CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Kesedihan nana


__ADS_3

Hari ke hari..


Minggu ke minggu..


Hingga bulan ke bulan..


Melodi tengah berbahagia karena baby AL & L, kondisi nya semakin membaik. Berat badan mereka cepat bertambah. Membuat melodi bisa menggendong mereka sekarang.



" Mereka sangat lucu. Jika saja kenan tau, dia akan sangat bahagia." Lirih melodi, tanpa sadar airmata nya menetes. Dia merindukan kenan.


" Hei, kau menangis?" Tanya ryan.


" Ya, aku menangis bahagia. Karena AL & L, kini bisa tidur di ranjang mereka. Tidak dalam inkubator lagi."


" Ya, aku akan mencari baby sister untuk membantu mu merawat mereka."


" Terima kasih bang ryan."


" Sama sama."


Sementara melodi tengah berbahagia. Nana juga sedang bahagia, karena persiapan pernikahaan mereka sudah 90%.


" Melodi.. Kenapa kau tidak lagi menghubungiku?, apa kau tidak akan datang ke pernikahan ku."


Nana menangis sambil memandang foto dirinya dengan melodi.


" Hei, kenapa kau menangis?" Ucap han, dan langsung menghapus air mata nana.


" Han, dulu dia janji akan menghadiri pernikahanku. Kita sangat dekat, hingga seperti saudara. Kita saling menyayangi satu sama lain. Tapi..,sekarang dia menghilang dan tidak lagi menghubungiku. Hiks hiks hiks.."


" Jika akan datang."


" Bagaimana kau bisa yakin?!"


" Jika dia memang menghargai persahabatan kalian. Melodi pasti datang."


Nana tersenyum, dan berdoa agar apa yang di katakan han terjadi.


..


Sementara kevin yang mulai frustasi karena tidak bisa menemukan melodi. Abraham dan jenny memilih kembali ke negera mereka. Karena tidak ingin lagi tinggal bersama linda.


Sedangkan linda, selama beberapa bulan terakhir ini, mengurus anak anak, dan berhasil mendapatkan hati anak anak. Sehingga saat jenny menyuruhnya pergi, linda mendapat pembelaan dari anak anak. Jadilah linda tetap tinggal di sana. Walau kevin tak lagi memperdulikan nya.


Adam mulai mengunjungi kampung halaman nenek luci, dan mencoba menggali informasi dari tetangga dekat. Namun nihil. Adam tidak mendapatkan informasi apapun. Dia pun kembali dengan kekecewaan.


" Kevin, kau baik baik saja?" Tanya linda saat mendapati kevin pulang dalam keadaan mabuk.


" Melodi..." Kevin mengigau.


Linda membopong tubuh kevin menuju kamar.


Disana linda menjatuhkan tubuh kevin, membuka sepatu nya dan melepas dasi nya.


Saat linda akan pergi, kevin mencengkram tangan linda.


" Aku mohon jangan pergi melodi."


" Kevin, aku linda. Bukan melodi."


" Melodi.."


Kevin terus menarik linda hingga linda jatuh ke dalam pelukan nya.


" Kevin, sadarlah."


Linda menepuk nepuk pipi kevin. Hingga kevin tersadar.


" Linda?"

__ADS_1


" Akhirnya kau sadar."


" Ma..maafkan aku." ucap kevin.


" Tidak apa apa. Untung kau sadar. Jika tidak kau bisa memperkosaku." Kekeh linda.


" Benarkah?"


" Ya."


" Maafkan aku."


" Tidak masalah. Kau butuh sesuatu?, jika tidak aku akan pergi."


" Tidak, terima kasih."


" Baiklah."


Linda kemudian pergi meninggalkan kevin.


Keesokan hari nya, kevin tidak kunjung turun untuk sarapan.


" Mam, dimana dady, biasanya dady yang lebih dulu ada di sini." Tanya twins.


" Entahlah. Mama tidak tau. Kalian lanjutkan makan saja, nanti terlambat."


" Yes. mam."


Hingga anak anak selesai sarapan dan berangkat, kevin belum juga turun. Membuat linda sedikit khawatir.


Linda berjalan menuju kamar kevin sambil membawa makanan.


Ceklek..


Linda masuk dan di dapati kevin sedang tidur.


" Kevin.. Kevin.. bangun."


Linda menepuk nepuk pipi kevin.


" Ini sudah pagi, bangunlah."


" Benarkah?, pukul berapa sekarang?" Tanya kevin.


" Pukul 08.00."


" Astaga aku kesiangan."


Kevin segera bangun dan berjalan ke kamar mandi, sambil memegangi kepala nya.


" Kevin, kau baik baik saja?"


" Ya, aku hanya merasa sedikit pusing."


" Aku sudah membawakan mu makanan. Kau habiskan ya." Ucap linda.


" Ya.."


Kevin masuk kamar mandi. Linda meninggalkan kamar kevin.


Tring tring tring tring..


Telepon rumah berbunyi. Kebetulan linda berada di dekat telepon. Jadi dia mengangkatnya.


" Halo, kediaman kevin, ada yang bisa di bantu?" Ucap linda menirukan suara pelayan, saat menerima telepon.


" Halo, linda?"


" Han?"


" Apa kevin ada di sana?"

__ADS_1


" Ya, tadi dia sedang mandi. Mungkin sedang makan makanan nya."


" Bisa tolong kau beritahu dia, jika aku tidak bisa datang menjemputnya. Aku ada urusan dengan nana. Aku tadi menghubungi ponselnya. Tapi sepertinya ponselnya mati."


" Baik, akan ku sampaikan."


" Terima kasih."


Tut.


Linda segera berjalan naik, menuju kamar kevin.


Tok


Tok


Tok


" Kevin?"..


Tidak ada jawapan. Hingga 3x ketukan masih tidak ada jawapan. Akhirnya linda masuk, dan melihat makanan di meja masih utuh, tidak tersentuh sama sekali.


Tok


Tok


Tok


Tok


" Kevin."


Linda mengetuk pintu kamar mandi.


Ceklek..


Linda membuka pintu dan melihat kevin duduk di bawah guyuran air shower.


" Kevin, apa yang kau lakukan?. Kau bisa sakit."


Linda langsung mematikan kran air, dan mengambil handuk.


" Apa yang kau lakukan?" Tanya linda lagi.


" Aku, aku gagal. Aku tidak bisa menemukan melodi. Aku.. aku tidak ingin hidup lagi."


" Hei apa yang kau bicarakan. Kau tidak boleh seperti ini. Ingatlah masih ada anak anak. Mereka membutuhkanmu."


Kevin memeluk linda, jadilah pakaian linda ikut basah.


" Terima kasih sudah mau merawat anak anakku." Bisik kevin.


" Mereka juga anak anakku. Kau ingat."


Kevin tersipu. Dia hendak mencium linda. Namun linda justru mengelak.


" Pergi ganti pakaianmu. Kau bisa sakit nanti." Perintah linda.


Melodi, kau sudah membuat kevin begitu rapuh. Tapi tidak masalah. Aku akan membuatnya melupakanmu. Aku memang berhutang banyak padamu atas semua dosa dosaku. Terima kasih sudah pergi dari hidup kevin, jadi aku bisa merebut hatinya lagi. Batin linda.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Tinggalin like dan komen yaaa..


Komen itu bikin author seneng. Sumpah deh. Jadi semangat nulis gitu 🤣🤣.


Jan lupa hadiah nya juga yaa..

__ADS_1


Bye...


Insyallah ntar malam up lagi..


__ADS_2