
Setelah acara selesai, melodi lebih dulu masuk ke dalam kamar nya.
" Eh eh eh.."
Melodi merasa ada seseorang yang menariknya. Mereka adalah gwen dan jen.
" Kalian mau membawa ku kemana?"
" Tentu saja ke kamar pengantin." Ucap gwen sambil memegang tangan kanan melodi.
" Tapi.. baju tidur ku ada di kamar." Ucap melodi memelas.
" Kami sudah menyiapkan untuk beberapa hari ke depan." Ucap jen yang menggandeng tangan kiri melodi.
" Ha?, kenapa sampai beberapa hari. Memangnya aku akan di kurung di sana."
" Mybe." Jawap gwen dan jen bersamaan.
" Haha, jangan bercanda." kekeh melodi, namun percaya lah, sekarang melodi sudah mulai berkeringat dingin.
Beberapa hari. Pasti gila jika itu benar benar terjadi. Batin melodi.
" Hanya antisipasi saja, kami juga sudah merubah sedikit bentuk pintu, jadi akan ada sedikit ruang, agar makanan bisa di masukan melalui lubang pada pintu." Kekeh gwen.
" Jangan aneh² deh. Mana mungkin aku makan di dalam kamar, memangnya aku tahanan." Ketus melodi.
" Mungkin saja."
" Jangan berpikir aneh² deh."
" Issss... kakak ipar, kau itu ibarat sedang bersama beruang yang barusaja selesai ber'hibernasi. Jadi tentu saja beruang itu butuh asupan nutrisi, yang banyak!!." kekeh jen.
Glek. Benarkah yang dikatakan jen?. Ah, mati lah aku. Aku tidak sadar, jika yang ku tantang adalah seekor beruang kelaparan. Aku harus mencari alasan agar mereka membantuku, jadi aku tidak perlu menjadi tahanan kamar, xixixi. Batin melodi.
" Tapi jen, bagaimana dengan anak²." Melodi berusaha mencari alasan.
" Sudah kami atur. Lagi pula di mansion ini banyak sekali ruang bermain, merek pasti senang."
" lulu, ya lulu. Bagaimana dengan dia, dia pasti akan merindukan aku."
" Kami sudah meminta kak nana, untuk menjaga luci selama satu minggu ke depan."
" What... kalian sungguh merencanakan nya sampai sedetail ini?"
" Tentu saja, ini adalah hari istimewa bagi kakak ipar dan kakak kami yang paling tamvan."
" Ya ya ya..."
" Nah kita sudah sampai."
Gwen membuka pintu, benar² pintu nya memiliki lubang sliding yang cukup besar, sehingga cukup untuk sebuah nampan makanan lewat.
" Wah wah wah, kau sungguh mempersiapkan nya dengan matang." Ucap melodi saat mereka memasuki kamar.
" Tentu saja, apa kakak ipar suka?"
" Tentu saja aku sangat suka. Terima kasih adik ipar ku yang baik hati."
Suka kepala mu, huhuhu. Aku tidak bisa membayangkan jika aku benar² akan menjadi tahanan kamar. Batin melodi menangis.
" Baiklah kakak ipar, kami keluar dulu, selamat menikmati honeymoon kalian."
" Segera beri aku keponakan lagi." Bisik gwen.
" Sudah sudah kalian pergi lah cepat." Usir melodi.
Sepeninggalan mereka, melodi memilih berendam air hangat.
" Hmmm.. aroma terapi nya sangat menenangkan."
Beberapa saat setelah selesai mandi.
__ADS_1
" Apa apa ini, gwen... jen... ini pasti ulah mereka." Teriak melodi saat membuka lemari pakaian, yang isi nya lingerie semua.
" Oh my god. Aku benar benar santapan beruang yang lapar."
Dengan terpaksa, melodi memakai lingerie itu, daripada memakai jubah mandi.
Ceklek...
Pintu terbuka saat melodi tengah menyisir rambutnya. Kevin menutup pintu dan mengaktifkan mode kedap suara.
" Wah wah wah, kau sungguh menggoda ku, sudah tidak sabar rupa nya." Suara kevin mengagetkan melodi.
" Ken, ka..kapan kau datang." Gugup melodi.
" Barusaja. Apa kau ingin langsung bermain?" Bisik kevin dengan nada sensual.
" Mandilah ken. Kau sangat bau." Ucap melodi mendorong tubuh kevin ke dalam kamar mandi.
" Baiklah, tunggu aku ya." Ucap kevin sambil mengedipkan mata nya.
Beberapa saat kemudian, kevin keluar dari kamar mandi, hanya dengan memakai handuk di pinggang.
Terlihat jelas bidang dada kevin yang begitu perfect.
" Kau sangat cantik." Bisik kevin yang memeluk melodi dari belakang.
" Kau membuatku tersipu."
" Aku suka pakaian mu." Bisik kevin lagi, sambil mencicipi leher melodi.
" I..iii..ni ulah gwen." Ucap melodi menahan geli.
" Tidak apa, aku suka." Kevin terus menjelajah leher melodi.
Diputarnya melodi, hingga ke dua nya saling bertatapan.
" I love you mel."
Pelan... pelan... Kevin mulai mencium bibir melodi, Kedua nya saling mel*umat dengan gair*h. Tangan melodi melingkar di leher kevin.
Tangan kevin mulai menelusuri lekuk tubuh melodi yang hanya di balut kain tipis dan transparan.
Dengan satu kali tarikan, gaun melodi sudah terbuka. Perlahan kevin mulai memundurkan tubuh melodi, hingga terjatuh di ranjang.
" Hmmm..." Melodi merintih saat tangan kevin mer*mas bukit kenyal nan sintal. Dibuka nya kain penghalang dari buah d4d4 melodi, dan melemparkan nya ke sembarang arah.
Melodi begitu terbuai dengan sentuhan hangat kevin, di tekan nya kepala kevin agar lebih dalam melakukannya.
Cup
cup
cup
Kevin lama bermain main di ujung bukit dengan penuh sensasi mengoda, sedang tangan yang satu lagi memainkan dan mer*mas bukit yang lain.
" ken.."
Tangan kevin mulai berjalan mencari goa yang tersembunyi. Perlahan dia mulai turun.. turun hingga sampai di bibir goa.
" Mmmmmp " Melodi mengigit bibirnya, saat kevin mulai menjelajahi dengan lidahnya.
" ken..,"
" Kau menyukai nya."
Melihat melodi yang mengangguk, membuat kevin semakin melancarkan aksi nya, kali ini sedikit cepat.
" mmmmmp..." ******* kembali terdengar dari mulut melodi.
Kevin kembali menelusuri tubuh melodi dengan lid*hnya, kali ini berjalan ke atas, berhenti di dua bukit kembar, dan memberi nya stampel kepemilikan.
" Sayang..." Bisik kevin
__ADS_1
" Hem?..." Melodi begitu menikmati sentuhan demi sentuhan kevin.
" ...."
Kevin kembali memberikan banyak stampel kepemilikan leher melodi.
" Sayang, aku sudah tidak tahan. Cepatlah, tebus goa nya." rintih melodi.
Kevin pura² tidak mendengarnya, dia terus melanjutkan aksi nya menebar stampel kepemilikan di berbagai tempat. Dan kini kevin sedang asik bermain dengan dua bukit kembar melodi.
" Kau sudah sangat basah sayang." Bisik kevin
" Cepatlah ken. Aku sudah tidak tahan" rintih melodi.
Kevin membuka dan melemparkan handuknya, Lalu, perlahan tapi pasti, kevin mulai menerobos goa melodi.
"Hhhhmmmmm"
" Emph..."
Kedua nya sama sama merasakan sensasi yang begitu sulit di gambarkan.
Saat pusaka nya sudah masuk total, kevin mulai menjalankan maju mundur dengan ritme sedang.
" ken.. sedikit lebih cepat." Rintih melodi, namun kevin tetap memainkan nya dengan ritme sedang.
" Ken.. kau menyiksaku." Ucap melodi membuat kevin terkekeh.
" Kenken ku." Rintih melodi saat ritme kevin mulai cepat.
" Kau sungguh nikmat sayang." Ucap kevin sambil merem*s bukit kembar melodi.
" Ken.. ya, ken.."
" Ya sayang, kau menyukai nya.. kau ingin lebih.."
" Kevin.... mmmmph.."
" Emmm ken.. aku hampir sampai..." melodi mencengkram leher kevin, menariknya dan ******* leher kevin, hingga stampel kepemilikan ada pada nya.
" Mmmm, ken.. Sedikit lagi."
" hah..."
" Ya ken...,"
" Tunggu aku sayang, kita bersama." Ucap kevin sambil mempercepat ritme nya.
" mmmm"
Kevin menghentikan aksinya, mereka sama sama melakukan pelepasan.
" I love you." bisik kevin.
" I love you to ken"
Melodi mencium telinga kevin, membuat pusaka yang masih di dalam goa, on seketika.
Kevin pun kembali berpacu bersama melodi. Keringat deras yang mengguyur, tak membuat mereka menghentikan aktifitasnya, justru mereka melakukan nya lagi dan lagi. Dengan berbagai gaya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
...hadiah ☺️...
__ADS_1