CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Kemarahan semua orang


__ADS_3

Melodi kembali membawa makanan ringan dan minuman.


" Jadi, apa paman ryan menerima paman daniel, luci?" Tanya melodi, pada luci.


" Tidak mom, sepertinya mereka malu karena ada kita disini." Ucap luci.


" Kalau begitu, kita tinggalkan saja mereka. Bagaimana lu?"


" Jangan." Ucap ryan dan daniel secara bersama.


" Oke." Ucap melodi sambil menatap mereka, dengan tatapan heran.


" Jadi..." Tanya daniel.


" Apa?!" Ketus ryan.


" Yang tadi."


" Jangan macam macam."


" Aku mohon."


" No."


Melodi dan luci melihat mereka yang terus saja berdebat.


" Mom, apa paman ryan menyukai laki laki."


" Uhuk..."


Melodi tersedak. Ryan dan daniel saling berpandangan.


" Kalian ini kenapa sih?, bener kalian saling mencintai satu sama lain?" Tanya melodi.


" Tidak." Jawap mereka bersama.


" Really?"


" Ya." Ucap mereka bersama lagi.


Tak lama kemudian, baby sister datang membawa al&l.


" Hai boy, kemari duduk dengan uncle." Ucap daniel.


" Jangan, dengan paman mu yang tamvan ini saja."


" Tidak denganku." Ketus daniel.


" Kau siapa?, aku adalah paman nya." ketus ryan.


" Aku tamu. Tamu adalah raja."


" Tamu harus sopan. Minggir."


" Kau yang minggir."


" Kau."


" Kau."


" DIAM!!." Ucap melodi.


" Kalian itu kenapa sih?, datang bulan? iya?. Mereka kan ada dua. Kalian bisa mengendong masing masing." Ketus melodi.


" Dia yang mulai dulu." Ucap daniel.


" Kok aku?, kau yang mulai."


" Kamu."


" Kau."


" Ryan.."


" Daniel.."


" HEY!!!."


Ryan dan daniel menatap melodi.


" Tidak mau mengalah?, masih mau terus bertengkar, al&l ku bawa ke dalam lagi."


" Jangan."


" Baiklah kami tidak akan bertengkar."


Ryan kemudian menggendong baby L, sedangkan daniel mengendong baby Al.


Cukup lama mereka menggendong baby Al&l. Hingga mereka tertidur.


" Luci, apa luci mau, pergi bersama paman daniel?"


" Kemana?"


" Kemana saja. Luci ingin pergi kemana?"


Luci terlihat berpikir.


" Bagaimana kalau kita bermain di playzone yang ada di plaza. Luci pasti belum pernah kesana kan?"


" Mom.. bolehkan luci pergi dengan paman daniel?"


" Tidak." Ketus ryan.


" Kenapa bang ryan?" Tanya melodi.

__ADS_1


" Tidak boleh kalau mereka hanya pergi berdua."


" Kalau begitu bang ryan saja yang ikut."


" Hoam... Abang mengantuk. Abang akan tidur dengan al&l. Kalian pergi saja."


" Hore, pergi dengan momy."


" Memang nya boleh aku pergi dengan daniel?" Tanya melodi pada ryan.


" Jika kau tidak mau.."


" Aku mau. hehe."


" Kembali sebelum pukul 7."


" Bener nih. Aku di ijinkan membawa luci dan melodi?."


" Cepat, sebelum aku berubah pikiran."


Daniel segera membawa melodi dan luci pergi.


" Terima kasih brother." Teriak daniel.


Didalam mobil..


" Daniel?"


" Ya."


" Sudah berapa lama kau kenal bang ryan."


" Sejak masih kuliah."


" Itu arti nya kalian sangat dekat?"


" Bisa di bilang begitu."


" Emm..."


" Kenapa?" Tanya daniel.


" Aku hanya binggung. Kenapa bang ryan tidak menikah?"


" Oh itu, dulu sih dia pernah bilang, tidak akan menikah sebelum bisa menemukan dirimu."


" Dia bilang begitu?"


" Ya, dan sejak saat itu. Dia mulai mendirikan XLOVENOS. Dengan tujuan agar bisa dengan mudah menemukan mu."


" Benarkah?, aku terharu mendengarnya."


" Ya, karena XLOVENOS tidak pernah berbuat kejahatan, justru membantu mereka mereka yang tersakiti dan tertindas. Membuat jaringan nya cepat besar dan meluas. Itu kenapa kami bisa dengam cepat menemukan mu, dan mengetahui segala informasi tentang dirimu. Dia bahkan mendatangi makam ibu kalian."


" Benarkah?, dan apa kau tau, alasan kenapa bang ryan menarik investasi nya pada perusahaan kevin.?"


" Oh so sweet."


Melodi menyeka airmata nya.


" Oh tidak. Jangan menangis, aku bisa di bunuh ryan." Celoteh daniel


" Haha, ini airmata kebahagiaan, bukan kesedihan. Tenang saja, kau tidak akan dibunuh. Mungkin akan mendapatkan penghargaan, karena sudah membuatku bahagia."


" Huft, semoga saja."


Daniel tersenyum ke arah melodi, dan melodi membalas senyuman daniel.


..


Drrtt drrrttt drtt


" Halo?"


" ---"


" Apa?"


" ----"


" Baik, aku akan segera kesana."


Tut.


" Siapa?" Tanya kevin.


" Asistenku."


" Kenapa?"


" Beberapa cover majalah, dan butik membatalkan kontrak nya dengan ku."


" Kok bisa,"


" Ini semua gara gara melodi.".


" Astaga..."


" Kita harus melakukan sesuatu kevin."


" Ya ya, aku tahu. Tapi apa?"


" Berpikir kevin, berpikir."


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


" Maaf tuan, di luar ada nyonya besar dan ..'


" Dan siapa?" Teriak linda.


" Mama nona linda."


" Mama?" Linda terkejut.


" Apa lagi sekarang" Kesal kevin.


" Tenanglah. Paling cuma ingin berpamitan."


Setelah mengenakan pakaian. Mereka segera turun, dan menemui orang tua linda.


" Mama."


Linda menghampiri mama nya.


Plak !!


Semua yang ada di sana terdiam dan menunduk.


" Mama tidak pernah mengajarkan kamu untuk menjadi perusak rumah tangga orang, linda."


" Apa maksud mama?"


" Jangan berpura pura lagi, linda. Mama sudah tau semua nya. Han jugs sudah menunjukan bukti ke busukan kamu selama ini. Mama pikir, kau adalah yang tersakiti di sini. Ternyata mama salah. Ternyata kau lah akar penyakitnya."


Linda melirik tajam ke arah han. Han membalas dengan tatapan lebih tajam.


" Ma, jelaskan dulu. Linda melakukan itu karena linda tau, kevin masih mencintai linda. Begitu juga sebaliknya. Jadi jangan cuma nyalahin linda dong. Kevin juga salah. Kenapa dia mau tergoda dengan ku."


Linda mencoba membela diri nya sendiri. Kevin terdiam.


" Benar begitu?"


" Kevin jawap." Bentak jenny.


" Be..benar ma."


Plak !!


Kini giliran kevin yang mendapat tamparan dari jenny.


" Sungguh mama malu mempunyai anak seperti mu. Kau membuat melodi yang jelas jelas sudah tulus mencintai mu dan anak anakmu. Sebagai balasan nya. Kau memberikan luka, dengan kembali dengan linda."


" Ma.."


" Cukup. Mama sudah muak dengan ribuan alasan yang kau berikan. Han suruh pelayan membereskan semua barang milik anak anak. Aku akan membawa nya ke XXX. Malam ini juga." Perintah jenny pada han.


" Baik bibi."


Han segera menuju ke atas, dengan membawa beberapa pelayan.


" Ma, mama tidak bisa membawa mereka begitu saja. Mereka anak anak ku." Ucap kevin.


" Anak anak mu adalah cucu ku. Aku tidak mau mereka di rawat oleh orang tua yang tak bermoral seperti kalian. Yang ada, kau mendidik mereka untuk menjadi seperti mu."


" Ma, itu tidak mungkin terjadi. Aku tidak akan mendidik anak ku seperti yang mama pikirkan."


" Kau tidak. Tapu bagaimana dengan linda. Mama takut, dia akan meracuni pikiran suci anak anak, dengan hal hal buruk. Hal buruk yang akan membuat masa depan cucu ku berantakan."


" Semua sudah siap bibi." Ucap han.


" Bawa mereka sekarang ke hotel han. Aku tidak sudi lagi berada di sini."


" Han. Jangan lakukan ini." Pinta kevin pada han.


" Maaf kevin. Tapi apa yang dikatakan bibi, benar. Aku mendukung keputusan nya."


Akhirnya dengan terpaksa, kevin membiarkan anak anak di bawa jenny. Karena mereka sedang tidur. Jadi mereka tidak tau, apa yang sedang terjadi.


" Satu lagi. Jangan harap bisa menemui mereka ataupun berpikir akan membawa mereka kembali kesini lagi. Karena sampai nafas terakhir ku pun. Aku tidak akan membiarkan kau membawa mereka." Ketus jenny.


Jenny pergi. Di ikuti mama linda.


" Mama." Panggil linda.


" Jangan panggil aku mama lagi. Aku tidak sudi dipanggil mama oleh anak seperti mu. Dan satu lagi, jangan coba coba pulang. Jika kau tidak ingin kena murka papa mu."


Akhirnya semua orang pergi. Meninggalkan linda dan kevin sendirian.


..


......................


...----------------...


...----------------...


...----------------...


......................


Sampai ketemu besok yaa 🤩🤩☺️☺️..


...Jangan lupa like...


...komen dan hadiah...


...Besok sisain vote buat cerita ini yaa.....

__ADS_1


...makasih......


...Author sayang kalian 😘😘...


__ADS_2