CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
CEO baru


__ADS_3

" Momy.."


" Ya sayang.."


" Paman daniel baik ya, luci suka dengan paman daniel. Kapan kapan, boleh kan jika luci pergi dengan paman daniel lagi."


" Tentu."


" Mom.."


" Ya?"


" Apa luci tidak punya dady lagi?, kenapa setiap luci mempunyai dady, selalu pergi. Apa luci nakal?"


" No, luci anak baik."


" Tapi kenapa dady selalu pergi?"


" Dady pergi, karena...."


" Karena luci anak yang paling baik. Jadi dady itu tidak pantas berada di samping luci." Ucap ryan.


" Jadi, dady pergi bukan karena luci nakal?"


" Bukan sayang. Karena luci baik. Dan luci pantas mendapatkan dady yang baik juga?" Ucap ryan.


" Seperti paman daniel?"


Melodi dan ryan saling menatap.


" Sayang, luci belum kenal lama kan dengan paman daniel, jadi kita tidak bisa menilai seseorang jika kita baru mengenalnya."


" Bukankah selama ini paman daniel yang ada bersama kita."


" Sebaiknya luci tidur, oke."


Melodi mencium luci. Dan menidurkan nya. Setelah memastikan luci tidur. Melodi mendatangi kamar al&l.


Melodi mencium mereka secara bergantian. Lama melodi memandang wajah ke dua putra kembar nya itu.


" Momy janji, aku selalu membuat kalian bahagia. Walau tanpa seorang ayah."


Melodi merasa sesuatu mengusap-usap punggung nya. Melodi berbalik.


" Bang ryan." Melodi menyeka airmata nya.


" Jangan menangisi pria brengsek itu."


" Aku tidak menangisi dia. Aku hanya menangisi nasib anak anak ku. Kenapa ini terulang lagi pada ku. Dulu luci, sekarang twins."


" Sudah lah. Jadikan itu pelajaran berharga untukmu, agar lebih berhati hati memilih pasangan. Apa kau mau ku carikan dady untuk anak anak."


Melodi tersipu.


" Bang ryan bicara apa sih."


" Aku serius."


" Tau ah."


Melodi keluar dari kamar twins.


" Mel, aku serius."


" Nanti saja.., aku sedang tidak minat."


" Beritahu saja aku, jika kau siap."


" Siap untuk apa?"


" Entahlah. Ohya aku sudah mengubah nama salah satu cabang perusahaan ku, menjadi LUCI'S Grup. Kau suka?."


" LUCI'S Grup?"


" Ya. Dan mulai besok. Kau yang akan memimpin perusahaan itu."


" Apa?, kenapa?"


" Tidak mungkin kan, aku menyuruh luci yang memimpin?."


" Hehe, terima kasih bang."


" Sama sama."


Kevin, linda. Tunggu saja. Aku akan bermain main dengan kalian. Batin melodi.


..


Keesokan hari nya...


" Kau siap.." Tanya ryan.


" Sangat siap." Ucap melodi, sambil menatap diri nya di cermin. Dengan memakai pakaian kantor.


" Yuhu, brother. I'm coming..." Teriak daniel.

__ADS_1


" Aku udah denger, gak perlu teriak teriak. Siapa dia?" Tanya ryan, saat melihat seorang wanita yang datang bersama ryan.


Tap


Tap


Tap


Melodi keluar dari kamar nya.



Daniel yang tadi nya ingin menjawap pertanyaan ryan, jadi tidak fokus. Karena mata nya memandang melodi.


" Sangat cantik.."


" Ehem."


" Ah maksudku tas nya sangat cantik."


" Daniel, kau disini?" Tanya melodi.


" Tentu saja, aku datang menyambut CEO perusahaan Luci's Grup yang baru.,"


" Dan siapa dia?"


Melodi menunjuk wanita yang datang bersama daniel.


" Pacarmu?" Tanya melodi


" Bukan." Jawap daniel cepat.


" Kekasihmu?"


" Hais, pacar dan kekasih apa beda nya." gerutu daniel.


" Jadi dia siapa?" Tanya ryan.


" Kenalkan.., dia bela. Sekertaris, sekaligus yang akan membantu melodi mengurus perusahaan."



" Senang bertemu dengan anda, nona melodi."


Bela mengulurkan tangan, melodi menyambutnya dan tersenyum.


" Senang bisa bekerja denganmu." Ucap melodi.


" Justru saya yang senang, bisa membantu anda, nona.." Ucap bela.


" Ehem.."


Ryan dengan nada tinggi, dan tatapan membunuh.


" Se..sebaiknya kita berangkat. Sebelum ada singa mengamuk."


Ryan semakin menatap tajam daniel.


" Piss, kakak ipar."


Daniel mengangkat kedua tangan diatas kepala.


" Kakak ipar?" Tanya melodi.


" Mau ku bunuh." Ancam ryan.


" Maksud ku, kakak ryan yang paling tamvan."


" Ada ada saja." Kekeh melodi.


" Ini." Ryan memberikan sebuah kunci pada melodi


" Apa ini?"


" Kunci hatiku." Jawap daniel.


Ryan langsung mengarahkan tinju ke muka daniel.


" Kunci mobil. Milikmu."


" Apa? Bang ryan serius?"


" Tentu saja, masak CEO tidak punya mobil." Ucap daniel.


Ryan kembali menatap tajam daniel. Daniel segera menutup rapat mulutnya.


" Bela. Ikut lah dengan nona melodi." Perintah ryan.


" Baik tuan."


" Titip anak anak."


Melodi tersenyum ke arah ryan.


" Tentu. Good luck."

__ADS_1


" Thank you."


Melodi memasuki mobil. Dia menarik nafas.


" Kau siap?" Tanya nya pada bela.


" Siap."


" Oke. Mobil baru, pekerjaan baru. Aku datang." Lirih melodi, sambil melajukan mobil nya.


...


Satu bulan berlalu, melodi dengan cepat memahami urusan kantor serta bisnis. Dia membuat kemajuan pesat di bawah kepemimpinan nya.


Tak sedikit karyawan, yang memuji kerja keras nya. Itu membuat melodi di sanjung para karyawan nya.


Sementara itu, Kevin memutuskan untuk menjual 50% saham nya. Hanya ini cara satu satu nya, agar Candradenta Grup tetap berdiri.


" Bagaimana?, apa sudah ada peminat?" Tanya kevin pada han.


" Hanya beberapa., namun tidak setuju dengan harga yang kita berikan, karena di nilai tidak seimbang, dengan apa yang akan mereka dapat." Ucap han.


Kevin menyandarkan kepala nya.


Drttt drrtt drttt..


Ponsel han berdering.


" Halo.."


" ---"


" Kau serius?"


" ---"


" Baiklah, aku dan kevin akan segera kesana."


Tut.


" Ada apa?" Tanya kevin.


" Perwakilan dari Luci's grup datang, untuk bernegosiasi. Dia bersedia membeli saham dengan harga 2x lipat."


" Benarkah?, lalu tunggu apa lagi. Ayo kita kesana."


" Tunggu."


" Ada apa?"


" Mereka akan membayar 2x lipat, jika kita menjual saham sebanyak 70%."


" Apa?, mereka sudah gila?"


" Saat ini, sekertaris Luci's grup yang datang untuk bernegosiasi. Setelah deal. Baru kita bisa bertemu dengan CEO Luci's grup."


Kevin terlihat berfikir.


" Ayo kita temui dia, dan bernegosiasi. Bagaimana pun juga, sekarang. Kita sangat butuh suntikan dana. Jika tidak, perushaaan ini akan benar benar bangkrut."


" Baiklah."


Han berjalan di belakang kevin. Dan langsung masuk ke ruang meeting, dimana bela sudah ada disana.


Hampir dua jam mereka bernegosiasi. Akhirnya mereka mendapat keputusan final. Harga dua kali lipat dengan saham 65%.


Bela segera menghubungi melodi, begitu keputusan sudah deal.


" Kerja bagus, bela." Ucap melodi.


" Terima kasih nona, kalau begitu, saya akan buatkan jadwal pertemuan anda dengan CEO Candradenta Grup."


" Good."


Melodi mematikan telpon nya, dan tersenyum smirk.


" Kevin sudah ada dalam genggaman ku. Sebentar lagi, giliran mu linda."


...****************...


...----------------...


......................


......................


......................


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...


...hadiah...

__ADS_1


__ADS_2