
Di sebuah pantai indah nan asri yang menjadi salah satu yang wajib di kunjungi ketika berada di negara dengan julukan matahari terbit itu kini terlihat ramai. Pantai yang selalu menjadi tempat melepaskan rasa lelah kini begitu ramai di datangi. Bukan untuk berlibur tetapi untuk melihat proses tim penyelamat menyelamatkan keluarga mereka yang ikut menjadi korban dari jatuhnya pesawat itu.
Jika orang orang datang ke sana untuk menikmati liburan dan sejuknya pulau indah itu, kini hanya terlihat orang orang yang menangis histeris ketika mendengar keluarga mereka menjadi salah satu korban dari jatuhnya pesawat yang mereka tumpangi.
Tak berbeda dengan para keluarga yang histeris menunggu kabar tentang keluarga dan rekan mereka, dua gadis cantik berkerudung kini juga histeris di tempat itu. Kedua gadis itu begitu terlihat menyedihkan karena menangis dari tadi.
Bahkan Christian dan Lucas yang juga berada di sana bisa melihat kesedihan dari wajah gadis cantik itu. Tak ada yang bisa mereka lakukan saat ini, mereka lebih memilih terdiam melihat kedua gadis cantik itu saing berpelukan satu sama lain.
" Bagaimana keadaan bunda kak Anin? Apa bunda akan selamat nanti? Aku tidak bisa kehilangan bunda, aku tidak bisa Kak! "
Alisya yang lebih menyedihkan saat ini, gadis belia itu tidak bisa berhenti menangis sejak kedatangan mereka ke lokasi kejadian. Sedangkan Anin berusaha tegar untuk menenangkan adik kecilnya. Walaupun dia juga begitu sedih, namun dia berusaha menahannya karena tidak mau membuat sang adik semakin tidak terkendali.
__ADS_1
" Tenanglah Alisya, tenanglah! "
Anin terpaksa meninggalkan pekerjaannya ketika mendengar kabar buruk tadi. Sama halnya dengan dirinya, Alisya bahkan sempat tidak sadarkan diri beberapa saat lalu. Namun untungnya ada Christian dan Lucas yang berada di sana dan menolong mereka saat ini.
" Aku takut kak! "
Anin terus mengusap punggung sang adik, dia juga merasakan hal serupa namun dia tetap harus terlihat tegar di hadapan sang adik. Pandangannya tertuju ke arah lautan luas yang menjadi saksi jatuhnya pesawat yang bunda mereka tumpangi.
" Tenanglah! Kalian harus bersabar dan ikhlas. "
Lucas yang tak pernah merasa kasian kepada siapapun kini tersentuh melihat tangisan pilu dua gadis cantik di depannya. Dia juga bisa merasakan kesedihan gadis gadis itu saat ini, karena bagaimanapun dia juga pernah merasakan kehilangan seperti kedua gadis itu.
__ADS_1
Di saat yang bersamaan Daniel dan Anna datang ke tempat mereka, tak hanya Daniel dan Anna namun Agatha juga turut hadir. Ketiga kakak beradik itu saling berpelukan serta tangis mereka kini terdengar. Ketiga pria yang melihat itu hanya terdiam tanpa mengeluarkan ekspresi apapun.
Agatha yang turut hadir dan dia begitu sedih ketika mendengar kabar dari Alisya. Bagaimana pun dia sudah menganggap Bunda Hana seperti Mommynya sendiri. Dan kabar ini sekaligus membuat hatinya terluka.
" Sayang tenanglah! "
Daniel mencoba menenangkan sang istri, setelah Anna siuman dia dengan cepat memaksa Daniel untuk segera ke lokasi. Daniel sempat melarangnya namun Anna tetap bersikeras datang ke sana.
Ketiga bersaudara itu melepaskan pelukan mereka, Anna kembali membenamkan wajahnya dalam rengkuhan sang suami. Alisya pun memeluk sahabatnya Agatha yang sudah datang menemaninya saat ini.
" Tenanglah Alisya! Jangan bersedih, sebaiknya kita berdoa agar Bunda bisa berkumpul lagi bersama kita di sini. "
__ADS_1