
Tiga hari sudah daniel dirawat, dan masih belum sadarkan diri.
Tiga hari pula melodi selalu datang menjenguk daniel. Namun, karena wanita itu selalu ada di samping daniel, melodi mengurungkan niatnya untuk menjenguk daniel.
" Kenapa?, wanita itu masih ada disana?" Tanya ryan, saat melodi pulang dengan wajah di kusut.
" Hem hem.."
" Hais, kau ini. Kenapa tidak masuk saja. Bukankah kau hanya ingin menjenguk daniel, bukan ingin melenyapkan nya!!" Ketus ryan.
" Bagaimana bisa aku masuk, jika wanita itu selalu memegang tangan daniel, bahkan mencium daniel." Ucap melodi kesal.
" Oh, rupa nya adikku sedang cemburu..."
" Ehem.., siapa yang cemburu sayang?" Tanya ara, yang datang bergabung sambil menggendong al&l.
" Kemari sayang.."
Melodi langsung meraih al, sedang l memilih tetap di pangkuan ara.
" Siapa yang cemburu?" Tanya ara lagi.
Ryan menatap melodi. Melodi justru melolot pada ryan.
" Hello? siapa ?" Ucap ara.
" Apa nya?"
" Yang cemburu?"
" Dia!"
" Iya tau. Dia siapa?" Ara mulai kesal.
" Melodi." Ryan keceplosan.
" Ah, melodi..." Ara tersenyum. Melodi menatap tajam ryan.
" Piss girl." Ucap ryan.
" Cemburu dengan siapa?"
" Apaa sih kak ara, percaya aja sama omongan bang ryan. Siapa juga yang cemburu." Ketus melodi
" Bener..."
" iya.."
" Serius.."
" Iya..."
" Melo..."
" Tau ah, melodi ke dalam aja, nih al."
Melodi sewot, dan memberikan al pada ryan. Kemudian memilih masuk ke dalam kamar, meninggalkan ara dan ryan yang saling berpandangan.
" Sayang, emang bener melodi cemburu. Sama siapa?" Tanya ara.
" Seperti nya pada wanita yang datang waktu daniel masih di ruang operasi. Melodi bilang, wanita itu selalu memegang tangan danie. Bahkan sesekali mencium daniel"
__ADS_1
" Benarkah?" Ara terkejut.
" Ya.."
" Memangnya siapa dia?"
" Aku juga tidak tahu." Jawap ryan.
Saat ryan tengah berbincang dengan ara, seorang mafioso datang menemui mereka.
" Permisi tuan.."
" Ada apa?"
" Ada orang yang mengaku keluarga tuan daniel."
" Bagaimana ciri ciri nya.."
" Mereka...., bla bla bla bla..."
Mafioso menggambar kan ciri ciri dari dua orang yang datang, dan mengaku sebagai keluarga daniel. Dan ingin bertemu ryan.
" Ijinkan mereka masuk."
" Baik tuan.."
" Kau yakin mereka keluarga daniel?" Tanya ara.
" Yakin. Ayo kita temui mereka." Ajak ryan pada ara, sambil membawa twins.
Ryan dan ara berjalan menuju ruang tamu khusus untuk orang yang datang berkunjung ke mansion ryan.
" Ryan.." Sapa seorang laki laki paruh baya, saat melihat ryan datang.
Ryan terkejut. Karena yang di hadapan nya saat ini adalah Danang dan ismi. Orang tua daniel.
" Lama tidak bertemu. Dan sekarang kau sudah memiliki seorang putra kembar." Ucap pak danang.
" Bukan, mereka adalah keponakanku. Aku baru saja menikah beberapa hari yang lalu. Dan ini istriku, diandra."
Ryan memperkenalkan istri nya, kepada ke dua orang tua daniel, yang biasa dipanggil papi dan mami oleh ryan. Sama seperti panggilan daniel kepada mereka.
" Cantik." Ucap ismi.
Ara dan ryan kemudian duduk bersama meraka. Tak lama kemudian, para pelayan datang membawa makanan serta minuman.
" Jadi, apa yang membuat kalian datang." Tanya ryan.
" Kami mendengar dari berita. Seorang buronan tewas dengan luka tusukan. Saat berita itu di putar di TV. Papi tidak sengaja melihat daniel. Jadi papi langsung terbang ke sini. Untuk menjenguk daniel. Karena papi dan mami tidak tahu apartemen daniel, ataupun rumah sakit tempat daniel di rawat. Jadi kami datang kesini. Kau, tidak keberatan kan jika kami datang kemari?"
" Tentu saja tidak papi, ryan justru sangat senang. Akhirnya bisa bertemu dengan papi dan mami lagi."
" Sangat tampan. Bolehkan aku menggendong nya?" Tanya ismi pada ara.
" Tentu saja. Dia anak yang baik."
Ara memberikan L pada ismi. Ismi sangat bahagia, hingga dia menangis.
" Mami kenapa?" Tanya danang.
" Tidak pi, mami hanya ingat masa kecil daniel. Jika saja dulu daniel tidak pergi di hari pernikahaan nya. Mungkin sekarang dia sudah memiliki anak.
__ADS_1
" Sudahlah mi, jangan ungkit masalah itu lagi. Kita lupakan masa lalu, dan mari kita mulai membuka lembaran baru, bersama daniel."
Ismi menyeka airmata nya.
" Ya papi benar. Sekarang, bisakah kau mengantar kami untuk bertemu dengan daniel?". Ucap ismi pada ryan.
" Tentu saja. Segera setelah kami membawa twins ke dalam."
" Baiklah." Ucap kedua nya.
Ryan kemudian mengajak ara, untuk membawa L masuk ke dalam mansion. Karena dia harus mengantar orang tua daniel menemui daniel.
" Bolehkan aku ikut." Tanya ara.
" Untuk apa?, sebaiknya kau istirahat saja. Bukankah kita sudah bertempur sepanjang tiga malam." Ucap ryan.
" Ck, itu kan malam. Sekarang, boleh dong aku ikut denganmu ke rumah sakit."
" Bagaimana jika, saat disana, aku menginginkanmu."
" Hais, kau ini ada ada saja."
" Aku serius. Setiap kali kau di dekat mu, itu seperti magnet yang menarik joko untuk masuk ke dalam sangkar nya." Ucap ryan
" Haha, dasar. Itu bukan joko yang mau. Tapi kamu."
" Ya kan sama saja."
" Tau ah, pokok nya aku ingin ikut ke rumah sakit. Sekalian aku ingin konsultasi, bagaimana mendapat anak kembar tiga." kekeh ara.
" Ck, konsultasi padaku, bukan pada dokter." Ucap ryan.
" Sayang sayang, kau itu pembuat nya. Dan aku adalah wadah nya. Dokter ibarat adonan nya. Jadi jika adonan sudah pas, hasilnya akan maksimal kan?" Karang ara.
" AH, Tidak perlu ke dokter. Kita melakukan nya sehari tiga kali, dan tiga ronde sekali main. Pasti nanti jadi kembar."
" Haha, ajaran dari mana itu?"
" Dari melodi. Dia bilang sekali main, berkali kali ronde. ada dia melakukan nya dua kali sehari. Karen itu dia mendapat bayi kembar."
" Pfff, hahaha..., ryan ryan.."
Ara berjalan dulu meninggalkan ryan.
" Hei, tunggu aku. Aku benar kan?"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like,...
...komen...
...vote...
...hadiah...
Ohya, karena novel nya aku ubah, jadi ada beberapa part yang hilang. Dan beberapa part di tolak pihak Noveltoon. Alasan nya karena mengandung konten tidak layak. Padahal udah gak ada kata kat vulgar / berbau pornografi.
__ADS_1
Biarin aja lah, aku juga capek bolak balik merevisi. Tapi ujung ujung nya di tolak.
Kayak cinta mu pada nya, yang selalu di tolak, wkwkwkwk...