Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: I'm Pregnant


__ADS_3

Di ruangan kerja pribadi miliknya, Daniel terlihat begitu fokus dengan layar laptop di depannya. Tangannya pun ikut menari nari di atas keyboard laptop tersebut. Tak lupa memakai kacamata anti radiasi untuk melindungi matanya dari sinar cahaya laptopnya.


Siapapun yang melihatnya pasti akan terjatuh dalam pesona pria matang itu. Tampan, kaya raya, memiliki bentuk tubuh atletis yang begitu sempurna. Tak ada wanita manapun yang berani menolak pria se sempurna itu. Namun sayang kini hatinya hanya terisi satu nama, Annastasia. Hanya nama itu yang ada di hatinya saat ini dan selamanya.


Pria tampan itu melepaskan kacamata yang sejak tadi bertender rapi di hidungnya. Menutup laptopnya, dia meregangkan otot ototnya karena begitu lelah dengan seharian duduk di depan pekerjaannya. Pandangan terhenti di sebuah bingkai foto yang berada di sudut mejanya, bibirnya membentuk sebuah senyuman sembari mengambil foto tersebut.


" Aku merindukanmu sayang. Tetapi aku belum bisa pulang saat ini, masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan. Tunggulah, 3 jam lagi aku akan segera melihat wajah cantikmu itu. I love you my wife! "


Daniel mencium foto tersebut, dirinya sungguh telah di buat gila oleh istrinya sendiri. Bibirnya belum menghilangkan senyum manis itu, matanya pun terpejam membayangkan wajah sang istri yang tidak pernah membuatnya bosan kala memandang.


Suara berisik di luar mengganggu Daniel dan dirinya terkejut ketika pintu ruangannya di dobrak dari luar. Rahangnya mengeras kala melihat siapa yang telah berani mengusik dirinya saat ini.


" Maaf tuan, tetapi Nona ini memaksa masuk tadi. "


Seorang wanita menunduk ketakutan karena gagal mengehentikan tamu yang tak di undang itu. Dia adalah sekretaris baru yang Daniel pekerjakan, setelah memecat sekretaris lamanya, Daniel pun kembali mendapatkan sekretaris baru yang bisa membantunya di perusahaan.


Jika dulu dia menyukai setiap karyawannya memakai pakaian sexy, kini tidak lagi. Dia sudah mewajibkan kepada setiap karyawan wanita yang bekerja di sana harus menggunakan pakaian yang sopan dan tertutup. Awalnya para karyawan itu sempat tidak setuju tetapi mereka tidak bisa melanggar kecuali tidak ingin bekerja di sana lagi.

__ADS_1


" Kau pergilah! "


Seru Daniel sembari menatap tajam tamunya saat ini. Sekertarisnya pun segera meninggalkan ruangan itu sembari menghela nafasnya dalam karena Daniel tidak memarahinya.


" Ada kau kemari, Celine? Apa kau lupa untuk tidak pernah menunjukkan wajahmu itu di hadapanku lagi. "


Celine berusaha menyentuh lengan Daniel namun hanya mendapat penolakan darinya. Daniel tidak sudi untuk bersentuhan dengan wanita manapun selain istrinya. Dia menahan amarahnya ketika Celine masih berusaha mendekatinya.


" Aku hamil! "


Dia masih mengharapkan Daniel, bukan apa apa karena sejak dia di pecat oleh Daniel hidupnya tak menentu. Dia tidak memiliki uang yang bisa memenuhi kebutuhannya seperti dulu. Padahal dia sudah menjadi wanita malam di sebuah club tetapi tetap merasa tidak cukup.


Karena pekerjaan nakalnya, Celine kini mengandung anak yang tidak jelas asal usulnya. Dirinya sempat frustrasi namun setelah berpikir panjang dirinya mencoba memanfaatkan kehamilannya saat ini untuk meminta pertanggungjawaban dari Daniel.


" Lalu apa urusannya denganku? "


" Kau jangan munafik, Daniel. Kita sering bercinta dulu, dan sekarang aku sedang hamil anakmu. "

__ADS_1


Daniel mencengkeram kuat dagu Celine hingga wanita itu meringis kesakitan. Nyalinya kembali menciut melihat tatapan mematikan dari Daniel. Sedangkan Daniel dia begitu merasa panas mendengar perkataan yang tidak masuk akal dari wanita di hadapannya.


" Are you fu*king kidding me, bi*ch? Seharusnya kau malu mengatakan hal menjijikkan itu kepadaku. "


Celine kesakitan di dagunya karena cengkeraman kuat tangan Daniel. Dirinya pun juga takut jika Daniel bisa melukainya dengan kondisi marah seperti itu. Celine merasa menyesal karena sudah datang ke Daniel, dia tidak berpikir dua kali sebelum datang ke sana.


" Mungkin dulu iya kita sering bercinta tetapi kau sendiri tahu aku selalu memakai pengaman. Dan ingat satu hal, aku tidak pernah menyentuhmu lagi. Dan jika kau hamil saat ini, tidak seharusnya kau datang kemari dan mengaku bahwa itu adalah anakku. Datanglah kepada ayah biologis bayimu itu, aku tidak sudi melihatmu lagi. "


" Tapi.... "


" Pergilah! Atau aku akan membuat hidupmu sengara. Ingat jangan pernah mengusik kehidupaku dan istriku, jika kau berani maka kau akan meninggalkan dunia ini. "


Celine ketakutan melihat sorot mata Daniel, dia pun segera berlari keluar dari ruangan mantan Tuannya. Wanita itu sungguh menyesal karena berencana menjebak Daniel. Tanpa dia ketahui bahwa Daniel bukanlah pria yang dengan mudahnya di bodohi seperti itu.


" Dasar wanita gila. Menjijikkan sekali dia mengaku bahwa aku yang telah menghamilinya. "


Daniel memijit pelipisnya memikirkan pengganggu tadi. Dia mendudukkan tubuhnya di atas sofa meredamkan emosinya yang masih membakar tubuhnya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2