai dengan yang dia inginkan, sekarang mereka malah hidup bahagia.


" Jika perlu kau harus lenyap dari dunia ini, Anna. Aku sangat membenci kehidupanmu, kau mendapatkan segalanya sedangkan aku tidak. Sudah cukup, sudah cukup hatiku sakit karena mu. "

__ADS_1


Wanita itu tertawa dan menangis di waktu bersamaan, dia sudah terlihat seperti orang gila saat ini. Hatinya sakit ketika mengingat dirinya yang di tolak mentah mentah oleh Daniel beberapa hari yang lalu. Sekitar dua hari yang lalu dirinya tidak sengaja bertemu dengan Daniel yang terlihat sedang menunggu seseorang dari sebuah toko brand ternama.


Dirinya masih mengingat dengan jelas Daniel yang bersikap dingin terhadapnya bahkan tidak melihat sedikitpun kepada dirinya. Dan dengan mata kepalanya sendiri dia melihat Daniel membeli barang barang mewah. Sejak saat itu dirinya semakin membenci Anna yang mendapatkan Daniel.


" Sialan! "


Alice terus mengumpat sembari terus merusak isi kamar apartemen miliknya. Setelah cukup lelah dengan perbuatannya, Alice pun duduk di ranjang miliknya dan meraba ranjang tersebut. Bahkan dirinya sudah membayangkan bagaimana dirinya ketika bersama Daniel. Bahkan pikiran buruknya juga membayangkan ketika dirinya bercinta dengan pria yang mengisi hatinya.


Namun semua bayangan itu harus kandas ketika Anna muncul dalam pikirannya. Wanita itu kembali berteriak sambil mengacak rambutnya. Dirinya sudah terlihat sangat berantakan, matanya pun melihat ponsel miliknya yang terletak di atas nakas. Dengan cepat dia mengambilnya dan mengetik sebuah nomor telepon.

__ADS_1


" Halo Anna. Aku ingin bertemu denganmu! "


__ADS_2