
" Aku juga merindukanmu, istriku! "
Seru Daniel tersenyum sembari mematikan ponsel miliknya. Dirinya sedang dalam perjalanan pulang, namun untuk mengusir kebosanannya, dia pun berbicara dengan sang istri melalui panggilan video ponselnya. Setelah cukup lama saling berbicara, Daniel pun memutuskan sambungan telepon itu.
Matanya lurus ke depan, dia mengemudikan sendiri mobilnya melewati jalan raya yang begitu padat. Tentu saja sedang ramai, karena sekarang jam pulang bekerja, dan hal itu sempat membuat Daniel terjebak macet beberapa saat lalu.
Namun saat ini bukan lagi terjebak karena macet, tetapi kini hujan sedang turun begitu lebat. Pria tanpa cacat itu menghela kasar nafasnya ketika dirinya terjebak hujan sedangkan rumahnya masih sedikit jauh. Daniel harus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan begitu sedang karena akan berbahaya jika dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Daniel menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah toko bunga yang sepi pengunjung itu. Dirinya berencana untuk membawakan sang istri sebuket bunga, dia tidak bisa romantis seperti pria lainnya. Tetapi dia pernah melihat seorang pria yang memberikan bunga kepada seorang wanita dan wanita itu terlihat berbinar menerimanya.
Daniel pun berinisiatif untuk memberikan sang istri bunga, mungkin ini adalah pertama kalinya dia memberikan bunga kepada seorang wanita. Karena hujan masih turun begitu deras, Daniel pun mengambil sebuah payung dari mobilnya untuk melindunginya dari air hujan di luar.
Setelah membeli sebuah buket bunga mawar pink yang begitu besar dan meletakkannya di kursi sampingnya, Daniel pun kembali melajukan mobilnya di jalan raya itu.
__ADS_1
Hanya suara rintikan hujan yang menemaninya perjalanan pulangnya saat ini. Sesekali matanya melirik bunga besar itu di sampingnya dan juga sebuah senyuman menghiasai bibirnya.
Setelah menempuh perjalanan 30 menit, mobil yang di tumpanginya sudah terparkir di hadapan rumahnya. Senyuman Daniel semakin melebar kala melihat sang istri yang sudah menunggu kepulangan saat ini. Inilah salah satu yang membuat rasa cinta Daniel kepada Anna semakin bertambah.
Daniel keluar dari mobilnya namun dia memutari mobilnya untuk mengambil sesuatu yang akan dia berikan kepada sang istri tercinta. Anna mengernyitkan keningnya ketika melihat Daniel membawa sebuah buket bunga begitu besar.
" Untukmu sayang. "
Daniel pun memberikan buket bunga besar itu sang istri dengan penuh kebinaran. Anna begitu bahagia ketika menerima pemberian sang suami. Namun dia sedikit kesulitan memegang buket yang sangat besar itu.
" Apa kau suka, sayang? "
Anna mengangguk karena dia memang begitu menyukai bunga tersebut. Daniel pun segera merangkul sang istri untuk masuk karena hujan masih belum reda. Anna berjalan sembari terus tersenyum dan sesekali dia mencium aroma wangi bunga itu.
__ADS_1
Keduanya memasuki kamar milik mereka, Daniel pun segera melepaskan pakaian yang seharian di pakai. Tak menunggu lama, Daniel segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
Sedangkan Anna, dia masih terus melihat bunga pemberian sang suami. Dirinya begitu senang karena mungkin ini pertama kalinya sang suami memberikan bunga untuknya. Wanita cantik itu menopang dagunya sembari tersenyum ke arah buket yang dia letakkan di atas meja.
" Romantis sekali suamiku. Aku semakin mencintainya. Lihatlah Ayahmu, sayang. Ternyata dia bisa romantis juga dengan bunda. "
Ujarnya sembari mengelus perutnya dan tak lupa pula senyum yang terus merekah di bibirnya. Hingga Daniel yang sudah menyelesaikan ritual mandinya pun tidak dia sadari. Dirinya terlalu fokus dengan bunga yang masih berada di depannya.
" Kau terlihat bahagia sekali. Apa karena bunga itu. "
Daniel bertanya sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Anna pun segera mendekati sang suami dan melingkarkan kedua tangannya di leher Daniel. Hidungnya mencium aroma maskulin pria itu yang kembali membuatnya ingin mencium dalam dalam aroma itu.
Daniel yang sudah terbiasa dengan kelakuan sang istri hanya bisa tersenyum. Tak kalah dengan Anna, Daniel semakin mengeratkan rengkuhannya di pinggang sang istri. Keduanya bersentuhan apalagi saat ini Daniel hanya mengenakan handuk putih yang menutupi bagian bawah perutnya sehingga Anna bisa merasakan dada bidang itu.
" Aku mencintaimu, suamiku! "
__ADS_1
" Aku lebih mencintaimu, istriku. "
Anna berinisiatif untuk mengecup lebih dulu bibir tebal sang suami. Namun bukan Daniel namanya jika tidak mengambil kesempatan itu untuk menikmati sang istri malam ini. Pria itu semakin menarik tengkuk wanitanya dan mulai memperdalam kegiatan panas mereka.