CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Penjara terindah 2


__ADS_3

Pagi hari nya, melodi terbangun. Dilihatnya laki laki yang kini menjadi suami nya, tengah tertidur pulas. Entah berapa ronde yang mereka lakukan semalam. Itu benar benar membuat badan melodi terasa remuk.


" Sangat tampan." Ucap melodi mengelus pipi kevin.


Cup.


Melodi mengecup mesra bibir kevin, Kevin membuka mata.


" Selamat pagi sayang." Ucap melodi.


Kevin tersenyum, dan melihat bukit kembar melodi, yang masih terpajang jelas tanpa ada yang menutupi. Hanya selimut yang membalut dirinya dan melodi. Membuat nafsu nya kembali bergejolak.


" Hmmm, kau membangunkan kevin junior." Ucap kevin sambil memegang bukit kembar melodi.


" ken, sudah pagi."


" Memangnya kenapa?" Kevin tidak menghentikan aksi nya.


" sttt.. sayang, jangan nakal."


" Aku suka." Kevin mulai menyusu layaknya bayi.


Melodi kembali merasakan getaran hasrat yang mengebu-gebu. Ditambah ritme sentuhan kevin yang seakan akan sengaja di lakukan agar melodi tersiksa.


" Kau sangat menyiksa ku ken." Ucap melodi yang tak tahan dengan hasratnya.


Didorongnya tubuh kevin, dan melodi mulai naik di atasnya. Memberikan banyak stampel kepemilikan di dada kevin. Membuat kevin merintih.


" Sayang.. lakukanlah." Bisik kevin.


Bukan nya melakukan nya, melodi justru masih bermain main dengan tubuh kevin.


" Mel, kau membalas ku."


" Tentu saja, bagaimana?, kau menikmati nya." Bisik melodi.


" Kau nakal sayang."


Melodi terkekeh, namun sejurus kemudian, kevin mengambil alih permainan dan mulai melakukan nya lagi, lagi dan lagi. Hingga 5 ronde tanpa henti.


" hah hah hah...Sudah ken, aku lelah, kau menghajar ku habis habisan." Ucap melodi mendorong tubuh kevin dari tubuhnya.


" Kau yang memulai."


" Aku hanya mencium mu, apa salah." Ketus melodi.


" Tapi bukit mu menantang ku." Kevin kembali merem*s bukit melodi.


" Ken.. sudah! Memangnya kau tidak ingin ke kantor?"


" Ini negara xxx sayang, kantorku di Xxx. Lagi pula aku adalah bos nya, jadi terserah aku mau masuk kapan saja." Ucap kevin sambil memainkan bukit melodi.


" Ck, ken. Hentikan. Ayo kita mandi." Ucap melodi.


" Wah, kau menantang ku lagi rupa nya."


" Ah tidak tidak, maksud ku, aku mandi dulu, lalu kau. Dan kita turun untuk sarapan bersama."


" Kita akan sarapan di sini."


" Ha??, tapi bagimana ?"


" Gunakan telpon itu, jika kau butuh sesuatu." Ucap kevin yang menenggelamkan wajahnya di dada melodi.


Sepertinya aku benar benar menjadi tahanan kamar. hiks hiks hiks. Batin melodi.


" Ken aku ingin mandi." Rengek melodi.


" Baiklah ayo." Kevin menggendong melodi ala bridal.


" Ken aku bisa mandi sendiri."


" Biar aku bantu menggosok punggungmu."


" Tidak perlu, aku bisa sendiri."


" Ck, ayolah. Aku juga ingin melihat seberapa banyak stampel ku pada mu." Ucap kevin yang mulai menyalahkan shower.


Kevin mulai menggosok tubuh melodi dengan spon mandi, perlahan. Sentuhan itu justru membangkitkan hasrat kedua nya. Dan mereka pun melakukan nya lagi.

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


" Hallo.." Ucap gwen.


" Gwen, emmm.. bisakah meminta pelayan mengantar makanan ke kamarku." Bisik melodi.


" Hahaha, sudah ku bilang kan kakak ipar." Kekeh melodi.


" Ck, dia benar benar tidak memberiku waktu bersantai." Ketus melodi.


" hahaha..."


" Cepatlah, aku sangat lapar, ohya, tolong bawakan aku baju ganti yang benar, tidak kurang bahan dan transparan seperti yang ada disini."


Tut. Melodi mematikan sambungan telpon.


...


Di meja makan...


" Gwen, kemana kau akan membawa makanan itu." Tanya jenny, saat gwen menata makanan di nampan.


" Ke kamar kakak ipar."


" Mereka tidak turun ?"


" Mama, kak kevin tidak membiarkan kakak ipar keluar dari kamar."


" Wah, putra ku benar benar hebat." Ucap abraham yang baru bergabung di meja makan.


" Hebat apanya, kasihan dong pa, kalau kevin terus menghajar melodi."


" Bibi ini, seperti tidak pernah honeymoon saja." Ucap jen yang baru datang bersama anak anak.


" Aunty, dimana momy?" Tanya luci.


" Momy sedang membuat kan luci adik." Ucap nana yang datang bersama luci.


" Apa adik?, benarkah ?" Ucap twins antusias.


" Tentu saja, dan adiknya harus laki²." Ucap kenan menyela.


" Kenapa harus laki laki?" Ucap jenny.


" Oma, twins sudah ada teman bermain, ditambah luci. Jadi mereka bisa bermain apapun bertiga. Sedangkan aku, hanya sendiri, tidak bisa bermain bola ataupun basket. Jadi adiknya harus laki laki." Tegas kenan.


" Tidak kak ken, adik nya harus perempuan"


" Laki laki."


" Perempuan"


" laki laki."


" Haaaaaah!! Sudah sudah, mau laki laki atau perempuan, sama saja. Sudah ayo sekarang kalian makan." Ucap jenny menengahi perdebatan antara cucu cucu nya.


" Gwen cepat, antarkan makanan ini pada kakak, dan juga kakak ipar mu. Kasihan, mungkin mereka kehabisan energi" Ucap abraham.


" Emm gwen.. tunggu, berikan ini juga pada kevin." Bisik abraham sambil memberikan sebuah botol pada gwen.


Tok


tok


tok


" Kakak ipar, buka lah sliding tengah pintu ini."


" Terima kasih gwen, dan mana pakaian ku?" Tanya melodi saat menerima nampan makanan.


" Emm apa kakak ipar, aku tidak bisa mendengar mu dengan baik. Emm aku harus segera turun. Bye kakak ipar, selamat bersenang senang. Tata titi tutu."


" Gwen... awas kau." Teriak melodi.


" Kenapa kau berteriak, ruangan ini sedang di mode kedap suara. Jadi diluar tidak akan bisa mendengar suara dari dalam." Ucap kevin yang barusaja keluar dari kamar mandi.


" Apa itu makanan kita?"

__ADS_1


" Hmm."


" Ayo kita makan, aku sangat lapar." Ucap kevin.


" Apa ini?? tidak ada tulisannya, apa ini vitamin?" Melodi mengangkat botol pemberian abraham.


" Kemari, ini pasti vitamin dari papa untukku." Ucap kevin.


" Memangnya kau sakit?" Tanya melodi.


" Tidak, ini vitamin laki laki, agar stamina tetap terjaga." Karang kevin.


" Begitu. Ohya ken, kita apakan piring² ini?"


" Letakan saja di depan pintu, nanti pelayan akan membawa nya." Ucap kevin santai.


" Hmm, baiklah."


Setelah meletakan nampan di luar pintu melalui lubang sliding, melodi memilih duduk di sofa dekat jendela. Di buka nya gorden yang menutupi, sehingga cahaya matahari menembus ruangan.


" Ken.. Apa vitamin nya sudah kau minum ?" Tanya melodi saat kevin memeluknya.


" Tidak, nanti malam saja, akan bahaya jika di minum sekarang." Ucap kevin.


" Bahaya?, memangnya itu vitamin apa sampai bisa berbahaya jika di minum siang hari." Ucap melodi.


" Pokok nya bahaya, memang kau mau tanggung jawap jika terjadi sesuatu pada ku?"


" Memang nya apa yang akan terjadi?, memangnya kau akan kepanasan seperti cacing setelah meminum nya?" Kekeh melodi.


" Hmm, mungkin saja."


" Hahaha, kau sangat lucu ken, mana ada vitamin seperti itu." Melodi tak dapat menahan lagi tertawa nya.


" Hei aku serius.." Ucap kevin


" Hahaha, aduh ken. Sudahlah. Ayo diminum sekarang. Lalu kita istirahat. Aku sangat lelah."


" Kau yakin ingin aku meminum nya sekarang."


" Iya, papa memberikan nya sekarang, pasti agar kau cepat meminum nya."


" Ah tidak nanti saja."


" Sekarang."


" Baiklah, tapi kau harus janji, jika terjadi sesuatu padaku, kau harus tanggung jawap."


" Iya iya.., memangnya ada ya vitamin bikin kepanasan." Kekeh melodi sambil pergi ke ranjang untuk beristirahat.


Setelah meminum vitamin, kevin menyusul dan berbaring di sebelah melodi.


Beberapa saat kemudian, melodi merasakan tidur kevin tidak nyenyak.


" Ken, apa kau baik baik saja?" Melodi membalikan badan, menghadap kevin yang terlihat sedang menahan sesuatu.


" Ini salahmu, kau yang menyuruhku meminum nya sekarang, jadi sekarang kau harus tanggung jawap."


" Memangnya apa yang terjadi padamu." Tanya melodi.


" Lihatlah." Kevin membuka selimutnya, dan terlihat pusaka milih kevin sedang on.


" What..., apa apaan ini?, jadi maksud mu aku harus..."


" Tentu saja, kau harus menidurkan nya lagi." Kevin mulai menindih tubuh melodi.


" Kevin......"


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...


...hadiah...

__ADS_1


__ADS_2