Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Company Inauguration Part 1


__ADS_3

Daniel begitu terkesima melihat penampilan sang istri malam ini yang begitu sangat cantik. Sesuai rencana pagi tadi, kini Daniel dan Anna sedang bersiap siap untuk pergi ke pesta peresmian perusahaan itu.



Anna tampil begitu menawan dengan balutan dres panjang berwarna hitam serta tas dan sepatu juga dengan warna senada. Serta satu yang tidak pernah lupa dia kenakan, adalah penutup mahkotanya yang hanya dia perlihatkan kepada suaminya seorang.


Meskipun mengenakan balutan dres yang begitu simpel namun saat dirinya yang memakai begitu terlihat aura elegan. Daniel tidak mengedipkan matanya ketika melihat penampilan Anna yang begitu cantik dengan polesan sedikit make up.


Seketika Daniel berjalan cepat mendekati Anna dan melihat warna bibir yang sedikit Anna pakaikan lipstik. Daniel dengan cepat mencium bibir ranum Anna untuk menghilangkan warna lipstik itu.


Anna yang mendapat ciuman dadakan itu pun memukul pelan dada Daniel karena dia kehabisan nafas. Daniel pun melepaskan ciumannya, dan mengusap pelan bibir ranum itu dengan jemarinya.


" Apa kau sengaja berhias seperti ini untuk bisa di pandangi pria lain di sana? "

__ADS_1


Akhirnya Daniel menunjukkan sikap posesifnya terhadap sang istri. Dia tidak suka wanitanya di pandangi oleh pria manapun selain dirinya. Anna hanyalah miliknya, tidak boleh orang lain melihat bahkan mengambil yang menjadi miliknya.


Anna tersenyum sembari melingkar kedua tangannya di leher Daniel. Satu tangannya kini sedang merapikan jas hitam yang di pakai oleh Daniel walaupun sudah rapi.


" Tidak, aku tidak bermaksud seperti itu. Tubuhku ini hanya milikmu. "


" Sstt.. bukan hanya tubuhmu, tetapi kau milikku seutuhnya. Aku tidak mencintaimu karena tubuhmu, tetapi aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku Annastasia. Kumohon kau jangan pernah mengatakan aku hanya menginginkan tubuhmu. "


Daniel meletakkan jari telunjuknya di bibir Anna saat Anna secara tidak langsung mengatakan bahwa dia hanya mencintai tubuhnya. Mungkin dulu iya, tetapi sekarang tidak, Daniel tulus mencintai Anna istrinya.



Dengan balutan jas hitamnya, Daniel terlihat sangat serasi dengan Anna sang istri malam ini. Anna kembali menatap kagum ketampanan sang suami yang sangat sempurna itu.

__ADS_1


" Kau tampan! "


***


Daniel dan Anna berjalan dengan Anna yang menggandeng erat lengan berotot milik Daniel. Mereka mulai memasuki hotel yang menjadi tempat peresmian perusahaan milik Aaron. Kedatangan mereka berdua seketika membuat orang orang datang melihat kearah mereka.


Anna sedikit merasa risih dengan tatapan para tamu kepada dirinya, mungkin para tamu yang hadir mengenal dirinya sebagai dokter terbaik di tahun ini. Anna dengan jelas mendengar bisikan mereka yang mempertanyakan ada hubungan apa dirinya dengan pengusaha sukses Daniel Raymond.


" Kau tidak apa apa? "


Anna tersadar dari lamunannya saat Daniel berbisik kepadanya. Anna menggeleng sambil tersenyum yang mendapat balasan juga dari Daniel. Anna menghilangkan segala pikiran buruknya mengenai bisikan para tamu yang mempertanyakan hubungannya dengan Daniel.


Anna merasa mereka tidak salah, karena bagaimanapun pernikahannya dengan Daniel terjadi begitu cepat tanpa ada seorang pun yang tahu. Baik Anna maupun Daniel mereka di kenal belum memiliki pasangan selama ini.

__ADS_1


Anna baru menyadari begitu mewahnya dekorasi pesta itu. Anna mengelilingi pandangannya melihat suasana hotel yang di jadikan sebagai tempat berlangsungnya acara.


" Indah sekali. "


__ADS_2