CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Adam datang


__ADS_3

" Melodi.."


Semuanya menoleh.


" Adam."


" Hei, aku.. aku sudah mencari ke seluruh taman. Aku pikir kau tidak akan datang." Ucap adam dengan nafas tersengal.


" Duduklah dulu adam. Dan kenalkan ini nana, sahabatku. Dan han, tunangan nana, sekaligus sekertaris kevin, suamiku." Ucap melodi.


" Hai, salam kenal." Ucap nana


Han hanya tersenyum.


" Dimana luci, bisa kah aku bertemu dengannya ?" Tanya ada.


" Luci, kemarilah.." Ucap melodi.


" Sebaiknya aku menemani anak anak, ayo han." Ucap nana.


" Jika butuh sesuatu, panggil kami." Lirih han.


" Terima kasih han."


Nana dan han, sengaja memberi melodi dan adam ruang, agar mereka dapat berbicara tanpa merasa canggung.


" Aunty, siapa yang bersama momy?" Tanya kenan.


" Itu.. emmm..."


Nana menatap han, dia binggung bagaimana menjelaskan kepada kenan. Mengingat kenan begitu dekat dengan melodi.


" Itu adalah dady luci."


Perkataan han, membuat nana syok. Bagaimana bisa dia begitu jujur pada kenan.


" Apa itu artinya paman itu akan membawa luci dan momy pergi?" Ucap kenan.


" Tidak bukan seperti itu, Mere..."


Belum selesai nana menjelaskan, kenan sudah berlari ke arah melodi.


" Han, ini semua salahmu." Ketus nana.


" Kenapa aku?, aku hanya berkata jujur."


" Lihatlah, kau membuat kenan panik. Kau tidak tau betapa kenan mencintai melodi."


" Astaga, aku lupa. Bagaimana ini?"


Nana dan han yang panik, karena tidak bisa melakukan apapun. Akhirnya hanya menatap dan memperhatikan apa yang akan dia lakukan.


" Mom, siapa paman ini." Ucap luci pada melodi.


" Dia.. dia adalah ayah kandung luci sebelum dady."

__ADS_1


" Benarkah?, lalu kenapa ayah baru datang setelah luci punya dady?" Tanya luci polos.


" Maafkan ayah luci. Ayah tidak seharusnya meninggalkan kalian. Apa luci bersedia memaafkan ayah?, dan mengijinkan ayah untuk bisa dekat dengan luci. Minimal kita bisa menjadi teman."


Luci tampak berpikir. Kemudian dia tersenyum.


" Baiklah luci maafkan ayah."


" Jadi, apa kita jadi teman sekarang." Tanya adam.


" Tentu saja." Luci terlihat semangat.


" Jika kita sudah menjadi teman. Bolehkah ayah memeluk luci."


Luci menatap melodi, seakan bertanya 'apakah boleh?'. Melodi mengangguk tanda setuju.


" Mom.."


Kenan datang dan langsung menangis di pelukan melodi.


" Hei, apa yang terjadi?" Tanya melodi.


" Mom, apakah momy akan meninggalkan ku?" Tanya kenan.


" Tentu saja tidak. Kenapa momy akan meninggalkanmu boy?" Ucap melodi dengan sangat lembut.


" Kata paman han, paman itu adalah ayah luci." Ucap kenan.


" Iya, lalu?"


Kenan menangis lagi. Melodi terkekeh.


" Hei, dengar boy. Paman itu memang ayah luci. Tapi momy tetaplah istri dady, dan tetap menjadi momy kalian. Dan momy tidak akan pergi kemana mana."


" Benarkah?, momy janji."


" Iya sayang. Momy janji."


" Terima kasih mom."


Kenan memeluk melodi.


" Siapa dia?" Tanya adam.


" Dia adalah kenan. Anak ku."


" Hay kenan." Sapa adam.


" Hai. Paman, paman tidak akan mengambil momy dariku kan?" Tanya kenan.


" Tentu saja tidak boy. Kenapa kau berpikir begitu."


" Karena paman adalah ayah luci. Jadi aku takut paman akan mengambil momy dari ku."


" Tenang saja. Paman tidak akan mengambil momy dari mu."

__ADS_1


" Dengar kan, paman dataang hanya ingin bertemu dan berteman dengan luci." Ucap melodi padaa kenan.


" Ya mom." Kenan tersenyum dan memeluk melodi.


" Ohya boy, paman dan luci akan ke toko mainan itu, kau mau ikut?" Tawar adam.


" Tidak. Aku akan disinu menemani momy."


" Baiklah. Mel, bolehkan aku mengajak luci ke toko itu. Aku ingin membelikan nya boneka."


Melodi tampak berpikir. Jujur, dia masih belum bisa mempercayai adam.


" Jangan khawatir. Hanya ke toko itu. Aku janji akan segera kembali ke sini setelah luci selesai memilih boneka yang dia suka."


Adam mencoba meyakinkan melodi.


" Keberatan jika aku ikut." Ucap han.


Melodi menoleh, han terlihat mengangguk.


" Tentu saja." Jawap adam spontan.


" Bagaimana, boleh kan?" Tanya adam lagi.


" Baiklah.." Ucap melodi.


Kini, adam, luci dan han. Berjalan ke toko mainan yang berjarak cukup jauh dari tempat duduk melodi.


" Tenang saja, han tidak akan membiarkan adam membawa luci." Ucap nana.


" Ya, kau benar."


...


Di apartemen..


Linda kembali tertidur nyenyak karena rasa lelah setelah pergulatan panasnya dengan kevin, yang kian hari kian panas. Linda seperti merasakan kembali hasrat yang sudah lama hilang.


Saat kevin selesai memakai pakaian nya. Tiba tiba wajah melodi melintas di pikiran nya. Membuat rasa bersalah nya semakin besar.


" Aku harus menyusul mereka. Semoga saja mereka masih ada di sana." Gumam kevin.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Lanjut nanti lagi yaa, kalau gak sibuk.


Makasih yang udah mau mampir,


JANGAN LUPA LIKE YAA...


πŸ’™πŸ’™β˜ΊοΈβ˜ΊοΈπŸ™β€οΈπŸ’™πŸ’™

__ADS_1


__ADS_2