
Linda tersadar, dan merasakan tubuhnya remuk. Sekuat sisa tenaga yang ada, linda berusaha meraih ponselnya. Mencoba menghubungi kevin.
Drttt... Drrrtt...Drttt
Ponsel Kevin berdering, karena kevin sedang mengemudi, jadilah melodi mengambil ponsel kevin, yang di charger.
" Linda."
Melodi menunjukan layar ponsel nya kepada kevin.
" Biarkan saja."
" Bagaimana jika penting."
Kevin menggeleng.
Satu panggilan..
Dua panggilan..
Hingga panggilan ke lima dari linda.
" Ken, angkat. Siapa tahu penting."
Kevin binggung, bagaimana jika linda mengatakan hal romantis. Atau, bagaimana jika memang terjadi sesuatu pada linda. Mengingat linda tidak pernah menelpon nya berulang kali.
" Berhentilah sebentar. Dan angkat telpon nya." Perintah melodi.
Kevin akhirnya menepi kan ponselnya. Dan melihat pada layar ponselnya.
Linda sudah menelpon nya sebanyak sepuluh kali.
Atas desakan melodi, akhirnya kevin balik menghubungi linda.
" Ya linda?, maaf tadi aku sedang menyetir."
" Ke...vin.. To..long a..aku." Suara linda terbata.
" Linda, kau baik baik saja?"
Tut tut tut tut tut tut...
Tidak ada jawapan. Kevin mulai panik.
" Ken, kenapa?". Tanya melodi yang melihat perubahan wajah kevin.
" Tidak ada apa apa."
" Ken.."
__ADS_1
" Linda terdengar tidak sedang baik baik saja. Dia minta tolong. Dan belum sempat aku bertanya, panggilan nya terputus."
" Kalau begitu, kenapa kita tidak ke sana saja." Ucap melodi.
Kevin terdiam.
Bagaimana jika ini hanya modus linda?, tapi bagaimana jika linda memang butuh bantuan?. Batin kevin berperang.
" Ken, ayo. Kenapa diam?"
" Ah iya iya.."
Kevin segera memutar balik kendaraan nya, dan pergi ke apartemen linda.
" Kau tau alamat rumah linda?"
" Ya, aku sering datang mengantar nya, atau sekedar bermain kesana"
Kevin tanpa sadar mengatakannya, membuat melodi yakin, bahwa mereka sudah melakukan hal yang lebih daripada sebuah kencan.
Sepanjang perjalanan, mereka hanya diam. Kevin yang masih belum sadar, sudah membongkar kartu nya sendiri memilih diam dan terus membayangkan apa yang terjadi dengan linda.
Sedangkan melodi, terdiam karena ingin tau lagi, sejauh mana hubungan mereka.
Sesampai nya di apartemen...
Kevin langsung turun, dan berjalan menuju lift. Dia lupa jika dia sedang bersama melodi.
Melodi kemudian segera menyusul kevin.
Brak !!
Kevin langsung membuka pintu, dan berlari menuju kamar.
Melodi masuk, di lihatnya apartemen linda berantakan dan tak beraturan. Dengan hati hati, melodi melangkah menuju kamar dimana linda mungkin berada.
" Linda..."
Teriak kevin. Linda berusaha membuka mata.
" Ke...vin... to..long... "
" Siapa yang melakukan ini padamu?"
" Al....ex.."
" Bertahanlah, aku akan membawa mu ke rumah sakit."
Linda kembali tak sadarkan diri.
__ADS_1
" Astaga, apa yang terjadi ken?"
Melodi terkejut, saat masuk ke dalam kamar, dan mendapati linda telanjang dengan tubuh memar dan ada darah dimana mana.
" Cepat panggil ambulans." Perintah kevin, yang memeluk linda. Berusaha menyadarkan linda.
" Katakan apa yang terjadi, bagaimana dia bisa begini. Dan kenapa apartemen nya berantakan?"
" Jangan banyak tanya. Cepat panggil ambulan."
Melodi mengambil ponsel dan menghubungi ambulans.
" Ambulans akan tiba dalam lima menit." Ucap melodi pada kevin.
" Apa yang kau lakukan?" Bentak kevin.
" Aku hanya akan menutupi tubuhnya. Apa kau akan membiarkan petugas melihat tubuh telanjang nya. Dan kenapa kau membentakku ken."
" Pergilah. Biar aku yang melakukan nya." Ketus kevin.
Kevin masih belum sadar jika melodi yang ada disana.
" Kenapa mereka sangat lama?" Teriak kevin.
" Mana ku tau?!, kenapa jadi sangat marah ken?" Melodi mulai emosi.
" Kau tidak lihat, dia sedang terluka."
" Jika kau begitu mengkhawatirkan nya, kenapa tidak kau bawa saja dia ke rumah sakit." Kesal melodi.
Tanpa pikir panjang, kevin langsung mengangkat tubuh linda yang sudah di balut selimut.
" Ken, bagimana denganku?" Teriak melodi.
" Kau bisa pulang sendiri. Keselamatan linda lebih penting." Ketus kevin.
Kevin langsung membawa linda turun, dan berjalan menuju mobil. Meninggalkan melodi seorang diri.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
__ADS_1
...hadiah...