
Di sebuah rumah minimalis namun terlihat begitu mewah karena desain interior yang sangat modern. Rumah yang tidak terlalu luas namun tidak kecil sangat cocok untuk yang tinggal di rumah tersebut.
Anindhita dan Alisya menempati rumah itu berdua namun ada seorang asisten rumah tangga yang membantu mereka. Rumah yang tak lain adalah pemberian kakak dan kakak ipar mereka. Dulu kedua gadis itu tinggal bertiga bersama sang bunda, namun semenjak kepergian sang bunda, kini mereka hanya tinggal berdua serta seorang asisten yang membantu mereka di sana.
Kedua gadis itu terlihat begitu sibuk dengan urusan mereka masing masing. Alisya yang sedang berada di kamar miliknya terlihat begitu sibuk dengan laptop. Tanpa mengenakan hijab serta hanya menggunakan baju tidur yang panjang dirinya begitu fokus mengerjakan tugas kuliahnya.
Sesekali dirinya menguap karena sudah mengantuk namun dia tetap memaksakan untuk segera menyelesaikan tugasnya. Matanya teralihkan ke ponsel yang berada di samping laptop ketika mendengar ada notifikasi yang masuk.
Tak menunggu lama dia pun membuka pesan yang dikirimkan oleh sahabatnya Agatha yang hanya mengeluh dengan tugas kuliahnya mereka. Begitulah kebiasaan sahabatnya itu, setiap ada tugas, dia pasti tidak pernah absen untuk mengeluh kepada Alisya.
" Ada ada saja gadis itu! "
Ujarnya sembari meletakkan kembali ponsel di posisi semula. Gadis yang akan memasuki usia 18 tahun itu pun melanjutkan aktivitasnya. Namun matanya teralihkan lagi dengan notifikasi pesan masuk dari ponselnya.
__ADS_1
Dengan cepat dia membuka ponsel itu namun keningnya berkerut ketika sebuah pesan dari nomor tidak di kenal masuk. Dengan penasaran dia membuka isi pesan tersebut hingga membuatnya ketakutan ketika membaca pesan itu.
...Unknown Number...
* Apa kabar gadis kecil? Mungkin kau sedang bertanya siapa diriku bukan? aku mengerti, jangan risau karena tidak lama lagi kau akan mengetahui siapa aku. Nikmatilah kebahagiaanmu untuk saat ini, karena mungkin kedepannya kau tidak bisa merasakan kebahagiaan lagi.
Jangan khawatir, istirahatlah! Satu lagi jangan takut, aku sedang tidak menakutimu, Alisya. Sekali lagi jangan takut, gadis manis! *
Alisya membulatkan matanya ketika membaca pesan panjang dari nomor tidak di kenalnya. Bahkan dia hampir menjatuhkan ponselnya karena rasa takutnya saat ini. Gadis belia itu sangat ketakutan dan matanya mulai mengelilingi isi kamarnya.
" Kak Anin? "
Alisya memanggil dengan suara sedikit gemetar, tak lupa dirinya mengunci pintu setelah memasuki kamar itu. Anin pun tersenyum kala melihat sang adik yang sedang berjalan ke arahnya.
__ADS_1
" Ada apa Alisya? Kau belum tidur? "
" Aku ingin tidur dengan kakak malam ini, boleh? "
Anin mengerutkan keningnya ketika melihat keringat di dahi sang adik serta kedua tangannya sedang bergetar. Anin merasa ada sesuatu dengan sang adik sehingga adiknya meminta untuk tidur bersamanya malam ini.
" Apa ada masalah? Kakak melihatmu bergetar seperti itu dan mengapa kau berkeringat seperti itu padahal sedang musim dingin seperti ini? "
" Tidak apa apa kak. Aku hanya ingin tidur bersama kakak malam ini, tadi aku bermimpi buruk kak. Makanya aku takut, mungkin ini sebabnya aku berkeringat. "
" Baiklah. Ayo kita tidur, sudah larut! "
Anin dan Alisya kini sudah berbaring di atas ranjang dengan Alisya yang memeluk erat sang kakak. Gadis itu terpaksa harus berbohong kepada sang kakak, karena tidak ingin membuat sang kakak khawatir.
__ADS_1
Anin pun percaya dengan alasan sang adik, tanpa menaruh kecurigaan sedikitpun. Akhirnya kedua gadis itu sudah terlelap dalam tidur mereka. Dengan posisi saling berpelukan mereka sudah berada di alam mimpi.