
Anna terduduk di tepi ranjang kamar hotel Daniel memikirkan kehidupannya sekarang. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini, dia harus terpaksa menikah dengan pria berhati iblis. Tak pernah terbayangkan olehnya akan bertemu dengan manusia iblis seperti Daniel.
Setelah melewati hari yang begitu panjang, hari ini dia memakai sebuah pakaian yang di berikan Christian padanya. Berjalan ke depan cermin dia menatap dirinya sendiri yang sebentar lagi akan menikah dengan manusia berhati iblis. Anna ingin kabur dari sana namun tidak bisa karena Daniel mengancam akan melakukan hal yang tidak di inginkan olehnya.
Meratapi nasibnya yang sebentar lagi akan menjadi istri dari seorang iblis. Anna mengusap pelan air matanya, tanpa memakai riasan apapun namun dirinya masih terlihat sangat cantik meskipun bibirnya pucat.
Lamunannya hilang ketika Daniel masuk ke kamar itu, Anna langsung membalikkan tubuhnya dan melihat Daniel yang sudah rapi dengan balutan jasnya.
" Jangan menangis! Aku sudah menuruti kemauanmu bukan? "
" Ayo, pernikahan kita sudah di persiapkan. Kita sudah di tunggu, cepatlah! "
Daniel segera membawa Anna ke tempat berlangsungnya acara sakral mereka. Anna hanya terdiam mengingat bunda dan kedua adiknya. Hingga tanpa di sadari olehnya mobilnya sudah berhenti di tempat mereka akan menikah. Mereka dengan cepat turun, namun Anna hanya melamun, dia tidak ingin menikah seperti ini. Namun terpaksa dia meminta hal itu kepada Daniel agar dia tidak melakukan zina.
__ADS_1
" Cepatlah! "
Daniel berusaha menahan amarahnya ketika melihat wanita di depannya terus saja meneteskan air matanya. Daniel mencoba memegang tangan Anna, namun Anna segera menjauhkan tangannya itu. Karena bagaimanapun saat ini dia belum memiliki ikatan halal dengan pria berhati iblis itu.
" Aku bisa berjalan sendiri! "
Setelah mengatakan itu Anna melangkahkan kakinya mengikuti Daniel dari belakang. Mereka masuk ke dalam sana yang sudah ada Christian dan Lucas serta ada beberapa orang yang akan menjadi saksi dan tak lupa pula seorang pria tua yang akan menikahkan mereka.
Dia rela mengikuti kemauan wanita itu untuk menikahinya dan juga mengikuti keyakinan seperti wanita itu. Tapi sekarang dia terus saja menangis dan itu sangat membuat dirinya ingin melepaskan amarahnya saat ini.
Namun dia berusaha untuk tidak melakukan itu, karena bagaimanapun di sini banyak orang yang akan menikahkan mereka. Anna meremas kedua tangannya sesekali menghapus air matanya yang tanpa izin keluar dari mata indahnya.
" Nona, apa kau menikah dengan sukarela tanpa ada paksaan? "
__ADS_1
Seorang pria yang akan menikahkan mereka bertanya kepada Anna karena dia merasa ada sesuatu yang aneh dari gadis di depannya. Anna mengangkat kepalanya kepada pria tua itu dan sekilas dia menatap Daniel yang kini juga sedang menatap tajam ke dirinya.
Anna memejamkan kedua matanya dan menghela nafasnya. Kemudian dia kembali melihat ke arah pria tua itu, sesaat dia menatap dalam pria di depannya, mungkin dia mengerti keadaannya saat ini. Namun usahanya di ketahui oleh Daniel yang dengan cepat meremas tangan Anna.
" Tidak. Aku tidak di paksa oleh siapapun, aku menikah karena keinginanku. "
Jawabnya begitu bergetar serta tak lupa dia melepaskan tangannya dari tangan besar Daniel. Anna menunduk memejamkan kedua matanya hingga tak lama kemudian dia sudah sah menjadi istri dari pria yang di bencinya.
Seketika air matanya kembali turun kala Daniel menyematkan sebuah cincin yang begitu pas di jari manisnya. Dia menatap tangannya yang sekarang sudah di isi oleh sebuah cincin pernikahan yang tidak di inginkan olehnya.
Dengan tangan yang bergetar dia memasangkan cincin ke tangan jari Daniel. Tak lupa pula dengan perlahan dia menciumi tangan suaminya. Sangat sedih ketika dia sudah sah menjadi istri dari Daniel, pria kejam yang sangat di bencinya. Entah apa yang akan terjadi pada hidupnya setelah ini, dia sudah memasrahkan kepada Tuhan-Nya.
" Ayah bunda aku sudah menikah sekarang. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Pria yang menjadi suamiku sangat kejam, aku takut Ayah bunda. Maafkan aku! "
__ADS_1