
" Hai kak, ara. Bagaimana?, kakak jadi ikut kan?" Tanya melodi, saat mereka makan malam.
" Maaf ya adik manis. Seperti nya yang dikatakan bang ryan benar. Sebaiknya kau pergi sendiri, biarkan aku yang menjaga anak anak?"
" Nanti kakak kerepotan."
" Kan ada banyak pelayan sayang, lagipula sering bermain bersama anak anak, membuat kakak bisa cepat hamil.," Karang Ara.
" Kata siapa?" Tanya ryan.
" Kataku kan barusan."
" Pfftt..." Ryan menahan tertawa.
" Memang ada ya seperti itu?" Tanya melodi.
" Ada dong. Katanya biar dapat baby twins, harus sering sering bermain sama twins."
" Ah, jadi karena itu aku bisa hamil al&l?, kan dulu aku terlalu sering bermain dengan riana dan briana."
" Ya, seperti itu."
" Heh, bukan nya kamu dokter, kenapa mengajarkan hal mitos pada melodi sih." Bisik ryan.
" Kan kamu yang menyuruh aku, menyakinkan melodi agar mau pergi sendiri." Bisik ara.
" Ya, tapi tidak dengan cara itu juga." Bisik ryan.
" Kalian kenapa sih?, kok saling berbisik." Tanya melodi.
" Ammm, emmm.. tadi.." Ucap ara terbata.
" Ada lalat masuk ke telinga ara." Timpal ryan.
" Ha?" Melodi melihat ke sekeliling mansion.
" Memang ada lalat ya di mansion ini?" Tanya melodi.
" Sudah cepat selesai kan makanan mu. Nanti kau ketinggalan penerbangan." Ucap ryan.
" Bukan nya melo naik jet pribadi bang ryan ya?"
" A, hehehe... jet pribadi bang ryan sedang di servis."
" Lo kok ?"
" Di sana tidak cukup ruang untuk jet bang ryan mendarat. Kau mau jet bang ryan merusak ladang mereka?"
" Ya enggak sih?"
" Ya sudah, segera bersiap setelah ini. Penerbangan mu jam 11.00."
" Baiklah.."
...
" Lu, baik baik dengan mami dan papi. Oke ?"
" Ya mom. Momy hati hati ya, dan segera pulang."
Cup
Luci mencium melodi, kemudian pergi ke kamar adik adik nya.
Melodi heran dengan perubahan sikap luci. Biasanya dia yang paling dramatis saat akan berpisah dengan nya.
" Ada apa dengam luci?" Lirih melodi.
..
...Malam sebelum keberangkatan melodi,...
" Luci..."
" Papi?"
" Boleh papi masuk?"
" Tentu.."
Setelah ryan masuk, dan duduk di dekat luci.
" Apa luci tau jika besok momy akan pergi?"
" Ya, luci juga akan ikut." Mata luci berbinar binar.
" Luci disini aja bersama mami, papi dan twins bagaimana?"
Mata luci langsung berkaca kaca.
" Eh, jangan menangis. Dengarkan papi. Luci ingin punya dady lagi kan?"
" Emhem."
" Momy pergi, karena momy akan mendapatkan dady untuk luci."
" Benarkah?"
__ADS_1
" Tentu saja. Masak papi bohongi luci sih?. Jika luci ikut, momy tidak akan mendapatkan dady baru"
" Kalau begitu, luci akan tetap disini bersama papi. Agar momy pulang membawa dady untuk luci."
" Anak pintar."
...----------------...
Setelah kepergian melodi.
" Kau yakin daniel akan datang mencari melodi?" Tanya ara.
" Tentu saja. Kau tunggu lah. Paling lama setengah jam lagi daniel akan datang. Dan saat daniel datang aku ingin kau... Bssttt bsstttt bssstttt bssttttt......"
" Tunggu, tunggu. Darimana kau tau jika daniel akan datang."
" Apa kau meragukan ku, sayang." Ucap ryan.
" Tidak. Hanya saja.."
" Sudah lah. Kau hanya perlu melakukan apa yang aku bisikan tadi."
" Terdengar menyakitkan, tapi demi melodi. Baiklah" Ucap ara.
" Bagus. Ayo kita masuk, dan bersantai."
Ryan memeluk pinggang ara dan mengajak nya masuk ke dalam.
Dan benar saja, setengah jam setelah itu. Mobil daniel memasuki kawasan mansion.
" Lihatlah. Benar kan ucapan ku?"
Ryan menunjuk ke layar CCTV.
" Iya. Sekarang bersikap lah normal. Seolah olah kau terkejut dengan kedatangan nya."
" Oke."
Tap
Tap
Tap
Suara langkah kaki daniel.
" Ara.." Panggil daniel.
" Daniel, kau disini?"
" Melodi?, kau tidak tau?"
" Apa?"
" Melodi barusaja pergi ke kampung halaman ibu nya?"
" Apa, kapan?"
" Setengah jam yang lalu. Pesawat nya pukul 11.00"
Daniel melihat arloji nya.
" Yang benar saja? sekarang pukul 10.00. Dia ada bilang sesuatu."
" Dia hanya menitipkan luci dan twins, sementara dia menenangkan diri."
" Menenangkan diri?"
Belum selesai ara menjawap, ryan datang.
" Daniel, kau di sini?"
" Ryan. Kenapa kau tidak memberitahu ku jika melodi pergi?" Ketus daniel.
" Aku pikir kau sudah tau."
" Ryan..."
" Apa?" Ketus ryan.
" Kenapa kau membiarkan melodi pergi?"
" Lalu aku harus apa, dia sangat ingin menenangkan diri. Saat ku tanya, dia tidak menjawap apapun."
Daniel berganti menatap ara.
" Apa kau melakukan sesuatu yang menyakiti hati nya?" Tanya ara.
" Aku.. aku..."
" Hais, barusaja aku memberi mu ijin untuk mendekati melodi. Kau sudah menyakiti hati nya."
" Aku tidak menyakiti nya, sungguh." Ucap daniel.
" Mungkin dia mendengar tentang pembicaraan waktu itu." Ucap ara.
" Daniel. Secara tidak sengaja kau telah menyakiti adik ku." Ketus ryan.
__ADS_1
" Karena itu aku datang kesini. Melodi sudah salah paham."
" Kau terlambat. Melodi sudah terlanjur salah paham. Dan mungkin karena itu dia memilih pergi." Timpal ara.
" Aku, aku harus mengejar melodi. Katakan, dia naik pesawat apa dan tujuan mana?"
Ara dan ryan terdiam, dan saling menatap satu sama lain.
" Ryan, please..., kau harus membantu ku. Aku ingin menjelaskan kesalahpahaman ini."
" Aku ragu melodi akan menerima penjelasan mu."
" Please ryan..."
Daniel berlutut di hadapan ryan. Ara sudah tidak tahan lagi melihatnya.
" Ryan..." Ara melotot ke arah ryan.
" Baiklah. Melodi naik pesawat korean air, jurusan XXX, kota XXX."
Daniel langsung berdiri dan memeluk ryan.
" Thanks brother."
" Kejar dia.. Dan pastikan kau membawa nya pulang dengan senyuman." Bisik ryan.
" Pasti. Aku akan berusaha semampu ku.,"
Daniel melepas pelukannya, dan saat daniel akan masuk ke dalam mobil nya...
" Daniel, tunggu...,"
Ryan memasukan sesuatu ke dalam saku jas daniel.
" Jangan di buka sebelum kau berhasil mendapatkan hati melodi lagi."
" Baiklah."
Daniel segera masuk dan melajukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi.
" Ikuti dan awasi dia. Pastikan dia dan melodi aman." Perintah ryan pada seorang mafioso.
" Baik."
Sementara daniel terus berkendara mengejar waktu. Melodi baru sampai di bandara. Dan langsung melakukan check-in boarding pass.
" Sial. Akan sangat lama jika aku mengambil jalur ini." Pekik daniel.
Daniel segera putar setir, dan mencari jalan alternatif lain. Dia berhasil sampai di bandara.
Daniel segera berlari memasuki bandara, dan melihat jadwal penerbangan.
" ****.." Umpat daniel.
Daniel berlari ke arah pintu masuk.
" Maaf pak, mohon tunjukan tiket anda."
" Tolong, saya sedang mengejar seseorang."
" Maaf pak. Tapi anda harus menunjukan boarding pass sebelum memasuki area ini."
" Sial.."
Daniel segera berpikir dan mencari cara, bagaimana dia bisa masuk ke dalam. Lalu dia menemukan cara. Dia akan masuk melalui pintu keluar.
Daniel segera berlari, dan hasil lolos dari petugas bandara.
Daniel berlari dan mencari kesana kesini. Mencari keberadaan melodi.
Ting tong ting....
" Panggilan untuk penumpang Korean Air tujuan XXX, negara XXX. Mohon segera memasuki ruang tunggu. Karena pesawat sudah tiba.."
Ting tong ting.....
" ****.."
...----------------...
...----------------...
......................
......................
......................
...Jangan lupa tinggalin...
...like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
__ADS_1