
Di sebuah kamar mewah dengan perpaduan putih abu abu serta sebuah lukisan besar berada di depannya, terlihat seorang pria yang sedang berdiri menatap luar jendela dengan sebuah botol minuman keras di tangan kanannya. Sedangkan di tangan kirinya, ada sepuntung rokok yang sesekali dia hisap rokok yang sudah tinggal setengah itu.
Pria itu terlihat acak acakan dengan kemeja yang sudah kusut, rambut berantakan serta wajah yang memerah menahan amarahnya. Dengan perasaan terluka dia menenggak satu botol langsung minuman di tangannya hingga habis tak tersisa. Begitu habis, dia membanting keras botol kaca itu ke lantai hingga kaca itu hancur berserakan di lantai.
" Arghhh.. "
Pria itu berteriak sembari mengacak kasar rambutnya, dengan langkah besarnya dia pun sudah berada di kamar mandi yang terlihat masih sangat rapi. Sebelum akhirnya dia membuat kamar mandi itu sangat berantakan.
Dia berdiri di depan cermin dan melihat sendiri wajahnya sekarang yang memerah. Mengepalkan kuat kedua tangannya hingga urat di lengannya kini nampak begitu jelas.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang dia memukul keras kaca di depannya sehingga kaca tersebut pecah dan mengenai tangannya.
Tangannya mengeluarkan darah segar namun dia sama sekali tidak perduli karena hatinya saat ini jauh lebih menyakitkan daripada luka di tangannya. Dia menunduk dengan nafas memburu dia terus mengepalkan tangannya.
" Tidak, Annastasia wanitaku. Tidak boleh ada yang memilikinya selain Aaron, bahkan Daniel sekalipun tidak berhak memilikinya. Hanya akulah yang berhak memilikinya. "
Aaron sangat hancur ketika mengetahui fakta bahwa wanita yang di cintainya ternyata istri dari Daniel. Tentu saja dia tidak semudah itu menerima fakta menyakitkan itu, dia bahkan rela pindah ke negara itu hanya untuk bisa mendapatkan wanita yang sudah memporak porandakan hidupnya.
" Kau hanya milikku Annastasia. Aku akan melakukan apapun agar aku bisa mendapatkanmu bahkan sekalipun aku harus menyingkirkan Daniel. "
__ADS_1
Tekadnya sudah bulat untuk memiliki wanitanya dia bahkan siap harus menyingkirkan Daniel. Dia tidak perduli dengan siapapun, dia hanya menginginkan apa yang ingin di milikinya.
Dengan senyum devilnya Aaron melihat darah yang mulai mengering di tangannya akibat pecahan cermin tadi. Dia sama sekali tidak merasa kesakitan, dia dengan cepat berjalan keluar dari sana dan berjalan ke samping ranjang. Dia membuka sebuah laci meja di samping ranjang tidurnya, dan mengambil sebuah senjata berwarna hitam yang sudah sangat lama tidak dia gunakan.
" Aku akan menyingkirkanmu Daniel, aku tidak rela kau mendapatkan wanitaku. Kalau aku tidak bisa memilikinya, maka kau pun juga tidak bisa memilikinya Daniel Raymond. "
Karena cinta, tidak bukan lagi tentang cinta tetapi sebuah obsesi untuk bisa memiliki sang wanita. Aaron begitu terobsesi untuk bisa memiliki Anna yang sudah membuat hatinya berdebar kala mengingat namanya.
Yang ada di pikirannya sekarang hanyalah Anna, begitu hancur hatinya ketika wanita itu sudah menjadi milik pria lain. Tetapi sekarang dia harus bangkit agar sang wanita bisa menjadi miliknya, apapun akan dia lakukan untuk mendapatkan keinginannya.
__ADS_1
Tak perduli bahkan harus menghilangkan nyawa seseorang karena hal itu sudah terbiasa baginya. Tanpa mereka sadari ternyata mereka berdua sama sama memiliki sebuah dendam yang membara. Baik Daniel dan Aaron kini menjadi musuh dengan alasan yang berbeda.
Daniel menginginkan Aaron mati karena dendam masa lalu, sedangkan Aaron menginginkan Daniel mati hanya untuk bisa memiliki wanita yang dia cintainya.