
Brak !!!!!
Semua mata tertuju pada pintu yang di buka secara kasar.
" Dady..." Ucap Kenan, riana dan briana secara bersama.
" Dady kalian?" Ucap melodi sambil menoleh ke arah pintu.
Kevin berjalan menuju meja, dimana anak anak nya berada.
" Kalian ternyata disini. Apa kalian tau ini pukul berapa?, harusnya kalian sudah dirumah 2 jam yang lalu. Dan kau pak mun, kenapa tidak langsung membawa mereka pulang." ucap kevin dengan nada marah.
" Maafkan saya tuan muda. Saya sudah mencoba segala cara, memberi pengertian kepada tuan dan nona muda." Pak mun menunduk.
" Kenan, riana, briana!!!, ayo kita pulang." ucap kevin sambil meraih tangan anak anak nya dengan kasar.
" Hei, jangan kasar pada anak anak." emosi melodi mulai menyala, melihat kevin yang begitu kasar menarik paksa mereka.
" Siapa kau berani memerintah ku!." Sinis kevin menatap melodi.
" Kau hanya pelayan disini, kau tidak punya hak untuk ikut campur urusanku." Ucap kevin, saat melihat pakaian melodi.
" Tapi anda menganggu ketenangan di cafe ini, tuan arogan." Ucap melodi dengan nada tinggi.
Kevin melihat sekeliling, memang benar. Saat ini cafe terlihat ramai pengunjung, dan mereka jadi pusat perhatian, sejak kevin datang dengan membanting pintu masuk.
__ADS_1
" Tak bisakah kau mengajak mereka secara baik baik. Mereka memanggilmu dady, aku rasa kau tidak mirip seperti ayah bagi mereka. Kau lebih mirip penjahat yang menyandera mereka." Terang melodi masih dengan nada emosi.
" Kau tidak usah mencampuri urusanku." kecam kevin.
" Kau mau apa hah?!." Emosi melodi.
" Aunty.." Si kembar memeluk melodi. Seketika amarah nya hilang.
" Iya sayang." Membalas pelukan si kembar. Kevin terkejut melihat keakraban anak² nya.
Siapa wanita ini?, kenapa twins terlihat dekat dengannya. Batin kevin.
" Sayang, kalian harus pulang. Oke." ucap melodi
" Tapi, kami takut dady marah." ucap mereka berdua.
" Tidak, dady kalian tidak akan berani marah. Kalau masih marah katakan pada aunty, nanti aunty yang akan memberi pelajaran pada dady. Karena sudah berani memarahi kalian. Kesayangan aunty." ucap melodi sambil melirik tajam ke arah kevin.
" Of course, my twins." Ucap melodi mengaitkan jari kelingking nya.
" Sekarang, kalian pulang, oke." Tawar melodi. Kevin hanya terdiam melihat apa yang terjadi di depannya. Seketika, bayangan percakapan dengan ibu nya kembali berputar di dalam memori nya.
Ibu benar, mereka membutuhkan pendamping. Aku harus melupakan linda. Aku.. aku adalah ayah yang buruk bagi anak anakku. Batin kevin.
" Dengar, dady tidak benar² marah, dia hanya khawatir pada kalian. Sekarang kalian ikutlah pulang bersama dady, besok kita bertemu lagi. Bagaimana?" ucap melodi.
" Baiklah. Terima kasih aunty." ucap twins
__ADS_1
Cup
Cup
Cup
Tiga kecupan didapatkan melodi dari kenan dan si kembar. Membuat kevin melotot melihatnya.
Siapa sebenarnya wanita ini?, kenapa anak anak terlihat begitu menyayangi nya. Aku harus menyelidiki nya. Batin kevin.
Setelah adegan rayu merayu, akhirnya kenan dan twins mau pulang bersama dady.
...----------------...
" Hey, bagaimana kau bisa mengenal mereka?." Tanya nana, saat mereka sudah hilang dari pandangan.
" 2 tahun lalu, saat itu twins berumur 2 tahun dan kenan berusia 5 tahun. Mereka datang bersama miranda, yang tak lain adalah aunty mereka. Awalnya aku mengira miranda adalah ibu mereka, ternyata aku salah. Ibu mereka pergi bersama laki laki lain saat twins berumur 10 bulan, dan kenan berusia 4 tahun. Miranda sering mengajak mereka kesini, hampir setiap hari. Dari pertemuan itulah kita menjadi dekat. Hingga sekarang." Ucap melodi sambil membersihkan meja.
" Ah, jadi seperti itu." ucap nana mengangguk angguk.
" Kalau begitu ayo, ganti pakaianmu." Ucap nana menarik melodi.
" Hei... kita akan kemana?."
...Jangan lupa like...
...komen...
__ADS_1
...vote...
...hadiah...