
Anna membuka matanya dan seketika tatapannya terhenti di wajah sang suami yang tertidur begitu pulas di sampingnya. Anna tersenyum ketika mengingat kejadian semalam yang membuatnya begitu bahagia.
Daniel semalam melakukan hubungan dengannya begitu lembut berbeda dengan biasa yang di lakukannya. Anna merasa senang karena Daniel sudah bersikap lembut kepada dirinya. Anna terus menatap wajah tampan milik suaminya.
Di saat dirinya masih menatap sang suami, tiba tiba Daniel membuka matanya dan itu berhasil membuat Anna terperanjat kaget. Anna yang merasa malu karena lagi dan lagi dia tertangkap basah sedang memperhatikan suaminya itu.
" Kau sudah bangun? "
" Hm. "
Daniel menarik tubuh Anna ke atasnya sehingga sekarang tubuh keduanya saling bersentuhan. Anna merasa malu saat ini karena dirinya belum mengenakan pakaian apapun hanya selimut yang menutupi tubuhnya sekarang.
" Aku mencintaimu sayang! "
__ADS_1
Anna tersenyum bahagia mendengar ungkapan cinta sang suami. Keduanya saling menatap satu sama lain, Anna menyentuh wajah suaminya begitu lembut. Dia tersenyum ketika mendapatkan kebahagiaan seperti ini.
" Aku juga mencintaimu suamiku! "
Anna akhirnya mengungkapkan perasaannya kepada sang suami, sebuah perasaan yang awalnya hendak di hapuskan dari hatinya. Tak pernah di sangka suaminya ternyata mencintai dirinya bukan hanya mencintai tubuhnya.
Daniel, pria yang pernah sekali gagal dalam hal percintaan hingga menjadikan wanita sebagai pelampiasan nafsu birahinya. Kini mendapatkan seorang wanita baik Sholehah seperti Anna. Tidak pernah terpikirkan dia akan mendapatkan seorang wanita yang berbeda jauh dengan dirinya.
Menyesal? Hanya kata itu yang cocok untuk mendeskripsikan seorang Daniel. Dia sangat menyesal karena sudah menyiakan istrinya selama ini. Namun dia berjanji kepada dirinya sendiri akan membuat istrinya bahagia, tidak akan dia biarkan setetes air mata jatuh dari mata indah istrinya.
" Tidak ada yang perlu di maafkan. Lupakan masa lalu, jadikan masa lalu sebagai pengalaman kita ke depannya. "
Daniel tersenyum mendengar ucapan sang istri, tangannya menyelipkan rambut indah sang istri ke belakang telinganya. Jemarinya membelai wajah sang istri begitu lembut, dan itu membuat Anna merona.
__ADS_1
" You're so beautiful. Aku sangat beruntung mendapatkanmu. "
Anna tersenyum sembari menundukkan wajahnya hingga tatapan matanya terhenti di tatoo sang suami. Tangannya meraba tatto naga yang terlukis di dada sang suami. Entah mengapa, dia merasa familiar dengan tatoo seperti ini.
Daniel menyadari tatapan mata Anna yang kini sedang melihat tatoo di dadanya. Sesaat dia mengingat bagaimana pekerjaan ilegal yang sudah bertahun-tahun dia tekuni. Daniel tidak tahu bagaimana dia menjelaskan semuanya kepada sang istri, dia tidak ingin memiliki rahasia apapun dengan istrinya, tetapi untuk hal ini dia tidak tahu harus apa.
Di satu sisi dia sangat mencintai istrinya dan mungkin istrinya sangat membenci dengan pekerja ilegalnya. Tetapi di sisi lain dia juga tidak bisa semudah itu meninggalkan pekerjaan itu, karena bagaimanapun dia adalah bos besar mafia The Black Devils. Sangat sulit untuk membubarkan mafia besar itu untuk saat ini.
" Tatto apa ini? Dan The Black Devils, bukankah itu nama sebuah kelompok mafia? "
" Kau tahu The Black Devils? "
" Tidak. Tetapi mengapa kau memiliki tatto seperti ini? "
__ADS_1
" Kau tidak suka? Apa aku harus menghapusnya? "
" Bukan begitu. Kau tidak perlu menghapusnya, itu pasti sangat sakit. "