Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Liberty Island


__ADS_3

Anna begitu menikmati liburannya hari ini. Seperti rencananya bersama Alice tadi malam, kini keduanya sudah berada di salah satu tujuan para wisatawan ketika berada di New York.


Mendapatkan cuti liburan selama satu Minggu penuh, dan tentu saja tidak akan di sia siakan olehnya. Kapan lagi mereka memiliki waktu untuk berlibur seperti ini. Oleh karena itu Anna tidak ingin menyiakan waktu liburan ini, karena mungkin ketika kembali ke Jepang nanti dia tidak lagi memiliki waktu seperti ini karena harus mengemban tanggung jawabnya sebagai dokter.



Liberty Island, sebuah pulau kecil yang tak berpenghuni di Amerika Serikat. Pulau tempat berdirinya patung Liberty yang menjadi salah satu objek wisatawan ketika berada di sana.


Tak terkecuali Anna dan Alice, keduanya begitu menikmati keindahan pulau tempat di bangunnya patung besar tersebut. Anna maupun Alice sangat bahagia, tak lupa pula keduanya mengabadikan momen momen ketika berada di sana.


" Ah rasanya aku tidak ingin kembali ke Jepang untuk bekerja. "


" Kau bicara apa Alice? Tidak baik berbicara seperti itu. Kita dokter sudah menjadi kewajiban kita untuk melakukan semua tanggung jawab kita. Profesi kita sangat di butuhkan, karena itu sudah menjadi tugas kita untuk membantu mereka yang membutuhkan. "


" I'm just kidding. Kau jangan menganggapnya serius . "

__ADS_1


Alice tertawa karena Anna yang menurutnya sangat lucu. Padahal dirinya hanya bercanda namun Anna malah menganggapnya serius. Alice sudah terbiasa dengan Anna yang terkadang memberikan nasihat pada dirinya.


Anna hanya menggelengkan kepalanya sembari mengalihkan pandangan kepada patung yang berdiri dengan indahnya itu. Sesekali dia memotret semua pemandangan yang ada menggunakan kamera kecil yang di bawa olehnya.


Cukup lama mereka menikmati pemandangan pulau liberty itu, keduanya pun memutuskan untuk pulang karena waktu sudah hampir petang. Saat sedang menunggu taksi, tiba tiba Alice mengatakan kepada Anna untuk pulang terlebih dahulu karena dia ingin bertemu dengan temannya dahulu.


" Anna kau harus berhati hati. Jika sudah sampai nanti kabari aku, mungkin aku akan pulang malam. "


" Iya. Kau juga berhati hatilah Alice. Baiklah, sampai bertemu nanti malam, aku pulang dulu. "


" Tak terasa aku sudah lama berada di sini. Ah rasanya aku sangat ingin bertemu kembali dengan Bunda, Anin dan Alisya. " gumamnya tersenyum.


Akhirnya taksinya kembali berjalan, namun di tengah jalan dia tidak sengaja melihat seorang wanita yang keadaan memprihatinkan di samping jalan. Dengan cepat dia menyuruh sopir taksi itu untuk berhenti. Namun saat dia akan turun tiba tiba ada sebuah mobil yang berdiri tepat di samping wanita lemah itu.


Tentu saja Anna sangat kasian melihat wanita itu yang seperti memberontak dari pegangan seorang pria. Wanita itu kemudian di bawa oleh mobil itu, Anna yang tidak tinggal diam pun menyuruh taksinya untuk mengikuti mobil itu. Sebagai manusia Anna ingin membantu wanita yang terlihat lemah itu, Anna yakin wanita itu di paksa masuk ke dalam mobil pria itu.

__ADS_1


Hingga tak lama kemudian, taksi yang di tumpangi Anna berhenti tak jauh dari mobil tadi berhenti. Anna melihat sebuah rumah tua yang sepertinya tidak berpenghuni setelah tadi melewati jalan yang begitu sepi. Rasanya Anna sangat takut melihat keadaan rumah tua itu, apalagi sekarang sudah malam dan tentu saja di sana sangat gelap.


" Nona, apa kau yakin ingin turun? Di sana mungkin saja sangat berbahaya, lebih baik kita pergi saja dari sini. "


Ujar sopir taksi yang juga merasa takut melihat sekeliling.


" Tidak, kita harus menyelamatkan wanita itu. Dia membutuhkan pertolongan kita, sudah seharusnya kita saling membantu bukan? "


Meskipun ketakutan tapi dalam hati nuraninya dia ingin membantu wanita tadi. Anna sangat yakin sesuatu yang buruk telah terjadi pada wanita itu. Sebagai sesama wanita, Anna merasa kasihan kepada wanita itu, mungkin saja dia menjadi korban dari pria pria yang tidak bertanggung jawab.


" Tunggulah di sini, tolong hubungi polisi untuk segera datang kesini. "


Setelah mengatakan itu, Anna pun mengikuti pria yang membawa wanita itu masuk ke dalam rumah tua itu. Dengan cahaya senter dari ponsel miliknya, Anna pun pergi ke rumah tua itu dan meninggalkan sopir taksi yang tadi di minta untuk menghubungi polisi.


Sopir taksi itu ketakutan melihat sekeliling dan memutuskan untuk segera pergi dari sana tanpa melakukan apa yang tadi di katakan oleh Anna. Dia pergi meninggalkan Anna di sana, bukan dia tidak ingin membantu namun dia sangat ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2