CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Part bonus


__ADS_3

" Sayang kau sudah datang aku punya kabar gembira untukmu." Ucap ara yang melihat kedatangan Ryan.


Namun ara melihat ada sesuatu yang aneh jika tadi ryan keluar dengan muka bersemangat, kini dia pulang dengan muka kusut.


" hai sayang ada apa? apa ada sesuatu yang terjadi di kantor?" Tanya Ara.


" Tidak ada." ucap ryan sambil melepas jasnya.


" Lalu kenapa kau pulang dengan muka kusut seperti itu?"


" Aku mendengar berita buruk, dari keluarga kevin."


" Ada apa?"


" Viona mengambil alih seluruh harta dan kekayaan Abraham. Orang tua kevin depresi dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa mereka telah jatuh miskin. Kevin frustasi, karena dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan apa yang, dia inginkan."


" Lalu?"


" Kevin frustasi. Kabarnya, dia selalu mendekati setiap wanita yang dia temui, dan selalu mengucapkan ' melodi, maafkan aku.'. Adik dan sepupu kevin, memutuskan untuk mengirim kevin ke rumah sakit jiwa."


" Mengharukan sekali. Lalu bagaimana dengan anak anak kevin?"


" Kabarnya mereka di masukan ke sekolah asrama di sana."


" Sungguh malang nasip mereka."


" ya jangan sampai melodi tahu, tentang nasib yang dialami oleh mantan anak tirinya itu. Aku tidak mau melodi Jadi sedih karena terlalu memikirkan mereka. melodi sudah bahagia sekarang. Biarlah melodi tidak lagi mengingat tentang mereka."


...


...POV KEVIN...


Di sebuah rumah sakit jiwa di negara xxx...


Kevin duduk dengan seorang psikiater, yang memang dikirim khusus oleh gwen, untuk mengobati Kevin.

__ADS_1


" Selamat siang pak Kevin, kenalkan saya Ananda dan mulai sekarang saya adalah psikiater anda. Saya akan membantu Anda keluar dari rasa yang sedang menyelimuti Anda saat ini."


Dan seperti biasa Kevin selalu termenung dengan tatapan kosong ketika ada siapapun yang mengajaknya bicara.


" Jika anda ingin berbagi sesuatu maka katakanlah aku akan senantiasa menunggu anda untuk berbicara."


Ananda kemudian meletakkan sebuah voice recorder, tak jauh dari tempat Kevin duduk.


hening...


1 menit...


2 menit...


Hingga 5 menit, tidak ada satu katapun yang diucapkan oleh Kevin, Kevin tetap pada posisinya diam duduk merenung dengan tatapan kosong.


Hingga saat ananda akan pergi, dan mengambil kembali voice recorder nya, dan berkata...


" Baiklah jika kau tidak ingin mengatakannya hari ini aku akan kembali besok.."


Dan tiba-tiba tanpa Ananda duga, Kevin mulai bicara tapi tetap dengan tatapan kosong..


" Aku merindukan anak-anakku, tapi mereka tidak mengizinkanku untuk menemuinya. Seandainya waktu bisa kuputar lagi. aku pasti akan menjaganya dengan segenap jiwa dan ragaku. Tapi semua sudah terjadi dan melodi tidak akan pernah kembali kepadaku lagi."


" mereka tidak akan pernah mengizinkan mu menemui anak-anakmu, jik kau masih seperti ini."


Kevin terdiam..


" lupakanlah segala nya, buang rasa bersalahmu yang berlebihan itu, Dan terimalah kenyataan. tutup lembaran lama tutup kisah lama dan bukalah dengan lembaran dan kisah yang baru. kisahmu dan anak-anakmu."


Hingga tiba-tiba Kevin mulai histeris,


" MELODI, MAAFKAN AKU. MAMA PAPA KEMBALILAH.. AKU AKAN MEMBUAT KEADAAN MENJADI NORMAL KEMBALI AKU AKAN MEMBALAS PERBUATAN VIONA.."


Ananda mulai panik, Kevin terus histeris sambil mengacak-ngacak rambutnya, dan membenturkan kepalanya di tembok, lantai, meja kursi, atau di mana saja. Setiap kali Kevin melihara benda tumpul di situlah dia akan membentuk kan kepalanya.

__ADS_1


" Suster...dokter..., Tolong." Teriak Ananda.


lalu beberapa perawat laki-laki datang dan langsung menenangkan Kevin.


Ananda memandang Kevin yang dibawa pergi oleh para perawat lalu memasukkan voice record dan pergi.


" Bagaimana apa kakakku ada kemajuan?" tanya Gwen saat Ananda datang ke rumahnya.


" belum tapi setidaknya aku bisa membuat dia bercerita walaupun tidak banyak." ucapan ananda sambil mengeluarkan voice recorder dan memutar nya.


Setelah cukup lama gwen mendengarkan isi dari rekaman itu...


" Ananda, berapa persen kemungkinan nya kakakku akan sembuh?."


" entahlah aku juga tidak tahu, aku baru ini melihat kasus seperti ini. biasanya aku menangani kasus seseorang dalam tekanan batin trauma. Dan dalam kasus ini kakakmu mengalami semuanya, dia mengalami batin sehingga membuatnya trauma dan frustasi. Itulah Kenapa dia selalu mengucap nama wanita yang bernama melody dan mengatakan Maafkan Aku. kakakmu terjebak dalam masa di mana dia menyakiti melody, karena itu dia terus saja menyalahkan dirinya atas apa semua yang terjadi termasuk kehilangan harta dan kehilangan orang tua kalian."


" lalu apa yang harus aku lakukan?"


Ananda mengusap-ngusap bahu gwen, seperti memberi dukungan untuk tetap sabar.


" Aku pergi dulu ya besok atau lusa aku akan datang lagi."


" ya. terima kasih Ananda."


Sepeninggalan Ananda, Gwen membuka album foto pernikahan melody dan Kevin...


" Kenapa ini terjadi pada keluargaku."


Gwen terus membuka satu persatu lembar dalam album itu, tak terasa air matanya menetes. mengingat betapa bahagianya keluarganya dulu Apalagi setelah melodi hadir dalam keluarga Abraham.


Gwen tidak menyangka jika semuanya itu sekarang harus berakhir.


Gwen menutup album foto pernikahan itu, meletakkan kembali di dalam laci. dan bersiap pergi untuk mengunjungi keponakannya.


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2