
" Lepaskan anak ku" Teriak Melodi.
" Melepaskan nya?, jangan harap."
" Lepaskan, atau kau terima akibat nya?" Ancam melodi.
" Haha, memang nya kau mau apa? menyerang ku?"
" Momy.. tolong.."
Luci meronta ronta, di gigit nya tangan pria itu.
" Argh.."
Pria tadi langsung mendorong luci, luci terjatuh.
Melodi yang geram langsung berlari hendak menyerah pria itu, namun secepat kilat dia menangkis serangan melodi, dan mendorong melodi, hingga terjatuh.
Dug !! Piarrr...!!
Melodi jatuh tepat di atas meja kaca, meja pecah. Hidung melodi terbentur ke dasar lantai, melodi merasakan hidung nya mengeluarkan darah.
Pria tadi langsung memasukan luci ke dalam kamar, dan mengunci nya dari luar.
Brak
Brak
Brak
" Momy tolong luci.."
" Momy, hiks hiks hiks.."
" Momy, luci takut."
Brak
Brak
Brak
Luci terus memukul pintu. Sekuat tenaga, melodi mencoba bangun, namun benturan itu membuat kepala melodi menjadi pusing, pengelihatan nya menjadi sedikit kabur. Namun melodi berusaha untuk tetap sadar.
Samar samar, dia melihat pria itu mendekat. Dia mengangkat tubuh melodi. Dan mendudukan nya di atas sofa.
" Ckckckck. Sok ingin menyerang ku sih. Begini kan akibat nya."
Pria tadi mengusap darah yang keluar dari hidung melodi. Dia juga membersihkan pecahan kaca yang terlihat menancap di tangan melodi.
__ADS_1
" Argh."
Melodi kesakitan. Pasal nya, pria tadi mencabut pecahan kaca dengan tidak hati hati.
Pria tadi mengikat tangan dan kaki melodi. Kepala melodi di ganjal bantal. Jadilah, melodi terikat dengan posisi setengah tidur.
" A..apa mau mu?" Tanya melodi dengan terbata.
" Tidak ada. Aku hanya ingin membuat kevin merasakan kehilangan seseorang yang berharga bagi nya. Awal nya aku berniat menculik anak anak kevin. Namun ternyata mereka di bawa ke negara XXX. Jadi, kau lah sasaran nya. Dan kau harus menjadi miliku."
Melodi tersenyum smirk.
" Bod*h." Umpat melodi.
" Aku bukan lagi orang yang penting dalam hidup kevin. Tempat itu, sudah di gantikan oleh linda."
" Linda?, tidak mungkin."
Melodi kembali tersenyum.
" Kenapa?, kau tidak percaya?. Sebaiknya lepaskan kami. Atau, kau akan menanggung akibat nya."
" Hahaha, kau mengancam ku. Dengar, aku tidak takut pada siapa pun. Dan aku tidak percaya, jika kau bukan lagi istri kevin."
" Kenapa kau tidak mencari tahu sendiri." Ucap melodi, dengan nada lemas.
" Apa bukti nya jika kau bukan lagi istri kevin."
" Bisa saja kau melepasnya kan?"
" Terserah kau saja."
Pria itu tampak berfikir. Lalu dia terlihat sedikit menjauh dari melodi. Melodi berusaha melepaskan ikatan nya.
Samar samar melodi mendengar, pria itu menelpon seseorang.
" Apa??"
"---"
" **** ..!!"
" ---"
" Ya ya ya, ide mu bagus juga."
" ---"
" Baiklah."
__ADS_1
Pria tadi kembali pada melodi dengan keadaan resah dan gelisah. Melodi terdiam.
" Ternyata benar. Kau bukan lagi harta kevin. Tapi tidak apa apa. Kau akan di sini, untuk menjadi pemuas ku." Bisik pria tadi, yang membuat melodi merinding.
" Jangan mimpi bisa menyentuh tubuhku."
" Bukti nya, sekarang aku bisa menyentuh tubuh mu. Bahkan, aku bisa memperk*sa mu sekarang juga."
Pria tadi hendak memegang bukit melodi, yang terlihat menonjol.
Cuih.
Melodi meludahi wajah pria tadi.
Plak !!
" Berani sekali kau."
Pria tadi menampar melodi. Melodi pingsan. Pria itu mengusap wajah nya dengan tisu, dan memastikan jika melodi hanya pingsan.
Pria tadi segera mengambil ponsel. Dan menghubungi seseorang.
" Hei, kau menipu ku?"
"---"
" Kau bilang melodi masih istri kevin."
" ---"
" Tidak. Kau sudah membohongiku. Dengar, datang ke apartemen ku sekarang juga. Atau, kau akan tau akibat nya."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Penasaran gak?, penasaran gak?
Penasaran aja dong, yaa.. Biar author seneng, wakakak.
Nanti malam up lagi ya..
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
__ADS_1
...hadiah...