
Ketiga gadis cantik yang belum sadar diri akibat menghirup sesuatu yang membuat mereka pingsan, kini terikat di kursi yang berada di sebuah ruangan gelap. Ruangan yang hanya di hidupi sedikit cahaya itu kini menjadi tempat penyekapan ketiga gadis itu.
Siapa yang menyangka hal itu akan terjadi kepada ketiga gadis cantik itu. Niat awalnya ingin bertemu dengan Anna, malah berubah menjadi satu hal menakutkan ini. Tubuh ketiganya di ikat di kursi yang berbeda. Dan di depan mereka sudah ada seorang pria yang menjadi dalang dari penculikan dan penyekapan itu duduk sembari sesekali meneguk minumannya.
Sebatang rokok tak luput dia hisap begitu santainya apalagi kedua kakinya dia taruh di atas meja. Sofa yang di dudukinya berhadapan langsung dengan ketiga gadis yang berhasil dia culik. Bibirnya membentuk sebuah senyuman devil ketika menatap satu persatu gadis di hadapannya.
" Wanita yang malang! "
Pria itu terus melihat wajah tiga wanita di hadapannya, keningnya berkerut ketika melihat seorang gadis yang begitu familiar di otaknya. Dan setelah di ingat ternyata itu adalah wanita sama dengan yang sudah mengobati lukanya dulu. Tak di sangka, akhirnya dia bertemu lagi dengan wanita itu.
__ADS_1
Matanya teralihkan dengan seorang gadis yang masih remaja tanpa mengenakan penutup kepala. Sebenarnya gadis itu bukanlah tujuannya saat ini, tetapi menurutnya tidak apa. Bukankah gadis itu juga memiliki hubungan dengan Alisya yang saat ini menjadi tujuan utamanya.
Matanya kini tak teralihkan dari wajah Alisya yang terlihat begitu pucat dengan mata membengkak namun masih terlihat begitu cantik. Wajahnya yang memucat tidak menutupi kecantikan alami dari Alisya.
Aaron, pria itu menyunggingkan bibirnya sembari meneguk minuman beralkohol itu sampai tandas. Setelah cukup lama dirinya mencoba mengirimkan gadis itu pesan pesan teror, sekarang dia berhasil menyekapnya. Seperti rencana awalnya, yang akan menjadikan gadis itu sebagai alat balas dendamnya kepada Anna yang sudah menolak dirinya.
" Semuanya karena dirimu, Annastasia. Andai saja kau tidak menolakku, pasti adik adikmu tidak akan menjadi korban dari perbuatanmu. "
Alisya merasakan pusing dan sakit di kepalanya, dengan perlahan dirinya pun membuka matanya. Kedua manik matanya membola ketika melihat sebuah tempat yang begitu gelap. Dan saat itu manik matanya tidak sengaja melihat kakak dan sahabatnya yang masih belum sadar itu.
__ADS_1
Dirinya hendak beranjak namun ternyata dirinya juga di ikat. Dengan sisa tenaganya, Alisya memberontak namun hasilnya nihil. Dia pun berteriak memanggil Anin dan Agatha sehingga beberapa saat kemudian keduanya ikut sadar.
" Kita di mana? "
" Mengapa kita di ikat seperti ini? "
Kedua gadis itu terkejut ketika di lihat tubuhnya yang di ikat begitu keras di kursi. Ketiganya ketakutan sembari terus memberontak untuk melepaskan ikatan itu namun hasilnya tetap nihil.
Mata Alisya tidak sengaja melihat seorang pria yang duduk begitu santai di hadapannya. Meskipun dalam cahaya remang, Alisya bisa melihat orang itu adalah seorang pria namun wajahnya tidak terlalu jelas.
__ADS_1
" Siapa kau? "