CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Permintaan melodi


__ADS_3

Brak !!!


Kevin membuka cepat pintu kamar, membuat melodi terkejut.


" Ken, apa kau sudah gila?, kenapa kau kasar sekali?, memangnya apa yang diperbuat pintu itu sehingga kau membuka nya dengan kasar." Ucap melodi.


" Aku mendengar suara mu menangis, jadi.., aku pikir telah terjadi sesuatu pada mu."


Kevin menggaruk leher nya, yang tidak gatal.


" Benarkan kau menangis." Tanya kevin.


" Oh itu, haha. Kemari lah, dan duduk." Ucap melodi.


" Jadi katakan, apa yang terjadi, sehingga membuatmu menangis."


Kevin mengusap mata sembab melodi


" Uhh.. Suami ku sangat romantis dan perhatian sekarang."


Melodi mengusap rambut kevin.


" Aku menangis karena terbawa perasaan saat menonton itu.,"


Melodi menunjuk drama yang ia tonton di TV.


" Astaga, aku kira telah terjadi sesuatu."


" Hehe, tidak. Jadi.., Apa dady membawakan pesanan ku?"


" Tentu. Ini dia, aku membelikan mu 2 porsi. Ditambah spaghetti, aku pikir mungkin kau akan tertarik mencoba nya." Ucap kevin sambil memberikan kantung makanan.


" Wah, ini sangat banyak. Sepertinya aku tidak akan bisa menghabiskan nya " Ucap melodi saat membuka kantung makanan.


" Makanlah dulu, jika tidak habis, akan aku makan. Kebetulan aku juga lapar. Aku akan membersihkan diri dulu."


" Baiklah."


Melodi mulai memakan makanan yang sungguh benar benar membuat nya berselera. Hingga saat kevin kembali.


" Sayang..." Panggil kevin.


" Ya??.."


" Dimana makanan nya?" Kevin mencari ke sekeliling, namun tak dapat menjumpai kotak ataupun kantung makanan.


" Sudah habis." Ucap melodi santai.


" Habis??."


" Iya.."

__ADS_1


" Siapa yang makan?"


" Aku.."


" Apa???!!" Kevin syok.


Tadi bilang kebanyakan. Tidak akan habis, sekarang makanan sudah habis, dan dia terlihat seperti orang tanpa dosa. Batin kevin


" Hehe, maafkan aku ya. Semua terasa enak. Dan aku tidak dapat berhenti memakan nya. Apa kau marah?"


Melodi dengan mata indah berkaca kaca.


" Ha.. Itu..itu, tentu saja tidak. Aku kan memang membelikan nya untuk mu sayangku." Kevin mencium pipi melodi.


" Terima kasih sayang." Melodi membalas ciuman kevin.


" Aku mengantuk." Rengek melodi layaknya anak kecil.


" Ya sudah tidurlah."


" Tidak mau."


" Kenapa?"


" Mau nya di peluk sampai tidur, sambil di elus elus." Melodi memperagakan elusan kepala yang di mau.


Astaga kenapa melodi jadi aneh begini. Apa kimi salah memberinya vitamin?. Batin kevin.


" Tidak mau ya?" Ucap melodi sedih, saat melihat kevin hanya diam.


Kevin mulai naik ke atas ranjang. Melodi langsung tidur ber bantal dada kevin. Dan kevin mulai mengelus kepala melodi.


" Sayang.. Bernyanyi Lah.." Ucap melodi dengan mata tertutup.


" A..apa?"


" Bernyanyi.."


" Kenapa bernyanyi?"


" Aku ingin tidur sambil mendengar suara mu ber nyanyi."


" A..aku..."


" Tidak mau ya, hiks hiks hiks.."


Yah, jadi nangis. Sebenarnya ada apa sih dengan nya. Batin kevin.


" Stt stt stt.. Baik lah baik. Aku akan menyanyi."


" Hehe, terima kasih sayang."

__ADS_1


CUP.


Melodi mencium kevin.


" la la la la laaa 🎢🎢🎢🎀🎀🎢🎢🎢 Hmmmm hmmmm hmmm g


hmmm"


( Anggep aja nyanyi apa kek gitu)


..


" Apa sudah tidur?"


Kevin melihat melodi yang sudah terlelap. Perlahan dia menggeser tubuhnya. Meletakan kepala melodi secara perlahan ke bantal.


" Aku sangat lapar, sebaiknya aku ke dapur. Barang kali ada yang bisa ku makan." Lirih kevin.


Didapur...


" Hanya ada roti dan telur " Ucap kevin


" Hah!, tidak apa apa lah. Daripada aku kelaparan."


Kevin mulai mengoles selai ke dalam roti, kemudian memakannya, sambil dia membuat telur mata sapi.


Karena kevin tidak menyalahkan lampu utama dapur. Jadilah dia memasak hanya dengan cahaya senter dari ponsel.


Bug. Seseorang memukul kepala kevin.


" Ah..."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...


...hadiah.....


Kalau suka, jadikan ini favorit ya kak β˜ΊοΈπŸ™


Dan jangan lupa, besok sisain vote buat cerita ini 😌.


...Terima kasih...

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2